Faktor Penyebab Konflik

Posted on

Faktor Penyebab Konflik, Faktor Penyebab Konflik Sosial, Penanggulangan faktor-Faktor Penyebab Konflik Sosial, Dll – Hallo sahabat pembaca yang budiman, semoga kita selalu dalam limpahan rahmat dan kasih sayang dari Allah ta’alaa. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas Faktor Penyebab terjadinya Konflik Sosial didalam masyarakat.

Apa itu yang dimaksud konflik ? Konflik adalah kata kerja yang berasal dari bahasa latin yaitu configere yang artinya saling memukul. Menurut ilmu sosiologi, konflik dapat diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih yang dari salah satu orang tersebut berusaha untuk menyingkirkan orang yang lain dengan cara menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.

Dalam hal ini, semua orang pasti pernah mengalamai apa itu yang dinamakan konflik. Baik itu antara perorangan, kelompok masyarakat bahkan negara. Konflik dapat dihilangkan jika pelaku konflik tersebut juga hilang.

Dibawah ini akan kita bahas tentang faktor penyebab terjadinya konflik sosial dimasyarakat. Untuk itu mari kita simak terus uraian materinya dibawah berikut ini !

Pengertian Konflik Menurut Para Ahli

Berikut ini ada beberapa pengertian tentang konflik menurut para ahli yaitu :

Soerjono Soekanto

Pertama yakni menurut Soerjono Soekanto beliau mengatakan bahwa konflik adalah suatu proses sosial di mana individu atau kelompok berusaha untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menantang pihak lawan dan disertai dengan ancaman juga kekerasan.

Baca Juga :   Materi Lembaga Sosial

Gillin dan Gillin

Kedua yakni menurut Gillin yang mengatakan bahwa konflik sosial adalah bagian dari suatu proses sosial yang terjadi dengan sebab adanya perbedaan – perbedaan fisik, kebudayaan, emosi, dan perilaku.

Robert M. Z Lawang

Ketiga adalah menurut Robert bahwa konflik adalah sebuah perjuangan untuk memperoleh hal – hal yang langka seperti, status, kekuasaan, nilai, dan lain – lain.

Lewis A. Coser

Ke empat adalah menurut Lewis mengatakan bawha konflik adalah sebuah perjuangan yang bersangkutan dengan nilai – nilai atau tuntunan terhadap status, kekuasaan yang bermaksud untuk menetralkan, mencederai, bahkan melenyapkan lawan.

Minnery

Yang terakhir adalah menurut Minnery, bahawa konflik adalah sebuah interaksi antara dua atau lebih, dan kedua pihak tersebut saling ketergantungan, akan tetapi terpisahkan oleh tujuan.

Itulah pengertian dari beberapa para ahli yang dapat kita jadikan sebagai patokan tentang apa itu yang dimaksud sebuah konflik.

Baca : Materi Konflik Sosial

Faktor Penyebab Terjadinya Konflik Sosial

Berdasarkan Undang – Undang Nomor 7 Tahun 2012 Pasal 5 Tentang Penanganan Konflik Sosial, bahwa dirumuskan sumber – sumber konflik sosial, yaitu :

UU Nomor 7 Tahun 2012 Pasal 5 tersebut berbunyi sebagai berikut :

“Konflik dapat bersumber dari :

  1. permasalahan yang berkaitan dengan politik, ekonomi, dan sosial budaya
  2. Perseteruan antarumat beragama dan/atau interumat beragama, antarsuku, dan antaretnis;
  3. Sengketa batas wilayah desa, kabupaten/kota, dan/atau provinsi
  4. Sengketa sumber daya alam antarmasyarakat dan/atau antarmasyarakat dengan pelaku usaha
  5. Distribusi sumber daya alam yang tidak seimbang dalam masyarakat.”

Baca : Mengetahui Pengertian, Dasar Hukum, Tugas Dan Fungsi Perwakilan Diplomatik Terlengkap

Faktor Lain

Secara umum, faktor penyebab terjadinya konflik dapat dijelaskan yakni sebagai berikut :

1. Disparitas Individu

Konflik sosial dapat terjadi karena perbedaan suatu keyakinan serta tidak hanya terjadi antar umat beragama tetapi juga intraumat beragama.

Baca Juga :   Penyebaran Keanekaragaman Hayati di Indonesia

Setiap individu pada dasarnya berbeda dengan yang lainnya seperti perbedaan dalam hal sifat, sikap, suku, pendirian dan keinginan, kepentingan dan keyakinan/agama. Dan juga perbedaan masalah sikap politik yang tak jarang juga dapat menimbulkan sebuah perbedaan sikap politik menjadi benih timbulnya konflik sosial dalam masyarakat.

Conothnya seperti kasus HTI, kasus pengikut Ahmadiyah di Mataram dan Bandung, kasus yang terjadi pada pengikut Syiah di Sampang serta pembakaran gereja di Aceh Singkil, dan penyerangan dan pembakaran masjid di Tolikara, serta masih banyak lagi.

2. Disparitas Kebudayaan

Kebudayaan, nilai-nilai serta macam-macam norma yang dianut oleh setiap masyarakat dimasing – masing daerah tentu juga mengalami perbedaan. Terkadang dalam proses interaksi antara dua budaya, tidak jarang dapat menimbulkan sebuah gesekan yang berujung pada konflik sosial.

3. Konflik Kepentingan

Dalam hal sebuah kepentingan, setiap orang pasti memiliki kepentingan pribadi, maupun kelompok yang berbeda – beda. Berangkat dari sebuah perbedaan kepentingan tersebut dapat membawa ke arah konflik apabila kedua kepentingan ini mengalami benturan.

Contohnya seperti demo buruh yang menuntut kenaikan upah kepada pengusaha dalam suatu perusahaan.

4. Adanya Perubahan Sosial

Perubahan sosial juga dapat menimbulkan sebuah terjadinya konflik sosial sebab seperti ketika setelah terjadinya reformasi bergulir, hampir seluruh tatanan hidup berbangsa dan bernegara mengalami perubahan.

Hal ini dapat ditandai dengan sebuah Perubahan UUD 1945. Namun, di masing – masing daerah proses perubahan sosial ini tidak sama sehingga menimbulkan konflik sosial.

Indikator Pemicu Terjadinya Konflik Sosial

Secara tidak langsung maupun langsung, konflik bisa terjadi sebab beberapa indikator pemicu. Secara garis besar indikator tersebut seperti :

  1. Adanya unjuk rasa sebagai bentuk protes
  2. Adanya kerusuhan dan pemberontakan
  3. Adanya serangan yang menggunakan senjata
  4. Jatuhnya korban jiwa
Baca Juga :   Litosfer Adalah

Pencegahan dan Penyelesaian Konflik Sosial

Agar terhindar dari terjadinya suatu konflik sosial, maka setidaknya kita sebagai masyarakat dapat merealisasikan 8 pokok dibawah berikut ini :

Ada 8 pokok bentuk perundingan, yaitu :

  1. Toleransi.
    Toleransi ini meliputi siakap seperti : sikap saling menghargai, menghormati serta memahami keberadaan, pendirian, serta keyakinan pihak lain.
  2. Konfersi.
    Konfersi seperti : sikap bersedia menerima keberadaan serta pendirian pihak lain
  3. Kompromi.
    Kompromi adalah melakukan kesepakatan antara kedua belah pihak untuk saling mengalah, memberi dan menerima.
  4. Konsiliasi.
    Yaitu sebuah upaya yang dilakukan guna mencapai kesepakatan bersama antara dua pihak melalui pihak ketiga.
  5. Mediasi.
    Adalah sebuah proses perundingan yang dilakukan dengan melibatkan pihak ketiga yang netral.
  6. Arbritasi.
    Yaitu kedua belah pihak yang berkonflik memilih pihak ketiga sebagai upaya untuk melakukan penyelesaian konflik.
  7. Ajudikasi.
    Yakni penyelesaian konflik dengan cara diselesiakan melalui pengadilan.
  8. Genjatan senjata.
    Yaitu upaya penghentian peperangan dalam jangka waktu tertentu sambil mencari jalan damai.

Baca : Isi Dwikora 3 Mei 1964 Serta Kronologi Sejarahnya

Demikianlah pembahasan makalah tentang Faktor Penyebab Terjadinay Konflik Sosial. Semoga bermanfaat ya ….