Kalimat Induktif

Posted on

Kalimat Induktif – Pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai Kalimat Induktif dan hal-hal yang berkaitan didalamnya.

Kalimat Induktif

Nah untuk mempersingkat waktu mari kita simak penjelasan tentang Kalimat Induktif dibawah ini.

Pengertian Kalimat Induktif

Kalimat Induktif merupakan sebuah susunan kalimat, dimana kalimat utama atau Ide Pokoknya terletak di bagian akhir dari sebuah paragraf. Paragraf ini juga diawali dengan sebuah kalimat penjelas yang dapat berupa fakta, contoh, rincian khusus ataupun bukti-bukti yang pada akhirnya akan disimpulkan atau digeneralisasikan ke dalam sebuah kalimat diakhir Paragraf tersebut. Paragraf ini dikembangkan mulai dari pola khusus ke umum.

Paragraf Induktif merupakan salah satu jenis paragraf yang dikembangan dengan Pola Induksi yang berarti memaparkan suatu hal yang khusus, lalu akan disimpulkan dengan hal – hal yang lebih umum diakhir Paragraf. Sehingga letak dari kalimat utamanya berada diakhir sebuah Paragraf.

Ciri – Ciri Kalimat Induktif

Setelah melihat penjelasan diatas, Kalimat Induktif juga mempunyai beberapa ciri yang membedakannya dengan bentuk kalimat yang lainnya yaitu, diantaranya :

  • Kalimat Induktif berisi sebuah gagasan utama, sehingga sering disebut juga sebagai kalimat utama.
  • Kalimat Induktif juga dapat berdiri sendiri dan tidak memiliki sebuah konjungsi sehingga bisa berdiri sendiri.
  • Kalimat Induktif juga bersifat umum, sehingga dapat dikembangkan menjadi sebuah kalimat-kalimat khusus.
  • Kalimat Induktif biasanya terletak di bagian belakang atau akhir dari sebuah paragraf, sehingga dapat disebut juga sebagai kesimpulan.
  • Kalimat ini biasanya diikuti dengan sebuah kata-kata seperti oleh karena itu, oleh sebab itu dan lain sebagainya.

Pola Kalimat Induktif

Kalimat Induktif juga memiliki beberapa pola yang digunakan, supaya Kalimat Induktif tersebut bisa terbentuk dengan jelas. Pola tersebut diantaranya yaitu :

  • Bersifat Khusus,
  • Bersifat Khusus,
  • Bersifat Khusus,
  • Bersifat Umum.
Baca Juga :   Struktur Ginjal

Jenis Pola Pengembangan

Kalimat Induktif juga memiliki beberapa Pola Pengembangan yang diguanakan oleh kalimat tersebut yaitu diantaranya :

  • Pola Pengembangan Generalisasi merupakan sebuah pola pengembangan yang digunakan dengan pernyataan khusus yang hampir mirip dengan sebuah pernyataan dari kalimat utamanya.
  • Pola Pengembangan Kausalitas atau biasa disebut dengan Pola Sebab-Akibat yaitu sebuah pola pengembangan yang digunakan dengan menjabarkan sebuah fakta yang bertujuan untuk mempertegas suatu kesimpulan.
  • Pola Pengembangan Analogi merupakan suatu pola pengembangan yang digunakan dengan membandingkan dua hal, dimana dua hal tersebut memiliki sebuah kesamaan.

Contoh Kalimat Induktif

Dibawah ini merupakan beberapa contoh dari Kalimat Induktif yang sesuai dengan Jenis dan juga Pola Paragraf tersebut yaitu, diantaranya :

Contoh Kalimat Induktif Berdasarkan Jenis:

  1. Generalisasi
    Setelah lembar jawaban ujian dari anak-anak lelas IX D di periksa, ternyata nilai mereka sangat bermacam-macam. Sebanyak 25 siswa dari 37 siswa dikelas tersebut, nilainya telah melebihi dari standar kelulusan. Kemudian sisa dari jumlah siswa yang ada dikelas tersebut mendapat nilai yang pas pada standar kelulusan, dan tidak ada seorang siswa yang mendapat sebuah nilai dibawah standar kelulusan. Sehingga bisa dikatakan dalam kegiatan belajar mengajar di kelas tersebut sudah lumayan cukup berhasil.

  2. Analogi
    Arus dari sebuah informasi saat ini bagaikan hujan yang sangat deras turun ke bumi. Banyaknya sebuah informasi yang lalu lalang di lingkungan masyarakat, akan membuat para pembaca pusing sekaligus juga membingungkan dalam menentukan beberapa informasi yang Valid dan sebuah Informasi yang tidak Valid. Mengasah sebuah daya kritis dan juga selektif dalam memilih beberapa sumber informasi yang menjadi sebuah tips dapat dilakukan dengan membendung arus informasi yang sangat deras seperti hujan.
  3. Sebab-akibat
    Ranti sangat suka makan sembarangan ketika di sekolah. Dia juga tidak pernah memperhatikan sebuah kebersihan dan juga kesehatan dari makanan yang akan ia makan. Dan tidak jarang juga Ranti selalu membeli beberapa makanan yang dijual di warung – warung pinggir jalan. Selain Ia tidak pernah memperhatikan makanannya, Ranti juga tidak pernah menyempatkan diri untuk berolahraga. Ia lebih suka menghabiskan waktu luangnya hanya untuk bermain ataupun bersantai – santai. Padahal olahraga memiliki manfaat yang sangat baik bagi kesehatan dirinya. Ranti juga sangat sering berada di lingkungan yang kotor dan tidak sehat tanpa ia sadari. Bahkan dia sering bergaul dengan teman – teman yang suka merokok, sehingga tanpa disadari Ia pun turut menghisap asap rokok tersebut. Hal ini mengakibatkan Ranti mengidap penyakit yang sangat kronis dan Ia saat ini sedang dirawat di rumah sakit.

  4. Perbandingan
    Aqilla sangat suka menolong setiap orang yang sedang kesulitan. Dia juga selalu bersikap ramah terhadap siapapun dan tidak membeda bedakan derajat seseorang. Tidak seperti adiknya yang bernama Tino, Ia sangat suka menjahili orang-orang yang ada disekitarnya. Tino juga terkenal dengan kenakalannya dibandingkan dengan prestasinya disekolah. Karena hal ini yang menyebabkan mengapa kakak beradik tersebut mendapatkan perlakuan yang berbeda dari teman – temanya.
Baca Juga :   Pantun Jenaka

Kalimat Induktif Berdasarkan Pola Pengembangan :

  1. Pola Generalisasi
    Sapi melakukan perkembang biakan dengan cara melahirkan. Sapi juga seperti manusia, mereka akan melahirkan anaknya setelah mengandung beberapa bulan di dalam perut. Demikian pula dengan seekor Kambing, mereka juga berkembang biak dengan cara melahirkan. Namun Kambing berbeda dengan Sapi, kambing mempunyai massa yang sangat singkat untuk mengandung anaknya. Tidak hanya sapi dan kambing, kerbau juga berkembang biak dengan cara melahirkan anak – anaknya. Hal ini disebabkan karena meraka mempunyai kelenjar susu yang ada pada tubuh mereka dibagian bawah. Oleh karena itu, semua hewan mamalia yang berkaki empat memiliki sebuah kalenjar susu yang ada pada bagian tubuhnya.   
  2. Pola Analogi
    Memilih sebuah jurusan kuliah yang tepat merupakan suatu hal yang gampang-gampang susah, seperti halnya dalam memilih seorang pasangan hidup. Dalam hal tersebut membutuhkan sebuah perhitungan yang matang serta kesadaran akan minat dan juga kemampuan diri adalah salah satu kunci didalam memilih sebuah jurusan. Dua hal tersebut harus diterapkan oleh para calon mahasiswa, agar mereka terlepas dari kesulitan pada saat memilih jurusan kuliah, yang sulitnya hampir sama seperti mencari pasangan hidup.

  3. Pola Kausalitas
    Menanam banyak pepohonan mampu mengurangi penggunaan bahan bakar yang berasal dari fosil dan sebagainya merupakan beberapa usaha yang bisa dilakukan oleh manusia untuk mengurangi dampak dari pemanasan global. Jika upaya-upaya tersebut sudah dilakukan, maka gas yang dihasilkan dari rumah kaca pun akan berkurang bahkan tidak akan terbentuk. Jika gas dari rumah kaca tersebut sudah menipis atau tidak terbentuk, maka pemanasan global tersebut bisa dikurangi.

F.A.Q

Apakah yang dimaksud dengan Kalimat atau Paragraf ?

Kalimat atau Paragraf merupakan suatu bentuk rangkaian dari beberapa kalimat yang saling berkaitan satu sama lain, namun berisi sebuah gagasan atau ide pokok utama yang terjadi di dalamnya.

Baca Juga :   Pengertian Paragraf

Apakah yang dimaksud dengan Kalimat atau Paragraf Induktif ?

Kalimat Induktif merupakan rangkaian kalimat yang mana kalimat utama atau ide pokoknya terletak di bagian akhir dari suatu Paragraf.

Apakah Ciri Khas dari Kalimat / Paragraf Induktif ?

Biasanya Kalimat Induktif diikuti dengan sebuah kata-kata seperti : oleh karena itu, oleh sebab itu dan lain sebagainya.

Demikianlah pembahasan dari artikel kali ini, semoga bermanfaat dan dapat menjadi pengetahuan baru bagi kita semua.

Baca Artikel Terkait Lainnya :

Kalimat Induktif Rating: 5 Diposkan Oleh: Pelajar