Pengertian Diksi

Posted on

Pengertian Diksi- Syarat, Tujuan, Gaya, Ciri, Fungsi Dan Jenisnya- Hallo sahabat pembaca yang budiman, pada kesempatan kali ini kita akan membahas makalah tentang materi Diksi yang meliputi dari pengertiannya, syaratnya, tujuannya, gaya pada bahasanya, ciri – cirinya, fungsi dan jenisnya lengkap.

Baiklah mari langsung saja kita simak uraian materinya di bawah berikut ini!

Pengertian Diksi

Pengertian diksi ialah suatu pemilihan kata yang mana paling tepat untuk menyampaikan sebuah suatu maksud. Pada pemilihan kata yang di anggap tepat bertujuan untuk bisa memberikan sebuah kesan serta pesan supaya mudah untuk diterima dengan lawan bicaranya. Kata diksi sangatlah berguna di dalam suatu penulisan karya tulis seperti contohnya pada puisi, novel, pada laporan dan lain sebagainya.

Pengertian Diksi Bagi para ahli

Menurut Keraf

Pengertian diksi ialah suatu pilihan kata atau pun diksi jauh lebih luas dari pada apa yang dipantulkan dari suatu hubungan kata-kata itu. Pada istilah ini tidak saja dipergunakan untuk menyatakan suatu kata-kata mana yang digunakan untuk mengungkapkan suatu ide atau pun juga gagasan, namun juga seperti fraseologi, ungkapan dan gaya bahasa.

Menurut Widyamartaya

Pengrtian diksi atau sebuah pilihan kata ialah sauatu kemampuan seseorang untuk membedakan secara tepat mengenai nuansa-nuansa makna sesuai dengan sebuah gagasan yang akann disampaikannya dan suatu kemampuan tersebut hendaknyalah bisa disesuaikan dengan situasi dan juga nilai rasa yang dipunyai oleh bagi sekelompok masyarakat dan bagi para pendengar atau para pembaca.

Menurut Enre

Pengertian diksi ialah suatu pilihan kata dan suatu penggunaan kata yang secara tepat untuk mewakili sebuah pikiran dan juga perasaan yang ingin dinyatakan di dalam suatu pola pada suatu kalimat.

Menurut Achmadi

Pengertian diksi ialah sebuah seleksi kata-kata untuk dapat mengekspresikan tentang suatu ide atau pun gagasan dan juga perasaan.

Menurut Mustakim

Menurut Mustakim, diksi adalah suatu pemilihan kata untuk proses atau suatu tindakan memilih kata yang bisa mengungkap gagasan secara tepat, sedangkan pada pilihan kata ialah sebuah hasil dari proses atau tindakan tersebut.

Syarat Diksi

Ada beberapa syarat yang harus kita ketahui. Beberapa syarat – syarat tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Untuk dapat membedakan suatu makna denotasi dan juga konotasi dengan cermat, denotasi yakni suatu kata yang bermakna lugas dan juga tidak bermakna ganda atau lebih. Sedangkan pada konotasi bisa menimbulkan sbuah makna yang bermacam-macam, namun lazim digunakan di dalam pergaulan, untuk pada tujuan estetika, dan juga kesopanan.
  2. Untuk dapat memebedakan dengan secara cermat mengeni suatu makna kata yang mana hampir bersinonim. Pada kata yang hampir bersinonom ini contohnya adalah : ialah, adalah, merupakan, yaitu, dan lain – lain.
  3. Untuk dapat membedakan mengenai suatu makna kata dengan secara cermat kata yang mirip dengan ejaanya, contohnya seperti : infrensi (kesimpulan) dan juga iterferensi (saling mempengaruhi), dan sarat (penuh, bunting), serta pada syarat (ketentuan).
  4. Tidak perlu menafsirkan suatu makna kata dengan secara subjektive berdasarkan suatu pendapat sendiri, apabila sebuah pemahaman belum bisa dipastikan, dan pemakaian katanya harus menemukan sebuah makna yang tepat didalam kamus, contohnya yaitu: modern yang sering diartikan dengan secara subjektive canggih yang menurut kamus, kata modern berarti sesuatu yang terbaru atau mutakhir, yang canggih berarti yang banyak cakap, dan suka mengganggu, serta banyak mengetahui, dan bergaya intelektual.
  5. Memakai imbuhan kata yang asing (apabila di perlukan) harus memahami artinya yang tepat, contohnya seperti : kordinasi seharusnya koordinasi dan kata dilegalisir harusnya di legalisasi.
  6. Memakai suatu kata idiomatik yang berdasarkan suatu susunan (pasangan) yang dianggap benar, contohnya: sesuai bagi seharusnya sesuai dengan.
  7. Memakai sebuah kata yang umum dan kata yang khusus, dengan secara cermat. Agar memperoleh suatu pemahaman yang lebih spesifik. Didalam suatu karangan ilmiah sebaiknya memakai kata khusus, contohnya seperti : motor (kata umum) Shogun R (kata khusus, motor bebek buatan Suzuki).
  8. Memakai suatu kata yang berubah arti dengan cermat, contohnya: seperti isu (yang berasal dari kata bahasa Inggris yaitu : issue berarti sebuah publikasi, kesudahan, serta perkara) isu (di dalam suatu bahasa Indoensia ialah berarti suatu kabar yang tidak jelas dimana asal usulnya, atau kabar angin, atau desas-desus).
  9. Memakai kata dengan cermat yakni kata yang bersinonim, contohnya seperti : kata pria dan kata laki-laki, kata saya dan kata aku, serta kata buku dan kata kitrab), berhomofoni ; contohnya : kata bang dan bank, kata ke tahanan dan ketahanan), dan berhomografi contohnya seperti: apel buah dengan apel upacara : buku ruas dengan buku kitab
  10. Memakai sebuah kata abstrak dan seuah kata konkret dengan secara cermat, kata abstrak atau konseptual, contohnya : seperti pendidikan, pengobatan modern dan wirausaha. Serta kata konkret atau juga kata khusus, cotohnya seperti : minggu, berenang dan serapan
Baca Juga :   Jenis Wiraswasta

Tujuan Diksi

Diksi atau Pemilihan kata memiliki tujuan yaitu untuk mendapatkan sebuah keindahan guna untuk menambahkan daya ekspresivitas. Oleh karenanya, sebuah kata akan menjadi lebih jelas, apabila pilihan kata tersebut sesuai dan tepat sasaran. sebuah ketepatan pilihan pada kata ialah bertujuan untuk tidak menimbulkan suatu interpretasi yang berlainan antara dengan penulis atau pembicara dengan para khlayak pembaca atau khalayak pendengar, sedangkan pada kesesuaian kata bertujuan untuk tidak merusak suatu suasana. Selain itu juga memiliki fungsi untuk menghaluskan sebuah kata dan suatu kalimat agar terasa lebih pantas dan indah.

Serta dengan adanya diksi ini oleh pengarang bisa berfungsi untuk mendukung tentang jalannya sebuah cerita agar yang lebih runtut menggambarkan suatu tokoh, lebih jelas lagi mendeskripsikan sebuah latar waktu, latar tempat, dan juga latar sosial di dalam suatu cerita tersebut.

Diksi dan Gaya Bahasa

Diksi dan gaya bahasa ini jika di gunakan maka akan menumbuhkan suatu gaya bahasa yang lebih efektif dan juga tepat sesusai. Sebab, gaya bahasa dapat membentuk suatu suasana kesopanan, kejujuran, tingkat keresmian, kemenarikan, dan juga aya percakapan yang baik. Gaya bahasa yang bisa di hasilkan oleh suatu pilihan kata ini dapat terbagi menjadi tiga yakni : Gaya bahasa sederhana, gaya bahasa menengah dan gaya bahasa mulia.

Fungsi Diksi

Ada beberapa macam fungsi dari diksi. Berikut ini adalah beberapa macam fungsinya yaitu sebagai berikut :

  1. Dapat menjadikan orang yang membaca ataupun yang mendengar karya sastra tersebut menjadi lebih faham tentang apa yang ingin disampaikan oleh para pengarang.
  2. Dapat membuat komunikasi menjadi lebih efektif lagi.
  3. Untuk melambangkan sebuah ekspresi yang ada di dalam suatu gagasan secara verbal yaitu : “tertulis maupun terucap”.
  4. Dapat membentuk sebuah ekspresi ataupun sebuah gagasan yang tepat sehingga bisa menyenangkan bagi para pendengar ataupun para pembacanya.
  5. Dapat melambangkan sebuah gagasan yang diekspresikan dengan secara verbal.
  6. Dapat membentuk sebuah gaya ekspresi suatu gagasan yang tepat seperti : resmi, sangat resmi, dan tidak resmi, sehingga kan lebih menyenangkan bagi pendengar atau pembacanya.
  7. Untuk menciptakan sebuah komunikasi yang lebik baik dan benar.
  8. Untuk menciptakan suasana yang sesuai dan tepat.
  9. Untuk mencegah sebuah perbedaan penafsiran.
  10. Untuk mencegah kesalah pahaman.
  11. Untuk mengefektifkan suatu pencapaian target dalam komunikasi.
Baca Juga :   Konjungsi Koordinatif - Pengertian, Jenis dan Contohnya

Ciri – Ciri Diksi

Diksi memiliki beberapa ciri – ciri yang di antaranya adalah sebagai berikut :

  1. Tepat didalam pemilihan sebauh kata untuk mengungkapkan tentang gagasan atau hal yang bisa diamanatkan
  2. Bisa digunakan untuk cara membedakan dengan secara tepat sesuai nuansa makna dan juga bentuk yang sesuai dengan suatu gagasan dan situasi dan serta nilai rasa bagi pembaca.
  3. Memakia suatu pembendaharaan kata yang dapat dimiliki oleh masyarakat bahasanya dan bisa menggerakan dan memberdayakan mengenai suatu kekayaan tersebut yang menjadi jaring kata yang cukup jelas.

Jenis – Jenis Diksi

Berpacu pada Chaer tentang makna kata, maka bisa dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu :

Makna Denotasi dan juga Makna Konotasi

Sebuah makna denotasi adalah suatu makna yang pada sesungguhnya dari kata tersebut, kemudian sedangkan pada makna konotasi yaitu suatu makna yang bukan pada makna sesungguhnya dari pada makna kata itu sendiri.

Contohnya yaitu :
  1. Ibu memberikan aku kopi yang sangat sedap pagi ini. Ket. : Denotasi pada kata kopi menunjukan bahwa makna sebenarnya.
  2. Kulit Eko terlihat seperti Buah Sawo Matang. Ket. : konotasinya negatif, kata buah sawo matang menunjukan makna yang bukan sebenarnya dan berupa kata sindiran.
  3. Siti memang cantik seperti bulan purnama. Ket. : konotasinya positif sebab kata bulan purnama menunjukan sebuah makna yang tidak sebenarnya serta berupa sanjungan.

Makna Leksikal Dan Makna Gramatikal

Makna leksikal yaitu sebuah makna kata yang mana berdasarkan kamus, leksikal ini bisa disebut juga dengan nama leksikon atau makna dari kata yang berdefinisi. Contoh ialah seperti : miskin yaitu ketika seseorang yang tidak mampu dan secara finansial kekurangan.

Makna gramatikal yaitu suatu makna kata yang terjadi sebab :

  1. Adanya suau kata imbuhan. Contohnya : lukisan, pelukis, dilukis, dan pelukisan.
  2. Terletak pada katafrase, klausa atau pun juga bisa diberi dengan intonasi.
Baca Juga :   Nilai Nilai Pancasila
Contohnya:

Pelukis itu ialah seorang yang sangat cerdas. (kata imbuhan pe- pada lukis menunjukan seseorang).

Makna Referensial Dan Makna Nonreferensial

Pada makna referensial yaitu sebuah makna kata yang menunjukan tentang sesuatu. Contohnya seperti : “kantor Kelurahan terletak di jalan Jend, Sukamto “ kata jalan pada kalimat tersebut menunjukan kepada suatu tempat”. Dan sedangkan pada makna non referensial adalah suatu makna dari kebalikan dari kata referensial tersebut.

Contohnya :

“Aku baru saja datang dari kantor kelurahan akan tetapi aku tidak ingat alamatnya” “kata tetapi pada kalimat terebut menunjukkan atau mengacu kepada kata non referensional”.

Makna Konseptual Dan Makna Asosiatif

Makna dari kata konseptual yaitu sebuah makna kata yang menjelaskan kata itu sendiri. Contohnya : “minggu itu aku dan keluarga ingin berlibur ke bukit” (kata puncak yang ada menggambarkan daerah yang terletak pada dataran tinggi). Lalu sedangkan pada makna asosiatif yaitu makna kata yang makna menunjukan sebuah hubungan terkait dengan sebuah makna kata tersebut.

Contohnya:

“Pikiran orang ini sangatlah putih” (pada kata putih mempunyai sebuah hubungan dengan kata bersih atau suci).

Makna Kata Dan juga Makna Istilah

Yang di maksud dari makna kata adalah sebuah makna yang akan terlihat maknanya atau artinya ketika terdapat pada sebuah suatu kalimat. Contohnya : kata “panas” yang bisa menunjukan suatu cuaca dan bisa menunjukkan menunjukan suhu, serta bisa juga menunjukan benda.

Kemudian pada makna istilah adalah sebuah makna kata yang memiliki sifat mutlak sebab hanya digunakan pada suatu bagian tertentu saja.

Contohnya :

Sebutan pada kata “panas” ialah hanya bisa digunakan untuk mengungkapkan mengenai suatu makanan yang baru aja matang.

Makna Kias Dan juga Makna Lugas

Yang di kasud dengan makna kias yaitu sebuah kata yang bisa digunakan untuk mengutarakan kata makan dengan secara tidak langsung, Contohnya: seorang gadis itu seperti bunga yang sedang bermekaran. “Makna kata bunga menunjukan suatu makna cantik jelita”. Sedangkan makna lugas yaitu artinya adalah jelas atau makna yang maksudnya berlawanan dengan makna kias.

Contohnya:

Tanaman bunga di halaman rumahku sangatlah cantik “kata pada bunga menunjukan suatu makna yang jelas”.

Demikianlah pembahasan makalah mengenai Diksi. Semoga bermanfaat ya ….

Baca juga :