Pengertian Intensitas Cahaya

Posted on

Pengertian Intensitas Cahaya – Berikut ini rumusbilangan.com akan membahas tentang rangkuman makalah Intensitas Cahaya yang akan diterangkan mulai dari pengertian, jenis, fungsi, struktur, unsur, jurnal, tujuan, ciri, makalah, peran, makna, konsep, kutipan, contoh secara lengkap.

Dalam diskusi cahaya dalam fisika, ada berbagai definisi cahaya yang diungkapkan oleh para ahli. Ini termasuk pandangan Newton bahwa cahaya didefinisikan sebagai partikel kecil yang dipancarkan dari sumber dengan kecepatan sangat tinggi ke segala arah.

Pendapat lain dari Huygens, yang mengatakan bahwa cahaya adalah gelombang dan juga suara. Dalam hal ini, dua kwitansi tidak dapat digunakan tetapi keduanya memiliki dasar yang kuat untuk definisi yang diberikan.

Apa Itu Cahaya ?

Apa Itu Cahaya

Cahaya disebut dualisme “gelombang partikel”, yang berarti bahwa cahaya dianggap sebagai gelombang dan juga sebagai partikel.

Cahaya adalah energi dalam bentuk gelombang elektromagnetik yang dapat dilihat dengan mata yang memiliki panjang gelombang antara 380 dan 750 nm, tetapi terkadang cahaya bisa dilihat dengan oleh mata telanjang.

Cahaya adalah partikel yang disebut foton. Foton adalah medan elektromagnetik kuantum yang berinteraksi dengan elektron dan inti.

Sumber Dari Cahaya

Objek yang dapat memancarkan cahaya disebut sumber cahaya. Sekarang, berdasarkan sumbernya, ada dua jenis cahaya, yaitu:

  • Cahaya yang berasal dari objek itu sendiri, misalnya matahari, lilin, lampu, senter, dll.
  • Cahaya yang terpancar dari objek karena cahaya yang dipantulkan dari sumber cahaya utamanya. Misalnya, ketika kita melihat matahari di permukaan air.
  • Perhatikan juga bahwa tidak semua benda dapat memancarkan cahaya atau memantulkan sinar cahaya. Objek yang dapat memancarkan cahaya disebut sumber cahaya, sedangkan objek yang tidak dapat memantulkan cahaya, seperti batu, kayu, kertas, dll, disebut objek gelap.
Baca Juga :   Pengertian Erosi

Sifat – Sifat Cahaya

Cahaya Lurus
Jenis Cahaya yang saat ini merambat dapat dideteksi dengan mengamati cahaya pada kendaraan bermotor yang kita gunakan. Garis rambat cahaya ini disebut cahaya. Karena sifat cahaya ini, yang merambat lurus ke depan, manusia dapat menggunakan cahaya untuk berbagai keperluan, seperti membuat senter, lampu, dll.

Cahaya Bisa Menembus Benda Bening
Benda transparan atau transparan adalah benda transparan yang dapat ditransmisikan oleh cahaya. Objek transparan atau transparan ini dapat diterima oleh semua cahaya yang diterimanya. Contoh benda bening adalah gelas, air bening, dll. Berdasarkan intrusi cahaya yang bisa dipindahkan, benda dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:

  • Benda transparan atau transparan
  • Benda Translusens (hanya sebagian cahaya yang dapat diterima, misalnya air keruh, dop roda, dll.)
  • Benda buram (benda yang tidak bisa ditembus cahaya, seperti kayu, batu, dll.)

Cahaya Bisa Dipantulkan
Cahaya adalah salah satu gelombang dalam fisika, termasuk gelombang elektromagnetik. Sekarang, gelombang cahaya dapat dipantulkan (dipantulkan). Refleksi cahaya terjadi ketika cahaya menyerang area pantulan (objek yang dapat memantulkan cahaya), mis. B. sebuah cermin.

Refleksi cahaya dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Refleksi teratur
    Refleksi reguler adalah refleksi yang menghasilkan sinar paralel dari cahaya yang dipantulkan. Refleksi teratur terjadi ketika cahaya mengenai benda dengan permukaan datar atau mengkilap. Cermin adalah objek yang dapat memantulkan cahaya dengan sempurna. Objek yang dibuat dengan refleksi biasa sangat bagus dan sesuai dengan objek aslinya.
  • Refleksi yang Menyebar
    Refleksi difus adalah refleksi yang menciptakan sinar cahaya ke segala arah dan tidak teratur. Refleksi difus biasanya terjadi ketika cahaya menyerang objek yang dipantulkan dengan permukaan yang tidak rata, bergelombang dan kasar.
    Contoh reflektifitas difus adalah cahaya yang dipantulkan oleh gelombang air dan membentuk objek yang tidak terlihat seperti aslinya.
    Berdasarkan sifat cahaya yang dipantulkan ini, ada hukum refleksi, yang digambarkan sebagai berikut:
    • Sinar insiden, sinar pantulan dan garis normal terletak pada bidang datar.
    • Sudut pandang sesuai dengan sudut pantulan.
Baca Juga :   Pengukuran Suhu

Cahaya Bisa Rusak
Cahaya sebagai gelombang fisik juga bisa dipatahkan. Habituasi cahaya adalah pengalih arah gelombang cahaya saat mereka melewati dua media densitas yang berbeda. Kebiasaan ini dapat terjadi karena perbedaan kecepatan cahaya atau kecepatan cahaya di dua media. Perbedaan antara kecepatan cahaya dalam ruang hampa dan kecepatan cahaya dalam suatu zat disebut indeks bias. Ketentuan – ketentuan untuk pembiasan adalah:
Cahaya melalui dua media berbeda dengan kepadatan optik
Lampu datang tidak tegak lurus ke antarmuka (yaitu sudut lampu datang kurang dari 90 derajat)

Ada dua kemungkinan yang akan muncul dalam pembiasaan cahaya, yaitu:

  • Arah refraksi Mendekati garis normal
    Arah sinar cahaya refraksi mendekati normal ketika cahaya bergerak dari medium optik yang kurang padat ke medium yang lebih padat. Misalnya, cahaya dari udara ke air.
  • Arah pembiasan menjauhi garis normal
    Arah sinar cahaya bergerak menjauh dari normal saat cahaya merambat dari media optik yang lebih padat ke media yang kurang padat. Misalnya, cahaya dari air ke udara.

Cahaya Bisa Diuraikan
Dekomposisi atau dispersi cahaya adalah dekomposisi cahaya polikromatik (cahaya putih) menjadi cahaya monokromatik (merah, oranye, kuning, hijau, biru, nila, ungu) pada prisma melalui proses pembiasaan.

Cahaya putih adalah cahaya yang dihasilkan dari harmonisasi warna cahaya yang berbeda dengan panjang gelombang yang berbeda. Oleh karena itu, cahaya putih dapat didekomposisi menjadi cahaya berwarna oleh prisma (benda bening dibatasi oleh dua bidang permukaan yang membentuk sudut tertentu). Contoh sederhana dari penguraian cahaya adalah pembentukan pelangi setelah hujan.

Kecepatan Dari Cahaya

Kecepatan cahaya atau kecepatan cahaya adalah kecepatan cahaya di ruang hampa udara, yang nilainya sekitar 1199.792.458 m / s (3,00 × 108 m / s). Simbol kecepatan cahaya adalah c (huruf kecil).

Baca Juga :   Macam Macam Iklim

Kecepatan cahaya adalah kecepatan maksimum yang dapat ditransmisikan oleh semua bentuk energi, materi, dan informasi di alam semesta. Kecepatan cahaya di media yang berbeda dapat bervariasi. Salah satu metode yang biasa digunakan untuk menghitung kecepatan cahaya adalah pengukuran astronomi, yang merupakan estimasi waktu yang dibutuhkan cahaya untuk menempuh jarak tertentu di tata surya.

Intensitas Cahaya

Intensitas cahaya adalah kuantitas fisik utama yang menunjukkan kekuatan sumber cahaya dalam arah tertentu per unit sudut. Simbol untuk intensitas cahaya adalah I (huruf kapital).

Definisi standar untuk 1 candela adalah intensitas cahaya dalam arah tertentu dari sumber cahaya dengan frekuensi 540 x 1012 Hz dengan intensitas radian dalam arah 1/682 watt per steradian. Alat ukur yang biasa digunakan untuk mengukur intensitas cahaya meliputi meter cahaya, pencahayaan, lux meter, dll.

Demikian Pembahasan Materi Kita Kali ini Mengenai Pengertian Intensitas Cahaya. Jangan Lupa Tetap Bersama Kami Di RumusBilangan.com. Semoga Bermanfaat dan dapat menambah wawasan kita. Terimakasih.

Baca Juga :

Pengertian Intensitas Cahaya Rating: 5 Diposkan Oleh: Pelajar