Lumut Daun

Posted on

Lumut Daun- Pengertian, Ciri, Reproduksi, Habitat, Dan Contohnya- Hallo sahabat pembaca yang budiman, pada kesempatan kali ini kita akan membahas makalah tentang Lumut, yang pada kali ini kita akan bahas yaitu tentang lumut daun, meliputi dari pengertian, ciri – cirinya, reproduksi, habitat dan contohnya lengkap.

Tumbuhan lumut ialah sebuah jenis tumbuhan tansisi antara suatu tanaman talus dan juga tanaman kormus.Tanaman thallus tidak memiliki akar, batang dan daun yang benar, sedangkan tanaman dengan akar, batang dan daun yang normal memiliki akar yang nyata.

Lalu bagaimana dengan penjelasan Lumut Daun? mari langsung saja kita simak uraian materinya dibawah berikut ini !

Pengertian Lumut Daun

Pengertian dari lumut daun atau biasa disebut dengan Lumut daun yang dalam latinnya disebut Bryopsida atau nama lainnya adalah Musci ialah suatu anggota tumbuhan yang tidak berpembuluh dan juga tumbuhan yang berspora termasuk ke dalam superdivisi pada tumbuhan lumut atau tumbuhan Bryophyta. Tumbuhan lumut daun ialah tumbuhan lumut yang cukup sangat terkenal.

Tumbuhan lumut daun ini memiliki hamparan yang cukup padat dalam suatu kelompok, yang bisa saling menyokong dan saling menguatkan. Hamparan tersebut bersifat seperti busa yang dapat menahan dan menyerap air.

Contoh dari tumbuhan lumut daun ini ialah seperti : lumut gambut, lumut tembok, lumut yang tumbuh di epifit hutan, dan lain – lain.

Dibawah ini adalah contoh dari tumbuhan lumut daun yang biasa tumbuh pada batuatau tembok yang lembab :

Rizoid

Pada dasarnya, lumut daun ini dapat di beagi menjadi tiga macam yaitu : rizoid, daun dan batang.

Rizoid adalah suatu deretan sel yang membentang memanjang serta menyerupai bentuk akar tumbuhan tingkat tinggi. Dengan adanya rizoid ini, tumbuhan lumut daun tersebut bisa menempel pada batu atau tembok atau tempat dimana lumut ini hidup.

Kemudian, terjadinya proses fotosintes yakni pada bagian ujung dari rezoid ini yang memiliki rupa berupa batang atau daun.

Lumut Sejati

Lumut daun memiliki sebutan yaitu lumut sejati karena bentuk dari tubuh lumut ini berbentuk seperti mirip tumbuhan kecil yang berakar, berdaun dan juga berbatang.

Baca Juga :   Ideologi Fasisme

Tumbuhan lumut ini mempunyai banyak sekali spesies yaitu sekitar 10 ribu spesies. Lumut ini bisa tumbuh dimana – mana, karena habitatnya yang tergolong cukup luas dan bisa hidup dimana saja.

Struktur Tubuh

Struktur tubuh pada tumbuhan lumut daun ini bermacam – macam, yakni sesuai dengan habitatnya yang sangat luas sebagai perwujudan dari adaptasi atau penyeseuainnya dengan habitat – habitat yang berbeda – beda.

Dibawah ini adalah gambar struktur dari tubuh tumbuhan lumut daun tersebut yaitu :

Gambar Struktur Bagian Tubuh Tumbuhan Lumut Daun

Memiliki Batang Semu

Lumut daun ini adalah tumbuhan lumut yang memiliki batang semu yang berdiri tegak serta ia dapat melekat pada substratnya. Namun begitu, tumbuhan ini memiliki rizoid yang mampu melekat pada tempat dimana ia tumbuh. Daunnya berbentuk berupa suatu lembaran yang mana tersusun spiral.

Letak Alat Kelaminnya

Letak alat kelamin pada tumbuhan lumut ini yaitu pada bagian ujung batang atau pada ujung cabang – cabang yang di kelilingin oleh daun yang mana letaknya ialah yang paling atas.

Pada tumbuhan lumut ini ada yang bersifat banci yaitu lumut yang hanya memiliki rumah satu yakni apabila hanya memiliki arkegonium dan anteridium. Namun, jika anteridium dan arkedium ini terpisah maka tumbuhan lumut ini memiliki 2 rumah.

Ciri Ciri Tumbuhan Lumut Daun (Bryopsida)

Ada dua tingkatan yang membedakannya menurut Gametofit dari lumut daun yakni :Protonema yaitu lumut yang terdiri atas benang-benang yang berbentuk cabang dan memiliki warna hijau. Di beberapa marga protonema bisa berbentuk yang lain. Protonema ini bisa dibedakan yakni : protnema primer dan juga protonema sekunder.

Gametofora ini yang memiliki batang dan daun, yang ada pada protonema, gametofora ini juga memiliki rizoid. Gametangium ini dapat terkumpul pada bagian ujung batang atau bagian cabang, dan yang dikelilingi oleh daun- daun yang mana letaknya adalah yang paling atas. Anteredium ini di kelilingi oleh daun-daun perigonium, dan pada arkegonium ini dikelilingi oleh daun-daun periketium. Daun – daun tersebut itu kadang-kadang memiliki bentuk dan juga susunan yang khusus yang dinamakan dengan periantum.

Pada lumut daun ini terdapat bagian kapsul yang bisa dibedakan menjadi beberapa model bagian-bagian yakni sebagai berikut:

  1. Apofise yaitu merupakan sebuah penggelembungan pada ujung seta.
  2. Sebuah Kotak atau teka yang di dalamnya dibentuk menjadi spora. Dalam golongan yang telah maju dindingnya tersebut terdiri atas jaringan-jaringan epidermis, jaringan yang sel-selnya kaya kloroplas jaringan air. Dalam kotak spora tersebut juga terdapat kolumela yang terletak pada sentral, dan arkesporanya hanya membentuk sebuah spora saja, maka tidak terbentuk elatera.
  3. Tutup atau operculum,yakni yang tidak selalu ada pada tumbuhan lumut daun. Di antara tutup dan dinding kotak ini terdapat annulus.
  4. Karakteristik dari Bryopsida
  5. Gametofit dapat tumbuh tegak ataupun merayap
  6. Bisa berkembang dari protonema
  7. Memiliki daun, batang dan juga rizoid yang multiseluler
  8. Daunnya hanya terdiri dari satu lapis sel saja dengan rusuk tengah, dan tersusun spiral atau yang melingkari batang.
  9. Arkegonium ini membentuk kalipra yang bisa menempel diatas bagian kapsul
  10. Kapsul pada bagian bawah fotosintetik ini memiliki stomata
  11. Kapsul ini memiliki kolumela, yang pecah dengan gigi-gigi peristom, namun tidak dijumpai adanya elater.
  12. Tangkai (seta) ini bertambah panjang yang secara perlahan selama proses perkembangan kapsul. Memiliki tekstur yang kuat dan biasanya adalah berwarna.
Baca Juga :   Proses Metamorfosis Nyamuk

Reproduksi Lumut Daun secara Aseksual

Di bawah ini adalah beberapa tahapan proses reproduksi tumbuhan lumut daun yang secara asesksual yaitu :

  1. Tedapat beberapa macam lumut daun yang memiliki suatu batang merayap yang membentuk sebuah cabang-cabang yang tegak. Apabila bagian apda yang tua itu mati, maka cabang-cabang tersebut bisa menjadi individu baru yang mana jumlahnya akan lebih banyak.
  2. Bagian pangkal batang pada lumut bisa juga terbentuk beberapa tunas yang bisa tumbuh menjadi sebuah cabang-cabang. Ini apabila cabang tersebut terpisah dari paad batang pokoknya, maka bisa membentuk sebuah individuyang baru.
  3. Pada pembentukan stolon yang berasal dari pangkal batang. Pada stolon tersebut bisa bersisik atau juga tidak, dan bisa tumbuh merayap atau tumbuh di bawah permukaan dari tanah. Lalu ujung dari pada tiap stolon tersebut bisa tumbuh tegak sebagaimana pada tumbuhan induknya.

Tumbuhan lumut daun yang ada homotalik dan yang ada heterotalik, yakni pada yang homotalik bisa dibedakan antara lain yaitu :

  1. Paroisis (paroicous), jika anteredia dan arkegonia ini terletak pada bagian cabang yang sama namun dalam kelompok berbeda.
  2. Autoisis (autoicous), jika anteredia dan arkegonia ini terletak pada bagian cabang yang berbeda.
  3. Sinoisis (sinoicous), jika anteredia dan arkegonia ini terletak pada kelompok dan juga cabang yang sama.

Habitat Lumut Daun

Tumbuhan lumut daun ini bisa tumbuh dimana saja karena habitatnya memang yang luas dan memiliki spesies yang banyak yakni mencapai 10 ribu spesies.

Contoh habitatnya yakni seperti pada hutan, rawa – rawa, batu, batang pohon, dan lain – lain.

Namun kebanyakan tumbuhan lumut daun ini yakni tumbuh di rawa – rawa yang membentuk sebuah bantalan atau rumpun.

Baca Juga :   Struktur Jamur

Pada daerah yang habitatnya kering pun tumbuhan ini juga masih bisa tumbuh atau hidup, yang mana membetuk sebuah bantalan.

Tumbuhan lumut ini tak pernah menyerap air bahkan justru melindungi tanah dari terjadinya proses penguapan air pada tanah.

Contoh Spesies Lumut Daun

1. Andreaea petrophila

Tumbuhan ini tumbuh pada tanah yang gundul yang kering. Bisa juga tumbuh di atas pasir. Tumbuhan ini tumbuh di antara batang, batu, rumput dan tempat yang lainnya.

Sistematik Tumbuhan lumut ini yaitu :

Nama Divisi : Bryophyta
Nama Classis : Musci
Nama Ordo : Andreaeales
Nama Famili : Andreaeaceae
Nama Genus : Andreaea
Nama Species : Andreaea petrophila

2. Funaria hygrometrica

Lumut ini memiliki satu buah tangkai yang elastis yang biasa disebut seta.

Sistematik Tumbuhan Lumut ini :

Nama Divisi : Bryophyta
Nama Classis : Musci
Nama Ordo : Bryales
Nama Famili : Funariaceae
Nama Genus : Funaria
Nama Species : Funaria hygrometrica

3. Sphagnum fimbriatum

Spora tumbuhan lumut ini memiliki sifat yaitu fototrop positif, yang banyak cabangnya dan bisa terlihat seperti hifa cendawan yang memiliki warna hijau.

Sistematik Tumbuhan Lumut ini:

Nama Divisi : Bryophyta
Nama Classis : Musci
Nama Ordo : Sphagnales
Nama Famili : Sphagnaceae
Nama Genus : Sphagnum
Nama Species : Sphagnum fimbriatum

4. Polytrichum Commune

Tumbuhan ini biasa tumbuh di tempat – tempat yang basah dan lembab.

Sistematik Tumbuhan Lumut ini :

Nama Division : Bryophyta
Nama Class : Polytrichopsida
Nama Ordo : Polytrichales
Nama Family : Polytrichaceae
Nama Genus : Polytrichum
Nama Spesies : Polytrichum commune

5. Hypnodendron reinwardtii

Sistematika Tumbuhan Lumut ini :

Nama Divisi    : Bryophyta
Nama Kelas    : Bryopsida
Nama Bangsa  : Hypnobryales
Nama Suku     : Hypnodendraceae
Nama Marga   : Hypnodendron
Nama Jenis    : Hypnodendron reinwardtii

Demikianlah pembahasan makalah tentang Lumut Daun. Semoga bermanfaat ya ….

Baca juga :