Pantun Lucu

Posted on

Pantun Lucu 2019, Pantun Lucu Banget, Pantun Lucu Singkat, Pantun Lucu Cinta, Pantun Lucu Buat Temen, Dll – Hallo sahabat yang semoga kita selalu dirahmati dan di lindungi oleh Allah ta’alaa ya… Pada kesempatan kali ini, kita akan berbagi Ilmu tentang Pantun, khususnya yaitu pantun Lucu.

Apakah kalian sudah pernah belajar pantun sebelumnya ?Jika belum, berarti postingan kali ini sangat tepat sekali buat kalian – kalian semua.

Pantun adalah salah satu jenis puisi lama yang banyak dikenal luas pada bahasa – bahasa Nusantara. Seperti pada daerah Minangkabau, istilah pantun dalam bahasa Minangkabau disebut penuntun.

Pada setiap daerah, pantun banyak dikenal dengan barbagai istilah sebutan sesuai dengan tempat daerahnya masing – masing. Seperti daerah Jawa istilah pantun dikenal dengan sebutan : paparikan, di Sunda istilah pantun disebut : paparikan dan dalam bahasa Batak, pantun dikenal dengan istilah sebutan umpasa.

Baiklah mari langsung saja kita simak uraian tentang pantun lucu dan beberapa conothnya dibawah berikut ini !

Struktur Pantun

Pada umumnya, pantun mempunyai dua pokok struktur utama, yaitu : sampiran dan isi.

Sampiran adalah 2 larik (baris ketika dituliskan) yang berisikan tentang hal – hal yang berkaitan dengan kehidupan sehari – hari. Sedangkan Isi pantun yaitu yang sering disebut sebagai jantung pantun yang berada pada dua larik terakhir. Inti dari pesan – pesan pada pantun ini melekat pada dua larik terakhir tersebut.

Baca : Contoh Pantun Lengkap

Baca Juga :   Pengertian BUMN

Fungsi Sampiran

Menurut Sutan Takdir Alisjahbana, fungsi sampiran ialah menyiapkan rima dan irama agar pendengar dapat memahami isi pantun dengan mudah dan jelas. Hal ini berarti bahwa pada dasarnya, pantun merupakan sastra lisan.

Dan pola rima dan irama pada pantun secara eksplisit menegaskan sifat kelisanan pantun pada budaya Melayu dulu. Contoh :

Air garam masuk ke kolam
Hujan di ilir belum juga teduh
Rasa dendam bertambah dalam
Dendam yang dulu belum juga sembuh

Aturan Rima Pada Pantun

Aturan umum yang berlaku pada pantun, umunya seperti halnya puisi lama.

Seperti, satu larik pantun terdiri atas 6-12 suku kata. Namun, sebenarnya aturan ini tidak selalu berlaku dan bersifat kaku. Pola rima umum yang berlaku pada pantun adalah :

a-b-a-b
a-a-a-a.

Meskipun demikian, sering kita temukan pola pantun yang berbentuk pola : a-a-b-b

Secara lazim, pantun terdiri atas empat larik atau empat baris bila dituliskan, dan pada tiap larik terdiri atas 8-12 suku kata, bersajak akhir dengan pola a-b-a-b ataupun a-a-a-a (tidak boleh a-a-b-b atau a-b-b-a).

Jenis – Jenis Pantun

Ada beberapa jenis pantun diantaranya yaitu :

Pantun Adat

Pantun adat merupakan sebuah pantun yang berisi tentang hal – hal yang berbau adat dan budaya. Contohnya seperti :

Banyak daun bunga tanjung
Beraroma harum bunga cempaka
Adat dijaga pusaka dijunjung
Sehingga terpelihara adat pusaka

Pantun Agama

Pantun agama yaitu pantun yang memuat isi tentang nasihat kehidupan berdasarkan pemahaman agama. Contohnya yaitu :

Asam Inggris asam gelugur
Ketiga asam si riang – riang
Menangis mayat di pintu kubur
Teringat raga tak pernah sembahyang

Pantun Budi

Pantun budi adalah pantun yang berisi tentang nasehat – nasehat yang baik dalam kehidupan. Contohnya yaitu :

Ayam hutan si burung jalak
Jaguh Siantan nama diberi
Rezeki tidak pernah saya tolak
Apalagi musuh tidak pernah saya cari

Pantun Jenaka

Pantun Jenaka ialah pantun yang bertujuan untuk menghibur seseorang baik itu pendengar maupun yang orang yang terlibat dala pantun tersebut. Contohnya yaitu :

Di mana ayam hendak bertelur
Di atas lata di rongga kayu
Di mana abang hendak tidur
Di atas dada di rongga susu

Pantun Kepahlawanan

Pantun kepahlawanan ialah pantun yang isinya berhubungan dengan semangat kepahlawanan. Contohnya adalah :

Adakah perisai bertali rumput
Rumput dipintal akan cemara
Adakah misai akan takut
Kami pun muda lebih perkasa

Pantun Percintaan

Pantun percintaan adalah pantun yang berisi tentang ungkapan hati seseorang akan perasannya terhadap orang lain, yaitu : orang yang sedang ada dalam hatinya.

Baca Juga :   Pengertian Nilai Budaya

Namun, sering pula pantun ini berisi candaan terhadap orang yang dimabuk cinta.Contohnya yaitu :

Coba-coba menanam mumbang
Moga-moga tumbuh kelapa
Coba-coba bertanam sayang
Moga-moga menjadi cinta

Baca : Gurindam

Pantun Lucu Dan Contohnya

Pantn lucu adalah pantun yang memiliki isi tentang lelucon, yang bersifat menghibur. Biasanya berisi kalimat sindiran dalam suasana yang akrab sehingga tidak menimbulkan kesalah pahaman.

Berikut ini contoh – contoh dari pantun lucu tersebut yaitu :

Jalan – jalan ke Maluku
Ketemu kenalan namanya Ina
Kasihan amat melihat mantanku
Udah penyakitan gak laku pula

Pergi berlibur ke kota solo
Singgah sekejap di kota bantul
Sungguh malang nasib si jomblo
Setiap malam hanya memeluk dengkul

Tanam kacang berbuah tomat
Tanam tomat berbuah kopi
Dari tadi kok tercium aroma menyengat
Rupa rupanya ada anak kodok belum mandi

Lebaran makan opor Ayam
Makan bareng kawan di atas matras
Kami anak kelas enam
Anaknya pintar dan juga cerdas

Demikianlah pembahasan makalah tentang Pantun Lucu dan bebera[a contohnya. Semoga bermanfaat ya ….