Mengetahui Fungsi Trakea Pada Hewan Serangga Dan Manusia

Posted on

Mengetahui Fungsi Trakea Pada Hewan Serangga Dan Manusia – Kali ini kita akan membahas materi tentang trakea. Apakah itu trakea? Dalam ilmu biologi, trakea diketahui merupakan salah satu organ yang cukup penting yang dimiliki oleh makhluk hidup termasuk manusia, sebab manusia juga mempunyai organ tubuh ini. Namun antara fungsi trakea yang dimiliki oleh manusia dan yang di miliki oleh makhluk hidup lainnya pastilah berbeda.

Untuk itu, pada kesempatan kali ini, kami akan memberikan uraian tentang fungsi trakea bagi tubuh manusia dan hewan yaitu serangga. Mari kita simak uraiannya berikut ini …

Fungsi Trakea
Fungsi Trakea

Trakea Pada Hewan Serangga

Pengertian Trakea Hewan Serangga

Trakea adalah salah satu oragan dari sistem pernafasan yang dimiliki oleh hewan serangga yang  merupakan saluran seperti tabung/pembuluh yang terhubung dengan spirakel.

Strukturnya kokoh karena tersusun oleh zat kitin. Saluran ini bercabang-cabang melewati berbagai bagian tubuh serangga.

Selain trakea, masih ada lagi yang lain mengenai sistem pernafasan pada hewan serangga, yakni:

  • Spirakel (spiracles) yang merupakan bagian dari rangka eksternal (exoskeletons).
  • Trakeolus merupakan percabangan dari trakea yang memiliki struktur yang tipis.
  • Kantong udara (air sacs) kantong ini berbentuk seperti balon dan terhubung dengan trakea, semacam alat tambahan pernapasan yang juga ditemukan pada burung.

Fungsi Trakea Pada Hewan Serangga

Fungsi trakea terutama pada hewan serangga adalah sebagai saluran tempat mengalirnya gas yang kaya oksigen dari luar ke seluruh tubuh dan juga sebagai saluran untuk mengalirkan karbon dioksida ke luar tubuh.

Trakea dapat dipengaruhi oleh taenidia yang strukturnya tipis. Struktur ini membantu trakea dapat bersifat lentur/fleksibel dan meregang pada proses kontraksi-relaksasi selama pernapasan.

Baca Juga :   Kingdom Plantae

Mekanisme Pernafasan Pada Hewan Serangga

  1. Ketika otot katup spirakel berelaksasi (Inspirasi), maka spirakel terbuka sehingga udara yang kaya oksigen akan masuk melalui spirakel. Sebaliknya, apabila otot katup berkontraksi (Ekspirasi) maka spirakel akan tertutup.
  2. Udara yang kaya oksigen akan masuk ke pembuluh trakea menuju percabanganya yaitu trakeolus. Aliran udara yang masuk juga dipengaruhi oleh kontraksi dan relaksasi abdomen. Apabila abdomen relaksasi (Inspirasi), trakea tetap dalam keadaan normal, menyebabkan perbedaan tekanan udara (tekanan udara di dalam trakea rendah) sehingga oksigen akan masuk. Pada saat abdomen berkontraksi (Ekspirasi), maka trakea memipih sehingga karbon dioksida dikeluarkan. Pada serangga yang berukuran kecil, proses ini mungkin sangat lambat. Sedangkan pada serangga yang berukuran besar dan aktif proses ini berlangsung sangat cepat untuk membantu mempercepat proses difusi.
  3. Udara yang telah sampai ke trakeolus akan mengalami proses difusi yaitu proses oksigen masuk ke dalam sel. Begitu pun karbon dioksida sebagai hasil buangan sel, akan berdifusi dan masuk ke saluran untuk dialirkan keluar tubuh melalui trakea.
  4. Gerakan abdomen yang seperti memompa (kontraksi-relaksasi) sangat membantu proses pergerakan udara yang cepat. Pada beberapa spirakel akan berfungsi untuk mengeluarkan aliran udara yang banyak mengandung karbon dioksida dari dalam tubuh sedangkan yang lain berfungsi menghisap udara (kaya oksigen) dari luar untuk dialirkan ke dalam tubuh dengan cepat.Adapun untuk jenis serangga air, tidak hanya mengandalkan spirakel dan trakea, mereka mempunyai mekanisme atau bagian tubuh yang membantu memperoleh oksigen, seperti tabung pernapasan pada larva nyamuk, membentuk gelembung udara dalam air, plastron (filamen udara) dan terdapat juga serangga yang mempunyai insang namun tetap melibatkan sistem trakea.
Baca Juga :   Proses Metamorfosis Nyamuk

Trakea Pada Tubuh Manusia

Pengertian Trakea Pada Tubuh Manusia

Trakea pada tubuh manusia adalah sebuah tuba yang memiliki diameter antara 2- hingga 25 dengan panjang sekitar 10 hingga 16 cm, trakea sendiri memiliki bentuk tabung memanjang dan tersusun oleh 20 tulang rawan yang memiliki bentuk cincin yang kuat akan tetapi juga fleksibel.

Trakea juga terletak dari laring dan terbikurasi serta menjadi bronkus utama untuk tubuh manusia.

Fungsi Trakea Pada Tubuh Manusia

Ada beberapa poin mengenai fungsi dari trakea pada manusia, diantaranya yaitu:

1 . Menyediakan Akses Saluran Pernapasan

Sama halnya pada serangga, fungsi utama trakea pada manusia adalah untuk menyediakan saluran pernapasan hingga udara bisa masuk dan keluar dari paru-paru. Apabila trakea tersumbat, maka udara tidak dapat masuk ke paru-paru dengan baik.

Ini sangat berbahaya sebab bisa menyebabkan kematian.

2 . Menjaga Suhu Udara Yang Masuk Ke Paru-Paru

Trakea mampu melembabkan dan menghangatkan udara yang masuk ke dalam paru-paru. Hal ini berguna untuk menjaga keseimbangan suhu pada tubuh.

Fungsi ini disebut juga termoregulasi. Apa itu termoregulasi? termoregulasi adalah kemampuan untuk menjaga keseimbangan antara pembentukan panas dan kehilangan panas agar dapat mempertahankan suhu tubuh di dalam batas-batas normal.

3 . Mencegah Benda Asing Masuk Ke Paru-Paru

Jaringan epitel yang melapisi pada bagian dalam trakea menghasilkan lendir yang mampu menangkap debu dan partikel kecil. Epitel ini juga bersilia. Fungsi silia yaitu untuk mendorong benda asing supaya bisa keluar dari trakea berupa dahak dan masuk ke sistem pencernaan atau keluar dari mulut.

Trakea juga memiliki otot trakhealis yang berfungsi untuk menimbulkan batuk saat ada makanan yang masuk ke dalam trakea. Batuk tersebut akan menghasilkan tekanan yang mampu membuat makanan terdorong keluar dari trakea.

Baca Juga :   Klasifikasi Tumbuhan (Kingdom Plantae)

Demikianlah pembahasan kita mengenai fungsi trakea pada hewan serangga dan fungsi trakea pada manusia. Semoga bermanfaat ya …

Baca Juga: