Jangka Sorong- Pengertian, Sejarah, Bagian-Bagian, Cara Menggunakan

Posted on

RumusBilangan.com- Di Bab ini kita akan membahas dan memahami tentang apa itu Jangka Sorong- Pengertian, Sejarah, Bagian-Bagian dan Cara Menggunakannya. Jangka Sorong merupakan salah satu alat ukur yang sering digunakan oleh orang-orang yang memiliki profesi sebagai tekniksi  atau mekanis. Selain itu pula, bagi orang yang sedang menempuh pelajaran serta mendalami ilmu teknik dan mekanikal tentu sudah tidak asing dengan alat yang satu ini.

Gambar Jangka Sorong
Gambar Jangka Sorong

Karena pada umumnya jangka sorong ini digunakan untuk mengukur diameter suatu benda atau lubang-lubang pipa. Selain itu, juga masih banyak fungsi yang lain lagi yang dimiliki oleh alat ukur ini.

Untuk itu, Agar kita bisa lebih memahami lagi mengenai jangka sorong ini, yuk kita simak artikel berikut ini dengan yang mana akan mengupas secara detail mengenai jangka sorong, baik dari Pengertian, Sejarah, Bagian-Bagian dan Cara Kegunaannya.

Pengertian Jangka Sorong

Jangka Sorong ialah salah satu alat ukur yang memiliki ketelitian yang dapat mencapai seperseratus milimeter. Yang tersusun dari dua bagian, yakni: bagian diam dan bagian bergerak.

Hasil dari pembacaan pengukuran jangka sorong ini bergantung kepada keahlian dan ketelitian pengguna maupun alatnya.

Jangka Sorong ini sebagian telah ada keluaran terbaru yang mana sudah dilengkapi dengan display digital. Serta pada versi analog, umumnya tingkat ketelitiannya ialah 0.05mm untuk jangka sorong di bawah 30 cm dan 0.01 untuk yang di atas 30 cm.

Berikut adalah contoh jangka sorong digital dan analog:

Gambar Jangka Sorong Analog
Gambar Jangka Sorong Analog
Gambar Jangka Sorong Digital
Gambar Jangka Sorong Digital

Cara Membaca Jangka Sorong

Selanjutnya adalah cara membaca jangka sorong:

Ada beberapa langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam menggunakan dan membaca alat ukur jangka sorong ini.

Perhatikanlah langkah-langkahnya sebagai berikut:

  1. Periksa terlebih dahulu kondisi alat ukur jangka sorong, apabila terdapat debu atau kotoran bersihkan terlebih dahulu agar tidak mengganggu hasil pengukurannya nanti.
  2. Geser jangka sorong hingga rapat, lalu pastikanlah bahwa nilai pengukuran sudah berada tepat pada posisi Nol.
  3. Bersihkan lagi permukaan benda yang akan diukur, hingga betul-betul tidak terdapat material lainnya yang dapat mengurangi keakuratan dan ketelitian hasil pengukuran.
  4. Kemudian lakukan pengukuran dengan cara menggeser jangka sorong sehingga cocok dengan benda yang akan diukur.
  5. Kemudian pastikan posisi benda yang akan diukur betul-betul telah terjepit dengan baik atau terukur secara benar.
  6. Pastikan posisi jangka sorong benar-benar sudah lurus, baik secara vertikal maupun horizontal.
  7. Baca hasil pengukuran secara seksama dan seteliti mungkin.
  8. Lihatlah hasil pengukuran yang telah ditunjukkan pada skala utamanya, dengan memperhatikan terlebih dahulu posisi yang ditunjuk oleh garis angka 0 pada skala vernier (Nonius).
  9. Kemudian, perhatikan garis angka lainnya pada skala vernier yang menunjukkan posisi terlurus terhadap nilai pada skala utamanya.
  10. Jika posisi yang paling lurus berada pada angka Nol dari garis skala vernier, maka itu bermakna hasil pengukuran adalah nilai bulat atau bukan desimal.
  11. Namun jikalau tidak tepat berada pada angka nol, perhatikan hasil yang mendekati, dengan cara memperhatikan angka lainnya yang paling lurus dengan garis skala utama, maka hasil ini dapat disimpulkan nilainya adalah desimal dari hasil pengukuran utama tersebut.
Baca Juga :   Suhu - Pengertian, Jenis, Rumus, Alat Pengukur

Berikut perhatikan gambar kegunaan jangka sorong:

Sejarah Ditemukannya Jangka Sorong

Jangka sorong sudah ditemukan sejak zaman yunani dan romawi kuno, namun bentuknya pada saat itu  berbeda dengan yang ada pada saat ini.

Hal ini dibuktikan dengan telah ditemukannya alat ukur yang mirip seperti jangka sorong pada reruntuhan insiden kecelakaan kapal The Greek Giglio Wreck.

Bangsa China juga dianggap telah menggunakan alat ukur jangka sorong ini ketika masa era Dinasti Han (202-220 SM). Alat ukur tersebut dibuat dari bahan perunggu yang bertuliskan tanggal pembuatannya.

Selain digunakan untuk mengetahui ukuran suatu benda.

Zaman dahulu bangsa Eropa juga sudah menggunakannya sebagai penunjuk arah.

Jangka sorong yang biasa kita gunakan pada saat ini adalah jangka sorong yang ditemukan di kota Oranan, Perancis pada tahun 1600-an.

Alat ukur ini dirancang dan dibuat oleh seorang ahli Matematika dan sains bernama Pierre Vernier.

Beliau ialah orang yang menciptakan skala yang diberi nama skala vernier atau lebih dikenal sebagai skala nonius.

Penjelasan mengenai skala nonius terdapat dalam bukunya yang berjudul “La construction, visage, et les proprietes fue quadrant nouvea de mathmatiques“.

Skala nonius ialah sebuah skala yang terdapat dalam jangka sorong.

Pemakaian nama skala nonius ini dipakai oleh kebanyakan orang yang hidup sejak sebelum abad ke 19. Dimana nama skala tersebut ditemukan oleh seorang yang berkebangsaan spanyol yang bernama Dedron Nunes.

Namun pada awal abad ke-19, seorang bangsawan berkebangsaan Perancis mengubah nama skala tersebut kembali menjadi skala vernier.

Jangka sorong modern yang sering digunakan orang-orang sekarang ini adalah pertama kali diproduksi oleh Joseph Brown pada tahun 1851.

Baca Juga :   Asas Black - Pengertian, Bunyi, Rumus Dan Contoh Soal

Mengenal Bagian-Bagian Jangka Sorong

Jangka sorong adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur panjang dan tersusun dari beberapa bagian. Bagian-bagian tersebut ialah  skala utama, skala nonius, rahang pengatur garis tengah dalam, rahang pengatur garis tengah luar dan pengukur kedalaman.

Berikut adalah penjelasan detail mengenai setiap bagian-bagiannya tersebut:

1. Rahang Pengatur Garis Tengah Dalam

Bagian yang pertama ialah rahang pengatur garis tengah dalam atau rahang dalam yang dalam bahasa inggris disebut inner jaws. Pada bagian ini tersusun atas dua bagian, yaitu: bagian pertama adalah bagian yang tetap atau tidak bergeser. Sedangkan bagian yang ke dua, yaitu:bisa digeser.

Bagian rahang dalam atau inner jaws berguna untuk mengukur diameter luar, sisi luar, lebar bagian luar, atau ketebalan luar suatu benda yang akan diukur.

2. Rahang Pengatur Garis Tengah Luar

Selanjutnya ialah bagian rahang pengatur garis tengah luar atau rahang luar yang dalam bahasa inggrisnya disebut outer jaws.

Bagian rahang luar ini juga tersusun dari dua bagian seperti halnya rahang dalam yang terdiri dari bagian yang tidak bisa digeser atau tetap dan bagian yang bisa digeser.

Kegunaan rahang luar atau outer jaws yaitu untuk mengetahui ukuran diameter dalam, sisi dalam, lebar bagian dalam, atau ketebalan dalam suatu benda.

3. Pengukur Kedalaman

Bagian berikutnya yaitu pengukur kedalaman atau dalam bahasa inggris disebut depth measuring blade.

Bagian ketiga ini tersusun dari dua bagian, yaitu: pertama bagian yang tidak bisa bergerak atau tetap dan kedua bagian yang bisa bergeser atau bertambah panjang.

Fungsi dari pengukur kedalaman ialah untuk mengukur kedalaman lubang, ketinggian, ketebalan bagian dalam atau pun bagian luar pada suatu benda.

4. Skala Utama

Bagian lainnya yang ada pada jangka sorong ialah bagian yang tidak bergerak atau tetap.

Pada bagian ini tertulis nilai dan garis-garis yang berfungsi sebagai skala Utama yang berasal dari hasil pengukuran.

Baca Juga :   Penjelasan Lengkap Tentang Fluida Statis, Pengertian, Sifat dan Beberapa Contoh Soalnya

Terdapat 2 macam satuan yang digunakan pada skala utama dari hasil pengukuran, yaitu:

Skala satuan imperial (inch) yang terdapat pada bagian atas dan skala satuan metrik (centimeter dan milimeter) yang terdapat pada bagian bawah.

5. Skala Nonius

Bagian yang terkahir ialah skala nonius atau vernier yang berguna sebagai pentunjuk hasil pengukuran.

Berbeda dengan skala utama yang tidak bisa begerak, skala nonius ini merupakan bagian yang dapat bergeser. Dimana nilai skala nonius juga terdiri dari dua jenis yakni skala imperial (inch) di bagian atas dan skala metrik (milimeter) pada bagian bawah.

Skala nonius ini berguna sebagai penunjuk hasil pengukuran untuk nilai Skala utama dan skala ini nantinya akan dituliskan dalam bentuk bilangan desimal pada hasil pengukuran utama tersebut.

Fungsi dan Kegunaan Jangka Sorong

Fungsi Jangka Sorong
Gambar Fungsi Jangka Sorong

Setelah mengetahui pengertian, cara membaca serta langkah – langkah bagaimana cara menggunakannya dan bagian-bagiannya, maka sekarang kita lengkapi dengan memahami fungsi dari bagian-bagiannya tersebut.

Mari perhatikan nomor pada mgambar diatas dan hubungkan dengan nomor yang ada dibawah ini sebagai penjelasan dari gambar tersebut:

1. Berfungsi untuk Mengukur Panjang

Benda yang ukurannya tidak terlampau panjang bisa di ukur dengan menggunakan alat ini, sebab kebanyakan jangka sorong memiliki batas pengukuran maksimal 25 cm saja.

Meskipun hal ini juga bergantung pada spesifikasi pabrik yang membuat dan menjualnya alat tersebut.

2. Berfungsi untuk Mengukur Diameter Dalam

Untuk melakukan hal ini dapat digunakan jangka sorong yang bisa berguna untuk mengukur diameter dalam suatu benda, yang biasanya di butuhkan pada pabrik-pabrik industri kecil yang mana kadang memerlukan alat untuk mengetahui ukuran diameter sebuah benda seperti lubang besi, pipa atau alat-alat yang lainnya.

3. Berfungsi untuk Mengukur Diameter Luar

Didunia mekanikal dan teknisi, kadang kita juga memerlukan untuk melakukan pengukuran terhadap diameter luar suatu benda.

Misalnya seorang tukang las yang ingin membuat jendela, maka ia akan membutuhkan jangka sorong untuk mengukur diameter besi yang akan digunakan.

4. Berfungsi untuk Mengukur Kedalaman dan Ketinggian

Alat ini di gunakan ada kalanya ketika kita perlu untuk melakukan sebuah pengukuran kedalaman pada sebuah lubang kecil yang tidak bisa dimasuki oleh alat ukur penggaris, namun ada kalanya kita juga perlu menggunakan jangka sorong untuk melakukan pengukuran kedalam atau ketinggian pada sebuah lubang.

 

Demikianlah pembahasan kita mengenai Jangka Sorong. Semoga dapat memberikan manfaat ya …