Materi Saham

Posted on

Materi Saham – Berikut ini rumusbilangan.com akan membahas tentang rangkuman makalah materi Saham yang akan diterangkan mulai dari pengertian, jenis, fungsi, struktur, unsur, jurnal, tujuan, ciri, makalah, peran, makna, konsep, kutipan, contoh secara lengkap.

Saham ini dikeluarkan oleh perusahaan yang bentuknya Perseroan Terbatas (PT). Berdasarkan Pasal 66 Undang Undang nomor 40 Tahun 2007, Saham merupakan benda bergerak yang memberikan hak untuk

Menghadiri dan mengeluarkan suara dalam Rapat Umum sebuah perusahaan. Menerima pembayaran deviden dan sisa kekayaan hasil likuiditas. Serta hak-hak lainnya

Saham biasanya berwujud selembar kertas sebagai tanda bukti. Saham bisa didapatkan dari perusahaan yang bersangkutan langsung atau dari pihak sebelumnya melalui bursa efek (pasar saham).

Apa Itu Saham ?

Saham adalah sekuritas atau buku yang merupakan tanda kepemilikan atau kepentingan dalam bisnis.

Nilai – Nilai Dari Saham

Nilai - Nilai Dari Saham

A. Membawa Jumlah Saham
Nilai buku saham sesuai dengan nilai saham sesuai dengan buku Perusahaan. Nilai buku saham dihasilkan dari nilai aset yang tersisa setelah dikurangi dengan kewajiban perusahaan dalam hal distribusi saham. Nilai buku menunjukkan jaminan atau seberapa besar fungsi saham yang dimiliki oleh investor. Beberapa nilai yang terkait dengan nilai buku meliputi:

  • Nilai Nominal
    Nilai nominal adalah nilai yang dihitung oleh Perusahaan untuk sahamnya. Nilai nominal adalah nilai untuk setiap saham perusahaan. Biasanya, seseorang yang ingin membeli saham ini harus membayar lebih dari nilai nominal saham.
  • Lantai Agio
    Saham Agio adalah selisih harga antara pembayaran investor ke perusahaan dikurangi harga nominal saham.
  • Nilai Modal Disetor
    Net present value adalah jumlah total yang dibayarkan oleh pemegang saham kepada Perusahaan dalam bentuk nilai nominal dan stok modal. Misalnya, stok dijual seharga Rp. 5.000, nilai nominalnya adalah Rp3.000, kemudian Rp2.000 untuk modal saham.
  • Saldo Laba
    Saldo laba adalah laba yang tidak didistribusikan kepada pemegang saham dan digunakan untuk investasi sebagai sumber dana internal perusahaan.
Baca Juga :   Fungsi Pendapatan Asli Daerah

B. Kapitalisasi Pasar
Nilai pasah adalah nilai saham yang dihasilkan dari permintaan dan penawaran saham ini di pasar modal. Nilai stok berbeda secara signifikan dari nilai buku. Jika lebih rendah atau lebih tinggi, nilai buku adalah nilai yang diakui oleh perusahaan, sedangkan nilai pasar adalah nilai yang ditentukan oleh Peserta Bursa.

C. Memiliki Nilai Intrinsik
Nilai intrinsik adalah harga wajar dari suatu saham dengan mempertimbangkan fungsi dari saham tersebut. Ada dua cara untuk menentukan nilai dalam yang umum digunakan:

  • Analisa Fundamental
    Analisis Fundamental adalah analisis yang dilakukan pada data keuangan perusahaan.
  • Analisis Teknis
    Analisis teknis adalah analisis yang dilakukan pada data dari bursa efek dari saham yang relevan.

Syarat – Syarat Memiliki Saham

Berdasarkan UU No. 40 tahun 2007, persyaratan kepemilikan saham adalah sebagai berikut :

  • Saham perusahaan adalah atas nama pemilik
  • Ketentuan untuk memiliki properti dapat diatur dalam Anggaran Dasar dengan mempertimbangkan ketentuan yang ditetapkan oleh pihak yang berwenang sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku. Jika kondisi kepemilikan tidak terpenuhi, pihak yang memperoleh kepemilikan saham terkait tidak lagi menerima hak pemegang saham.
  • Nilai saham harus dinyatakan dalam Rupiah.

Sementara itu wajib bagi Direktur Perusahaan yang relevan untuk menyimpan Informasi Pemegang Saham yang mengandung setidaknya sebagai berikut:

  • Nama dan alamat pemegang saham
  • Kuantitas, jumlah, tanggal akuisisi saham dipegang oleh pemegang saham.
  • Jumlah yang dibayarkan untuk setiap saham
  • Nama dan alamat orang atau orang legal atau hukum yang memiliki hak gadai atas saham yang relevan.
  • Menyimpan informasi dalam bentuk lain.

Jenis – Jenis Dari Saham

A. Saham Berdasarkan Bagi Hasil

  • Saham Biasa
    Saham biasa adalah saham yang paling umum. Dalam saham biasa, pemegang saham menerima dividen (sebagian dari laba Perusahaan) sesuai dengan laba atau keuntungan Perusahaan, dan jika Perusahaan belum menghasilkan laba pada saat itu, pemegang saham biasa belum menerima dividen.
    Selain itu, para pemegang saham juga berwenang untuk menghadiri Rapat Umum Tahunan (RUPS). Ketika Perusahaan mengalami kebangkrutan, Pemegang Saham akan menerima hak atas aset terakhir Perusahaan yang tersisa, yaitu setelah semua kewajiban atau hutang Perusahaan telah diselesaikan.
  • Saham Pilihan
    Saham preferen adalah saham yang dijamin dividen (bagi hasil) untuk pemegangnya. Secara umum, jumlah dividen kepada pemegang saham ketika membeli saham ditetapkan. Jika Perusahaan bangkrut kapan saja, pemegang saham preferen akan menerima sisa aset mereka di hadapan pemegang saham biasa.
Baca Juga :   Tujuan Bank

B. Saham berdasarkan kepemilikan

  • Saham Kinerja Teratas
    Saham Kinerja adalah saham yang kepemilikannya tergantung pada pemegang saham dan yang terbuka atas nama saham yang terdaftar. Jadi ketika Anda membeli saham, nama Anda dicetak di lembar stok. Namun, jika saham tersebut dijual kepada orang lain, namanya tidak berubah, tetapi kepemilikannya telah berubah. Ini berarti bahwa untuk saham kinerja, nama yang dicetak pada saham belum cocok dengan nama pemegang saham.
  • Persediaan terdaftar
    Dalam nama saham adalah saham yang kepemilikannya tergantung pada nama yang dicetak di atas kertas buatan tangan. Oleh karena itu, pengalihan saham atas nama ini biasanya harus menjalani prosedur tertentu.

C. Saham Dengan Kapitalisasi Pasar

Kapitalisasi pasar adalah harga saham dikalikan dengan jumlah saham yang beredar di pasar. Ada 3 jenis saham berdasarkan kapitalisasi mereka:

  • Stok yang Direkomendasikan (Cap Besar)
    Leading stock adalah saham dengan kapitalisasi pasar lebih dari Rp 40 triliun. Biasanya, satu saham adalah satu saham dari perusahaan terkenal yang kinerjanya dan fundamentalnya dikelola oleh para profesional. Biasanya, saham mereka stabil dan selalu menawarkan dividen kepada pemegang saham, tetapi harga saham mahal dan kinerjanya cenderung lamban.
  • Bagian Tier Dua (batas menengah)
    Saham dengan kapitalisasi pasar antara Rp 1 triliun – Rp 40 triliun. Pergerakan saham sekunder ini biasanya cukup baik, tetapi masih dalam tahap pengembangan dan bisa sangat dipengaruhi oleh pasar saham.
  • Saham Tingkat Tiga (Cap Kecil)
    Adalah saham yang kapitalisasi pasarnya di bawah Rp 1 triliun. Stok ini adalah saham perusahaan yang masih kecil dan cenderung tidak stabil. Karena risiko tinggi, sering ada perubahan drastis dalam harga saham. Tidak banyak orang tertarik pada saham Tier 3 ini.
Baca Juga :   Pengertian Ekonomi Syariah

Manfaat Dari Saham

  • Keuntungan dari investasi saham
    Terima dividen, d. H. Dapatkan dari sebagian laba perusahaan atas saham yang dimilikinya.
    Dapatkan capital gain, yang merupakan keuntungan dari harga jual saham, jika perusahaan dalam kondisi baik.
  • Risiko Investasi Saham
    Tanpa untung, jika perusahaan tidak berkembang di tahun berjalan.
    Kehilangan modal jika perusahaan bangkrut atau jika harga jual saham lebih rendah dari harga ketika membeli saham.

Demikian Pembahasan Materi Kita Kali ini Mengenai Materi Saham. Jangan Lupa Tetap Bersama Kami Di RumusBilangan.com. Semoga Bermanfaat dan dapat menambah wawasan kita. Terimakasih.

Baca Juga :

Materi Saham Rating: 5 Diposkan Oleh: Pelajar