Drama Tradisional

Posted on

Drama Tradisional- Ciri-Ciri, Jenis, Unsur, Dan Contohnya Lengkap- Hallo sahabat pembaca yang budiman, pada kesempatan yang berbahagia kali ini kita akan membahas makalah tentang Drama Tradisional lengkap.

Tentunya kita sudah tidak asing lagi mendengar istilah drama, sebab setiap hari kita sudah di suguhi berbagai macam drama yang ada di televisi maupun di youtube.

Namun, drama tersebut memiliki 2 macam yaitu drama tradional dan drama modern.

Hari ini kita akan mengupas tuntas mengenai masalah drama tradisional lengkap sampai ke contohnya.

Untuk itu mari langsung saja kita simak uraian materinya di bawah berikut ini!

Pengertian Drama Tradisional

Drama atau teater adalah sebuah pertunjukkan yang mana para peserta drama tersebut berasal dari tempat atau daerah asal dengan memainkan sebuah cerita tentang kisah – kisah yang sudah pernah terjadi sejak dahulu yang mana di akui oleh masyarakat bawah kisah itu memang benar adanya. Contohnya seperti : legenda atau mitos dari suatu daerah.

Segala sesuatu yang di butuhkan dalam drama teater tradisional ini biasanya di siapkan sesuai dengan keadaan adat istiadat setempat, yang kemudian di olah sesuai dengan keadaan yang sama dengan keadaan sosial masyarakat setempat serta dengan kondisi struktur geografis daerah setempat.

Ciri – Ciri Teater Tradisional

Di setiap daerah memiliki keunikan atau ciri khas drama tersendiri yang menjadi salah satu keunggulan mereka. Namun, pada dasarnya, ciri – ciri dari sebuah drama atau teater ini sifatnya adalah sama yaitu sebagai berikut :

Tidak adanya Naskah

Teater tradisional pada umumnya tidak memakai naskah. Para pelaku biasanya hanya diberikan garis besar ceritanya saja. Mereka akan berbicara secara spontan mengikuti pembicaraan oleh para pelaku lain. Oleh sebab itu, para pelaku dituntut dapat berimprovisasi. Apabila tidak bisa, maka jalannya sebuah pertunjukan akan tersendat – sendat.

Baca Juga :   Contoh Majas Simbolik

Persiapan pentas Dilakukan Secara Sederhana

Pada umumnya drama atau teater tradisional tidak mempunyai perencanaan yang formal dan tidak pada penjadwalan secara rinci. Persiapan tempat, latihan, dan juga persiapan acara dilaksanakan secara sederhana. Contohnya, persiapan yang dilakukan tanpa menggunakan naskah, pelaku hanya akan diberi garis besar ceritanya. Sutradaranya juga tidak membuat perencanaan latihan secara formal, latihannya hanya dilakukan pada saat pemain akan pentas. Pada saat pelaksanaan acara, persiapan peralatannya pun juga dilakukan secara sederhana. Dekorasi, lalu tata rias, tata busana, tata letak lampu, dan tata musik juga dipersiapkan secara sederhana.

Ceritanya Monoton

Cerita drama tradisional umumnya monoton, tak beragam dan tak bervariasi seperti pada bervariasinya kehidupan manusia. Biasanya ceritanya diambil dari sebuah cerita rakyat daerah setempat, contohnya : cerita dongeng, hikayat, ataupun cerita kepahlawanan (epos) daerah setempat. Ini berbeda dengan drama modern yang ceritanya lebih bervariasi lagi. Teater modern biasanya bercerita tentang segala hal aspek kehidupan manusia, seperti : hal keagamaan, ekonomi, kemasyarakatan serta budaya.

Menyatu dengan Masyarakat

Teater tradisional lebih bersifat fleksibel, yang artinya sebuah pertunjukan yang bisa dilaksanakan dimana saja, drama tradisional tidak memerlukan suatu tempat yang khusus. Bahkan, dapat menyatu dengan semua elemen masyarakat. Hal ini disebabkan karena sebuah drama tradisonal tidak memerlukan sesuatu perlengkapan yang kompleks.

Jenis Teater Tradisional

Adapun jenis -jenis teater drama ada 3 macam jenis yaitu sebagai berikut :

Jenis Teater Rakyat

Sifat pada teater rakyat ini adalah sama halnya seperti tradisional, yakni improvisasinya , sederhana, spontannya dan menyatunya dengan sebuah kehidupan rakyat. Contohnya adalah seperti :
Teater Makyong dan teater Mendu pada daerah Riau dan Kalimantan Barat, Randai dan teater Bakaba di daerah Sumatera Barat, Ketoprak, Srandul, Jemblung dari Jawa Tengah dan lain sebagainya masih banyak lagi.

Jenis Teater Klasik

Sifat pada teater ini sudah cukup mapan, yang artinya adalah segala sesuatunya sudah cukup teratur, dengan ceritanya, pelaku yang sudah terlatih, gedung pertunjukkan yang sudah memadai dan juga tidak lagi menyatu dengan kehidupan rakyat atau penontonnya. Lahirnya jenis teater drama ini adalah berasal dari pusat kerajaan. Yang sifatnya feodalistik tampak jelas dalam jenis teater ini. Contohnya yaitu seperti : cerita wayang kulit, wayang orang dan wayang golek. Ceritanya berjalan statis, tetapi mempunyai sebuah daya tarik berkat kretatifitas si dalang atau pelaku teater drama tersebut di dalam menghidupkan sebuah lakon.

Baca Juga :   Kutipan Langsung dan Tidak Langsung

Jenis Tetaer Transisi

Teater transisi ini adalah jenis teater yang bersumber dari teater drama tradisional, namun gaya penyajiannya sudah cukup dipengaruhi oleh teater barat. Jenis teater seperti ini contohnya adalah : cerita komedi istambul, cerita sandiwara dardanela, cerita srimulat dan lainnya.

Pola ceritanya ialah sama dengan drama teater ludruk ataupun ketoprak, tetapi jenis ceritanya ini diambil dari dunia modern saat ini. Musiknya, dekor dan properti lainnya juga menggunakan tehnik barat.

Unsur-Unsur Teater Tradisional

Adapun unsur – unsur yang terkadung dalam teater drama disini adalah sebagai berikut :

Tema

Tema ialah buah pikiran pokok yang mendasari jalannya kisah dalam drama.

Plot

Plot ialah serangkaian suatu peristiwa atau jalannya suatu kisah di dalam drama.

Berikut ini adalah tahapan – tahapan dalam plot yaitu :

Eksposisi

Eksposisi adalah tahapan perkenalan tokoh melalui sebuah adegan-adegan dan dialog yang mengantarkan para penonton pada suatu keadaan yang nyata.

Konflik

Konflik merupakan sebuah peristiwa atau kejadian yang terjadi yang melibatkan para tokoh dalam suatu masalah.

Komplikasi

Komplikasi adalah suatu insiden yang terjadi di mulai dari berkembang dan menimbulkan suatu konflik yang semakin banyak, rumit dan juga saling terkait namun belum tampak pemecahan suatu masalahnya.

Klimaks

Klimaks adalah suatu puncak dari dari sebuah cerita.

Penyelesaian

Penyelesaian merupakan sebuah tanggapan akhir dalam sebuah cerita.

Penokohan

Penokohan di dalam sebuah teater atau drama mencakup beberapa hal di antaranya adalah sebagai berikut:

Aspek Fsikologis

Aspek ini berkaitan dengan suatu penamaan, pameran dan juga keadaan fisik tokoh. Keadaan fisik contohnya adalah seperti : tinggi, pendek, warna rambut, rambut panjang, gemuk, kurus ataupun warna kulit dan lain sebagainya.

Baca Juga :   Struktur Novel - Pengertian, Ciri, Struktur Dan Unsur - Unsurnya Lengkap

Aspek Sosiologis

Aspek ini ada kaitan dengan keadaan sosial pada suatu tokoh, yaitu : interaksi ataupun sebuah peran sosial bagi para tokoh dengan tokoh yang lain.

Aspek Sosiologis

Aspek sosiologis ini berkenaan dengan sebuah karakter yaitu : keseluruhan ciri-ciri pada jiwa ataupun pada kepribadian seorang tokoh.

Dialog

Dialog ialah sebuah percakapan antara tokoh dan juga yang bersamaan di dalam suatu gerak ataupun adegan yaitu untuk merangkai sebuah jalan pada sebuah kisah.

Bahasa

Bahasa ialah sebuah bahan dasar naskah ataupun skenario didalam wujud kata dan juga kalimat.

Ide dan Pesan

Ide dan pesan ialah merupakan pertunjukan yang harus dapat di tuliskan oleh penulis dan di terapkan di atas panggung olehpara pemeran.

Setting

Setting atau latar ialah keadaan suatu tempat dan suasana pada saat terjadinya suatu adegan di atas panggung.

Contoh Drama Tradisional

Berikut ini adalah beberapa macam dan contohnya tentang drama tradisional yaitu :

Wayang

Wayang telah dikenal sejak zaman prasejarah yakni sekitar pada tahun 1500 sebelum Masehi. Wayang adalah seni tradisional Indonesia yang sudah terutama berkembang dari Pulau Jawa dan Bali.

Makyong

Makyong ialah sebuah seni teater tradisional masyarakat yang berasal dari Melayu yang sampai sekarang masih sangat digemari dan sering dipertunjukkan oleh masyarakat sebagai dramatari di dalam suatu forum internasional. Makyong ini dipengaruhi oleh suatu budaya yang bersal dari adat Hindu-Buddha Thai dan Hindu-Jawa.

Drama Gong

Drama Gong ialah salah satu bentuk seni pertunjukan yang berasal dari Bali yang mana masih relatif muda usianya dan yang diciptakan dengan jalan memadukan suatu unsur- unsur drama modernbali dengan unsur-unsur kesenian tradisional Bali.

Dan masih banyak lagi seni drama teater tradisional yang ada di tanah air kita Indonesia ini.

Demikianlah pembahasan makalah tentang Drama Tradisional. Semoga bermanfaat ya ….

Baca juga :