Bahasa Sansekerta

Posted on

Bahasa Sansekerta- Pengertian, Sejarah, Ciri – Ciri dan Contohnya- Hallo sahabat pembaca yang budiman, pada kesempatan kali ini kita akan membahas makalah mengenai Bahasa Sansekerta. Bahasa sansekerta adalah bahasa yang di pakai oleh nenek moyang kita pada zaman dahulu. Zaman dahulu, bahasa sansekerta ini adalah bahasa khusus yang di gunakan untuk bahasa ilmiah, keagamaan atau bahasa dewata serta bukanlah bahasa yang biasa di pakai oleh rakyat biasa.

Itu sebabnya, terkadang sebuah pernyataan ilmiah bisa di ambil dari bahasa sansekerta ini contohnya seperti : Kata Abyudaya yang artinya adalah Makmur.

Dibawah ini akan kita uraikan lebih lanjut pembahasannya, mari disimak!

Pengertian Bahasa Sansekerta

Pada pembahasan ini kita akan menguraikan bahasa sansekerta Klasik contohnya seperti yang telah dikomentari pada atur bahasa Sanskerta pada karangan Panini, yakni pada sekitar tahun 500 SM.

Menurut pengertian, bahasa Sanskerta, jika dalam ejaan yang tidak bakunya adalah: “Sansekerta”, merupakan suatu aib dan satu bahasa Indo-Eropa yang di angggap paling tua yang sedang terkenal dalam sejarahnya yang termasuk yang terpanjang. Bahasa ini ialah yang bisa mengimbangi pada ‘usia’ bahasa ini dari suatu rumpun bahasa Indo-Eropa yakni hanya bahasa Het. Pada akap Sanskerta, didalam bahasa Sanskerta atau Saṃskṛtabhāsa faedahnya ialah bahasa yang telah sempurna. Artinya, adalah lawan dari suatu bahasa Prakerta, atau suatu bahasa rakyat.

Bahasa Sanskerta ialah suatu bahasa dari klasik India, yaitu sebuah bahasa liturgis didalam ksuatu epercayaan kepada Tuhan orang Hindu, Buddhisme, dan juga Jainisme serta aib satu daripada 23 bahasa resmi yang ada diIndia. Bahasa ini ternyata juga mempunyai sebuah status yang sama di negara Nepal.

Bahasa ini mepunyai sebuah posisi di dalam kebudayaan Asia Selatan dan kebudayaan Asia Tenggara yang mirip dengan posisi bahasa Latin dan bahasa Yunani di bagian Eropa. Bahasa Sanskerta ini berkembang dan dijadikan sebagai jumlah bahasa-bahasa modern yang ada di anak benua India. Bahasa sansekerta ini muncul didalam bentuk pra-klasik sebagai bentuk dari bahasa Weda. Yang mana terdapat atau terkandung didalam kitab yang bernama Rgweda ialah sebuah fase yang tertua dan juga paling arkhais. Pada teks ini ditarikhkan dari berasal yang tidak begitu lebih dari 1700 SM dan dari bahasa Sanskerta Weda ialah dari bahasa Indo-Arya yang mana paling tua ditemukan dan aib satu anggota dari rumpun bahasa Indo-Eropa yang paling tertua.

Baca Juga :   Tugas Pokok Kepala Sekolah

Suatu khazanah sastra dari Sanskerta ini mencakup seperti puisi yang mana mempunyai sebuah tradisi yang cukup kaya, drama dan juga suatu teks-teks ilmiah, falsafi, teknis, dan agamis. Pada saat ini bahasa Sanskerta ini sedang tetap difungsikan secara luas di sebagai sebuah bahasa seremonial yang pada upacara-upacara Hindu dan dalam bentuk stotra dan juga mantra. Pada bahasa Sanskerta ini yang diucapkan sedang difungsikan pada sebagian suatu lembaga tradisional di negara India dan bahkan datang yakni sebagian usaha untuk menjadikan pola hidup lagi bahasa Sanskerta itu.

Sejarah tentang Bahasa Sanskerta

Di dalam seuatu naskah yang bernama Devimahatmya yang tertulis pada daun lontar dengan menggunakan sebuah aksara Bhujimol awal, yang berasal dari Bihar atau negara Nepal, sekitar abad ke-11.

Arti dari kata sifat saṃskṛta adalah berarti “berbudaya”. Ini bahasa yang telah dirujuk sebagai suatu saṃskṛtā vāk yakni : “bahasa yang berbudaya” yang menurut definisi telah selalu adalah kelompok suatu bahasa yang “tinggi”, digunakan untuk suatu keperluan agama dan juga pada keperluan ilmiah serta yang bertentangan dengan suatu bahasa yang digunakan oleh para rakyat jelata. Bahasa ini termasuk yang disebut dengan deva-bhāṣā yang maan artinya ialah “bahasa Dewata”.

Pada tatabahasa bahasa Sanskerta yang tertua yang mana masih lestari yaitu sebuah karangan Pāṇini dan yang berjudulkan Aṣṭādhyāyī yaitu : “Tatabahasa Delapan Bab”, yang mana kurang lebih ditarikh yang berasal dari sekitar abad ke-5 SM. Pada tatabahasa ini terutama yang merupakan suatu tatabahasa normatif atau preskriptif yang mana terutama yang mengatur suatu cara pemakaian yang dapat baku dan bukan deskriptif, meskipun tatabahasa ini juga telah memuat bagian-bagian dari deskriptif terutama tentang bentuk-bentuk Weda yang telah tidak digunakan lagi pada masa atau zaman Panini.

Baca Juga :   Bahasa Arab 'Kursi

Pada bahasa Sanskerta ini juga termasuk cabang Indo-Arya dari suatu rumpun bahasa Indo-Eropa. Dengan bersama bahasa Iran, bahasa Sanskerta ini termasuk kedalam rumpun bahasa Indo-Iran dan juga dengan ini bagian daripada kelompok Satem bahasa-bahasa, Indo-Eropa, yang mana juga mencakup suatu cabang Balto-Slavik.

Pada saat istilah bahasa Sanskerta ini muncul di daerah India, bahasa ini juga tidaklah dipandang oleh sebagai sebuah bahasa yang mana berbeda dari bahasa-bahasa yang lainnya, tetapi terutama yaitu sebagai bentuk halus atau berbudaya didalam berbicara. Sebuah pengetahuan akan bahasa Sanskerta ini merupakan sebuah suatu penanda kelas sosial dan pada bahasa ini terutama juga diajarkan hanya kepada anggota kasta-kasta tinggi saja, melalui suatu analisis saksama dari para tatabahasawan Sanskerta yaitu seperti Pāṇini.

Pada bahasa Sanskerta sebagai suatu bahasa terpelajar di negara India berada di samping dengan bahasa- bahasa Prakreta yang mana ialah suatu bahasa rakyat dan pada akhirnya berkembang menjadi suatu bahasa-bahasa Indo-Arya modern yaitu : suatu bahasa Hindi, bahasa Urdu, bahasa Assam, bahasa Bengali dan juga seterusnya.

Pada kebanyakan dari bahasa Dravida dari India ini, ialah meski merupakan dari bagian rumpun bahasa yang mana berbeda, mereka juga sangat dipengaruhi oleh suatu bahasa Sanskerta, terutama didalam bentuk kata-kata sebuah pinjaman. Bahasa Kannada, bahasa Telugu dan bahasa Malayalam mempunyai jumlah kata pungut yang paling terbesar sementara pada bahasa Tamil hanya memiliki peringkat yang terendah. Pada pengaruh bahasa Sansekerta dalam bahasa-bahasa ini juga dikenali dengan suatu wacana Tat Sama artinya : “sama” dan Tat Bhava artinya : “berakar”.

Ciri-Ciri Dan Karakteristik Bahasa Sansekerta

Dibawah ini adalah beberapa ciri-ciri dan karakteristik dari bahasa sansekerta yang diantaranya adalah sebagai berikut :

Memiliki 8 Kasus “Tata Bahasa”

Terdapat 8 kasus bahasa sanskerta ini, sedangkan pada bahasa latin yang masih dianggap atauserumpun yakni : hanya mempunyai 5 kasus “tata bahasa” saja. Dibawah ini beberapa kasus-kasus tersebut yaitu :

  1. Pada kasus “tata bahasa” Nominatif adalah “benda”
  2. Pada kasus “tata bahasa” vokatif adalah “seruan, ajakan, atau panggilan”
  3. Pada kasus “tata bahasa” akusatif adalah “objek dari kata kerja”
  4. Pada kasus “tata bahasa” instrumentalis adalah “alat”
  5. Pada kasus “tata bahasa” datif adalah “seperti “kepada” atau juga “untuk”
  6. Pada kasus “tata bahasa” ablatif adalah “sesuatu yang berasal atau bergerak sebab objek”
  7. Pada kasus “tata bahasa” genetif yaitu : “kepunyaan”
  8. Pada kasus “tata bahasa” lokatif “menunjukkan suatu tempat, hampir sama dengan kata “di”
Baca Juga :   Dasar Seni Rupa

Terdapat 3 Jenis Kelamin

  1. Maskulin seperti : “laki-laki/pria”
  2. Feminim seperti : “perempuan/wanita”
  3. Dan Netral

Terdapat 3 Modus Jumlah

  1. Singular atau “satu”
  2. Dualis atau “dua”
  3. Jamak atau “banyak atau lebih dari dua”

Skema Dasar Untuk Kata Benda dan Kata Sifat

Berikut skemanya :

Terdapat Hukum Sandhi

Yang dimaksud dengan hukum sandhi adalah sebuah suatu fenomena dimana ada macam dua bunyi berbeda yang berjarak berdekatan dan dapat berasimilasi atau “perubahan bunyi dengan suatu bunyi yang lain”.

Contoh Tulisan Bahasa Sansekerta

Berikut di bawah ini kita sajikan sebuah contoh dari semua kasus dalam sebuah kata maskulin singular deva yaitu kasta : Dewa, Tuhan ataupun Raja, yaitu :

Singular =

  1. nom. devas yang berarti : “Dewa”
  2. vok. (he) deva yang berarti : “Wahai Dewa”
  3. ak. devam yang berarti : “ke Dewa” dsb.
  4. inst. devena yang berarti : “dengan Dewa” dsb.
  5. dat. devāya yang berarti : “kepada Dewa”
  6. ab. devāt yang berarti : “dari Dewa”
  7. gen. devasya yang berarti : “milik Dewa”
  8. lok. deve yang berarti : “di Dewa”

Dualis =

  1. nva devau
  2. ida devābhyām
  3. gl devayos

Jamak =

  1. nv devaas
  2. a devaan
  3. i devais
  4. da devebhyas
  5. g devaanaam
  6. l deveṣu

Berikut dibawah ini adalah tabel tentang bahasa sansekerta, yaitu :

NoLanguage InggrisUcapanBahasa Indonesia
1CertificateSe(r)tifikeitSertifikat
2CensorSensorSensor
3CanteenKantiinKantin
4CorruptionKorapsienKorupsi
5CheckCekCek
6CharterCarterCarter
7ChocolateCokeleitCoklat
8CharacterKarakte(r)Karakter
9QualityKwolitiKualitas
10QuantityKwontitiKuantitas
11QuotaKwotaKuota
12QuizKwizKuiz

Demikianlah pembahasan makalah mengenai Bahasa Sansekerta. Semoga bermanfaat ya ….

Artikel lainnya :