Contoh Storyboard

Posted on

Contoh Storyboard- Tentang Pendidikan, Sekolah, Indonesia, Persahabatan, Iklan, Dll- Hallo sahabat pembaca yang budiman, pada kesempatan kali ini penulis akan berbagi ilmu mengenai Contoh Storyboard dan beberapa penjelasan tentangnya.

Istilah storyboard mungkin terdengar asing bagi sebagian orang, namun bagi yang tebiasa bergerak di bidang desain grafis, istilah storyboard ini mungkin sudah tidak asing lagi. Sebab, di dalam storyboard terdapat proses gambar – menggambar sebuah sketsa ataupun gambar tentang kejadian – kejadian yang ada pada sebuah video atau film. Biasanya adalah film pendek.

Yang paling sering storyboard ini digunakan adalah pada saat pembuatan film pendek animasi, karena di dalamnya membutuhkan gambar – gambar yang banyak.

Baiklah, untuk mengetahui lebih dalam mengenai istilah Storyboard dan contohnya ini. Mari langsung saja kita simak uraian materinya di bawah berikut ini!

Sejarah tentang Storyboard

Menurut sejarah, awal adanya storyboard pertama kali yakni saat di kembangkan pada studio Walt Disney, yakni salah satu produksi film animasi yang cukup terkenal, sekitar pada tahun 1930an. Awal perkembangan dari storyboard di dalam disney ini saat terjadi proses revolusi buku – buku komik yang mana terbentuk dalam sebuah sketsa cerita yang sudah di buat. Dari sejak tahun 1920 yang telah berujuan untuk menggambarkan suaut konsep mata pelajaran dari kartun animasi pendek.

Menurut Diane Disney Miller, ia menerangkan bahwa awal kata storyboard ini di lafalkan sekitar pada ahun 1933, yang di buat oleh seorang animator yang bernama Webbsmitt.

Webbsmitt mendapatkan ide dari sebuah gambar adegan film pada lembaran – lembaran kertas yang terpisah, kemudian ia menyusunnya pada sebuah papan buletin lalu berusahan untuk membuat sebuah urutan cerita bergambar.

Selain studia Walt Disney di atas, kemudian studia yang bernama Waltherlants Production juga memulai mengembangkan sebuah sketsa cerita jadi storyboard sekitar pada awal tahun 1935.

Baca Juga :   Struktur Jamur

Setahun kemudian menyusul dari studio Ising dan Leon Schlesinger juga mengaplikasikan sebuah konsept dari storyboar sekitar pada tahun 1936.

Dan pada akhirnya, hampir kira – kira seluruh studio menggunakan konsep storyboar untuk menggantikan sketsa cerita yakni sekitar pada tahun 1937 sampai 1938.

Pengertian Storyboard

Storyboard ialah sebuah konsep sketsa bergambar yang dibuat secara berurutan sesuai dengan naskah pada cerita.

Storyboard ini dapat menjadikan pembuat sebuah cerita menjadi lebih mudah serta dalam penyampaian pesan dalam sebuah film pun juga akan lebih mudah untuk di tangkap oleh penonton.

Sebab, dalam storyboard cerita akan di sajikan dalam bentuk gambar animasi yang mana penonton akan lebih mudah untuk membayangkan tentang sebuah cerita dengan mengikuti gambar cerita tersebut sehingga akan menciptakan pandangan yang sama antara penonton dan si pembuat film.

Pengertian lain bahwa storyboard merupakan sebuah gamabaran dalam cerita yang berbentuk sketsa yang di sajikan secara berurutan sesuai dengan alur cerit ayng telah dibuat.

Fungsi Storyboard

Fungsi utama pada konsep cerita pada Storyboard ini adalah dapat menyampaikan suatu ungkapan ataupun ide gagasan dengan secara kreatif.

Beberapa fungsi lain mengenai konsep storyboard ini adalah :

  1. Di dalam pembuatan sebuah film seperti storyboard ini, maka harus dapat berguna untuk menggambarkan suatu alur cerita dengan berdasarkan garis besarnya saja dan dari bagian awal, tengah hingga akhir.
  2. Kemudian berguna dalam membuat suatu perencanaan pada sebuahfilm.
  3. Secara keseluruhan storyboard bisa memudahkan dalam menyusun dan memahami tentang sebuah alur film.
  4. Storyboard juga berguna untuk menggambarkan tentang alur cerita game.

Tujuan pada Storyboard

Adapun mengenai beberapa tujuan dari Storyboard yaitu sebagai berikut :

  1. Untuk panduan bagi setiap orang yang sedang terlibat didalam pembuatan sebuah film seperti :sutradara, lighting, dan kameramen.
  2. Memungkinkan bagi seorang pembuat sebuah film untuk mempresvisualisasikan mengenai ide-ide gagasannya.
  3. Sebagai sebuah alat untuk mengkomunikasikan tentang sebuah ide keseluruhan dalam sebuah film
  4. Menjelaskan mengenai sebuah alur narasi dari dalam sebuah cerita.
  5. Berperan di dalam peneran pewaktuan atau “timing” pada sequence, percobaan dengan melihat sudut padang pada kamera, perpindahannya serta kesibambungan atau “continuty” antara suatu elemen-elemen dalam di dalam sebuah frame.

Hal yang Harus Diperhatikan dalam Pembuatan Storyboard

Ada beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam pembuatan sketsa storyboard, yaitu sebagai berikut :

  1. Mengidentifikasi tentang suatu kebutuhan pembuatan pada projek
  2. Menentukan tentang bentuk projek yang akan di susun
  3. Menentukan sebuah topik yang akan di angkat dalam film
  4. Menentukan sasaran dan tujuan di dalam pembuatan film
  5. Menentukan kelebihan produk yang akan di buat
  6. Syarat khusus yang dari clien
  7. Menentukan jumlah scene yang akan di tampilkan
  8. Mentukan tentang perasaan yang di harapkan dari para audience
  9. Budget atau angggaran
  10. Mencari data sebanyak – banyak dan di kumpulkan
Baca Juga :   Sistem Reproduksi Manusia

Data diatas dapat kita kumpulkan dengan melakukan bebrapa langkah yaitu :

  1. Wawancara atau interview
  2. Observasi atau mengamati medokumentasikan
  3. Study litoratur

Proses dalam Pembuatan Storyboard

Berikut dibawah ini adalah beberapa proses pembuatan storyboard, yakni diantaranya yaitu :

  1. Storyboard ialah sebuah visualisasi ide dari suatu aplikasi yang akan dibangun, sehingga bisa memberikan suatu gambaran dari aplikasi yang akan dihasilkan ataupun di capai.
  2. Bagi seorang pembuat Storyboard makaharus mampu menceritakan tentang sebuah cerita yang bisa menarik audiens, maka seorang pembuat storyboard harus mampu mengetahui berbagai macam enis film, dengan menggnakan pengertian tampilan yang bagus, komposisi atau komponen, gambaran berurut serta editing. Mereka itu harus mampu untuk bekerja sendiri maupun dalam tim erta harus siap menerima arahan dan juga bersiap untuk membuat perubahan terhadap suatu hasil kerja mereka.
  3. Sebelum langkahmembuat Storyboard, disarankan agar membuat terlebih dahulu cakupan Storyboard di dalam bentuk rincian naskah yang nantinya akan dituangkan secara detail dalam bentuk grafik dan visual untuk mempertegas dan memperjelas tentang suatu tema. Batasan produksi yang terakhir akan dijelaskan agar dapat sesuai dengan jenis produksi yang telah ditentukan, contohnya seperti : Storyboard yang mana akan digunakan untuk sebuah film, kartun, iklan,dan video.
  4. Bagi proyek tertentu, pembuat Storyboard bisa memerlukan suatu keterampilan dalam menggambar yang bagus dan juga kemampuan dalam beradaptasi terhadap sebuah gaya yang bermacam – macam. Mereka juga harus mampu dalam mengikuti desain yang telah dikeluarkan serta mampu menghasilkan hasil kerja secara konsisten, yang mana digambarkan pada sebuah model.

Penggunaan Sebuah Storyboard

Dibawah ini adalah beberapa macam penggunaan Storynoard, diantaranya adalah :

1. Film

Storyboard dalam sebuah film dapat memberikan kontribusi seperti dalam pengaturan tata letak visual, penunjukan sebuah gerakan, dan yang lainnya.

2. Animasi

Storyboard dalam sebuah karaya animasi juga memiliki peran sebagai pemberi ide dalam sebuah adegan gerakan dan waktu.

Baca Juga :   Soal Pendidikan Agama Islam (PAI) Kelas 3

3. Photomatic

Photomatic adalah sebuah rangkaian foto – foto yang di edit secara bersamaan kemudian di sajikan dalam sebuah layar secara berurutan.

4. Buku – Buku Komik

Komik merupakan sebuah buku cerita bergambar. Storyboard biasa digunakan untuk menunjukkan mengenai pementasan tokoh dan scrpting buku komik.

5. Bisnis

Storyboard dalam sebuah bisnis biasa di gunakan untuk pembuatan layanan iklan, tentang usulan ataupun presentasi bisnis serta yang lainnya.

Komponen – Komponen dalam Storyboard

Ada beberapa macam komponen-komponen dalam Storyboard diantaranya adalah :

  1. Bentuk adegan atau potongan-potongan gambar sketsa
  2. Bentuk (alurcerita) untuk memperjelas gambar sketsa
  3. Bentuk dramatisasi (adegan yang berisi tentang adegan karak tertentu)

Storyboard ini secara gamblang juga dapat memberikan tentang tataletak visual dari sebuah adegan seperti yang terlihat pada lensa kamera.

Dibawah ini adalah tampangan gambar templet dalam storyboard :

Dalam sebuah templete storyboard diatas, harus ada beberapa komponen yang harus di penuhi yaitu :

  1. Bagian Judul
  2. Bagian Sub Judul
  3. Bagian Visual
  4. Bagian Audio
  5. Bagian Dialog atau Action 
  6. Bagian Properties 

Prinsip Storyboard

Ada beberapa prinsip dalam storyboard, yaitu :

  1. Pesan visual harus kreatif (asli, luwes dan lancar),
  2. Komunikatif,
  3. Efisien dan efektif,
  4. Sekaligus indah atau estetis.

Dan juga harus memenuhi beberapa konsep seperti : KONSEP 5 W + 1 H = “What, Why, Who, Which, Where, How“.

Yang meliputi :

  1. Ide cerita dan pesan apa yang disajikan dalam naskah
  2. Apa jenis genre dan suasana yang hendak dicapai
  3. Apa settingnya (lokasi dan waktu) dan bagaimana alurnya
  4. Kepada siapa cerita ini diperuntukan (anak – anak, dewasa, atau segala usia)
  5. Bagaimana tata cara pengambilan sebuah gambar seperti pemilihan sebuah warna, framing, dan juga anglenya.
  6. Apa peluang dan target dari pembuatan film tersebut
  7. Apa yang diperlukan untuk mendukung cerita (property, wardrobe,actor/aktris)
  8. Kebiasaan, pola dan cara
  9. Teknik Pendekatan komunikasi dan kreatif apa yang tepat untuk itu

Contoh Storyboard

Di bawah ini adalah beberap contoh gambar storyboard yaitu sebagai berikut :

Contoh Storyboard Pendidikan

Contoh Storyboard tentang Indonesia

Contoh Storyboard tentang Persahabatan

Contoh Storyboard tentang Corona

Demikianlah pembahasan makalah tentang Contoh Storyboard. Semoga bermanfaat ….

Baca juga :