Pasar Monopsoni

Posted on

Pasar Monopsoni – Seiring berkembangnya perekonomian yang mencakup kehidupan manusia, terdapat beberapa jenis pasar yang terbagi menjadi 2 macam bentuk, yaitu Pasar Sempurna dan Pasar Tidak Sempurna.

Pasar Monopsoni

Pasar Sempurna adalah Pasar yang memiliki keseimbangan, antar sistem peraturan dan kebijakan yang saling menguntungkan, seluruh pihak-pihak yang terkait didalamnya.

Sedangkan Pasar Tidak Sempurna adalah Pasar yang memiliki ketidak-seimbangan, antara sistem peraturan dan kebijakan yang berat sebelah atau dirugikan, terhadap suatu pihak tertentu yang terkait didalamnya.

Pasar Monopsoni merupakan bentuk dari Pasar Tidak Sempurna, yang biasanya berada di daerah-daerah Perindustrian, seperti Ternak Potong dan Perkebunan, dimana Petani tidak berada pada posisi yang baik dalam hal tawar-menawar.

Pengertian Pasar Monopsoni

Pengertian Pasar Monopsoni merupakan salah satu bentuk pasar yang di dalamnya hanya terdapat satu konsumen dan biasanya seorang pelaku usaha yang akan menjadi pembeli tunggal dan menguasai pasar tersebut. Pasar monopsoni adalah bentuk pasar dari kebalikan Pasar Monopoli yang hanya dikuasai oleh satu penjual besar.

Contoh dari Pasar Monopsoni berupa Pasar Sayur-sayuran, Pasar Sembako, Pasar Peternakan seperti Sapi Perah, Ayam Potong dan lain sebagainya

Dibawah ini terdapat beberapa faktor yang membuat Pasar Monopsoni terbentuk yaitu, sebagai berikut :

  • Tidak terdapat pembeli yang antusias didalam pasar tersebut.
  • Lokasi dari pasar tersebut berada di tempat yang terpencil dan sulit untuk dijangkau.
  • Biaya operasional dari pasar ini sangat tinggi.
Baca Juga :   Pengertian Bank Sentral

Ciri-Ciri Pasar Monopsoni

Didalam Pasar Monopsoni terdapat beberapa ciri-ciri yang dapat memudahkan kita untuk memahaminya, yaitu sebagai berikut ini :

  • Hanya Terdapat Satu Pembeli.
    Pada umumnya pembeli yang terdapat didalam Pasar Monopsoni merupakan seorang pelaku usaha yang akan menjual kembali produk yang didapat dari Produsen. Pelaku usaha tersebut kemudian akan menjual kembali produk yang ia beli dengan harga yang lebih mahal, agar mereka mendapatkan keuntungan yang besar.
  • Harga Ditentukan Oleh Pembeli.
    Pembeli tersebut mempunyai kuasa penuh terhadap pembentukan harga didalam Pasar Monopsoni. Tak jarang harga yang ditawarkan oleh seorang pembeli tidak sesuai yang diharapankan oleh Produsen, namun tetap saja bisa diterima oleh produsen tersebut sebab, akan sangat sulit untuk mendapatkan pembeli yang lain dengan tawaran yang lebih tinggi.
  • Pendapatan yang Didapat Tidak Merata.
    Didalam pasar ini sangat sering terjadi sebuah ketidakadilan, yang mana Produsen tidak memiliki peran didalam penentuan harga dan juga akan sangat sulit untuk berkembang dikarenakan mereka sering menjual produknya dengan harga yang relatif murah.
  • Produk yang Dijual Berupa Bahan-bahan Mentah.
    Sebagian besar dari produk yang mereka perjualbelikan di Pasar Monopsoni merupakan produk yang berbahan mentah, dimana pembeli tersebut yang selanjutnya akan menjual kembali kepada pihak lain.

Kelebihan Pasar Monopsoni

Seperti layaknya jenis pasar yang lainnya, pasar ini juga mempunyai beberapa kelebihannya tersendiri yaitu, dianataranya sebagai berikut :

  • Kualitas dari hasil produksi dalam pasar ini sangat terjamin karena pembelinya hanya mau menerima produk-produk yang berkualitas.
  • Kreatifitas dari para Produsen pada pasar ini akan sangat terasah, karena mereka selalu berusaha untuk melakukan sebuah inovasi baru. Kreatifitas sangat diperlukan dalam memproduksi suatu barang yang berkualitas tinggi, dengan harga yang relatif murah agar mereka tidak sampai gulung tikar.
  • Didalam pasar ini penetapan harga dilakukan oleh konsumen tanpa adanya sebuah pertimbangan dari kondisi inflasi atau deflasi. Dengan kata lain, penentuan harga didalam pasar ini cenderung lebih mudah.
  • Didalam pasar ini Produsen tidak perlu melakukan sebuah promosi, karena pembeli akan sangat mudah untuk menemukan mereka. Seorang pembeli akan mengambil semua produk dari beberpa banyak produsen yang lainnya.
  • Alur dari penjualan di pasar ini sangat mudah untuk diatur karena, hanya terdapat satu pihak dan pembayarannya dilakukan secara langsung tanpa harus menunggu produk tersebut terjual terlebih dahulu pada konsumen akhir.
Baca Juga :   Peran Pasar Didalam Ekonomi

Kekurangan Pasar Mopopsoni

Seperti yang sudah kita lihat di atas, Pasar Monopsoni juga memiliki sebuah kekurangan layaknya jenis pasar yang lainnya yaitu, dianataranya sebagai berikut :

1. Pembeli sering berlaku tidak adil terhadap para penjual

Salah satu kekurangan dari Pasar Monopsoni yaitu pembeli sering berlaku tidak adil terhadap para penjual, karena mereka mempunyai kekuasaan yang sangat penuh. Terkadang pembeli juga menetapkan harga barang dari barang tesebut tanpa melihat kondisi dari penjual ataupun kondisi perekonomiannya.

2. Keluhan dari penjual sering tidak didengarkan oleh pembeli

Didalam sebuah pasar monopsoni, seorang penjual hanya dapat menerima ketentuan yang ditetapkan oleh pembeli serta hanya fokus untuk memproduksi barang tanpa bisa melakukan sebuah kritikan atau memberikan saran kepada para pembeli. Hal tersebut tentunya akan membuat pihak dari penjual mengalami sebuah kerugian yang disebabkan oleh pihak pembeli.

3. Permasalahan ekonomi hanya akan ditanggung oleh penjual

Salah satu kekurangan dari Pasar Monopsoni yang sangat terlihat yaitu permasalahan ekonomi yang sedang terjadi hanya akan di tanggung oleh pihak penjual.

Penjual yang ada didalam Pasar Monopsoni harus bisa mengatasi semua kendala perekonomiannya sendiri, seperti jika terjadi inflasi, deflasi atau terjadinya kelangkaan dari bahan baku yang digunakan.

Demikian pembahasan dari artikel ini yang mnegenai Pasar Monopoli beserta dengan hal-hal yang terkait didalamnya. Semoga bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan kita semua.

Baca Artikel Terkait Lainnya :