Perbedaan Bioteknologi Konvensional Dan Modern

Posted on

Pengertian Dan Perbedaan Bioteknologi Konvensional Dan Modern – Hallo sahabat pembaca yang budiman, semoga kita selalu dalam limpahan rahmat dan hidayah dari Allah ta’alaa. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas makalah tentang Pengertian dan Perbedaan antara Bioteknologi Konvensional Dan Modern dalam kehidupan.

Ilmu Bio- Teknologi merupakan puncaknya dari ilmu Biologi. Materi tentang bioteknologi ini mungkin masih asih bagi kalangan awam, namun manfaat dari hasil bioteknologi ini bisa dirasakan oleh semua kalangan. Bahkan kita sendiri sudah sering menikmati manfaat dari hasil ilmu bioteknologi ini.

Ilmu bioteknologi ini sudah lama dikenal hingga sekarang sudah berkembang yang cukup pesat. Bahkan manfaat bioteknologi di zaman yang serba modern ini sudah tidak dapat lagi pungkiri.

Untuk itu, pada pembahasan ini kita akan bahas secara detail tentang perbedaan bioteknologi konvesional atau zaman dulu dengan bioteknologi modern saat ini.

Yuk kita simak !

Pengertian Bioteknologi Konvensional dan Bioteknologi Modern

Kiga sudah mengetahui bahwa bioteknologi dibedakan menjadi dua macam, yaitu : bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern. Kedua macam bioteknologi tersebut masing – masing mempunyai perbedaan – perbedaan mendasar pada proses pembuatannya.

Berikut terlebih dahulu penjelasan tentang bioteknologi baik konvesional maupun yang modern :

Pengertian Bioteknologi Konvensional

Bioteknologi konvensional ialah bioteknologi yang menggunakan semacam mikroorganisme sebagai agen biologi untuk menghasilkan suatu produk dan jasa.

Mikroorganisme tersebut bisa berupa jamur dan bakteri yang dapat menghasilkan sebuah enzim tertentu melalui proses fermentasi, sehingga dapat diperoleh produk yang bisa diinginkan.

Baca Juga :   Fungsi Ampula Pada Telinga

Dengan fermentasi, kita bisa mengubah bahan kompleks menjadi lebih sederhana dengan menggunakan bantuan mikroorganisme atau katalisator tertentu dalam kondisi lingkungan anaerobik (tanpa oksigen).

Berikut ini adalah beberapa contoh atau hasil dari produk bioteknologi konvensional dan mikroorganisme yang berperan, salah satunya tempe yang kita makan ternyata salah satu hasil dari produk bioteknologi konvesional 😀

NoMikroorganismeEnzimBahanProduk
1Rhizopus oligosporusProteaseKedelaiTempe
2 Sccharomyces cerevisiae, Rhizopus oryzae, Pediococcus sp. dan Candida utilis. Protease Ketan atau SingkongTape
3Aspergilus oryzaeProteaseKedelaiTauco
4Aspergilus soyaeProteaseKedelaiKecap
5Monillia sitophiliaProteaseBungkil kacangOncom
6Streptococcus thermophilusLaktaseSusuYoghurt
7Lactobacillus vulgarisLaktaseSusuYoghurt
8Lactobacillus vulgarisLipaseSusuKeju
9Lactobacillus lactisLipaseSusuKeju
10Streptococcus lactisLipaseSusuMentega
11Lactobacillum plantarumLipaseKubisAsinan

Perhatikan gambar dibawah ini :

Gambar diatas merupakan contoh dari hasil produk bioteknologi konvensional.

Baca : Mengetahui Fungsi Trakea Pada Hewan Serangga Dan Manusia

Pengertian Bioteknologi Modern

Bioteknologi modern ialah bioteknologi yang menggunakan teknik rekayasa genetika, contohnya seperti : DNA rekombinan.

DNA rekombinan ialah jenis DNA yang dapat melakukan upaya pemutusan dan penyambungan DNA dengan beberapa cara, misalnya seperti : kultur jaringan, kloning, dan fusi sel.

Berikut ini adalah beberapa bentuk – bentuk Bioteknologi Modern dan produk yang sudah dihasilkan yaitu :

1. Kultur Jaringan

Kultur jaringan merupakan cara untuk memperbanyak jaringan tumbuhan yang memiliki sifat yang sama dengan induknya. Contohnya seperti bibi Unggul, dll.

Misalnya adalah wortel, pisang, mangga, tebu, dan anggrek.

Perhatian gambar berikut :

2. Kloning

Kloning adalah penggunaan sebuah sel somatik makhuk hidup bersifat multiseluler untuk membuat satu atau lebih individu degan materi genetik yang sama atau identik.

Baca Juga :   Pengertian Kehamilan

Cara kloning yang dilakukan oleh penemu yaitu Dr. Ian Wilmut tahun 1997 sehingga menghasilkan domba Dolly, Domba Dolly merupakan domba hasil rekayasa yang menjadi seekor domba tanpa pejantan atau tanpa perkawinan, adalah sebagai berikut :

  1. Mengambil sel telur yang ada di dalam ovarium domba betina dan mengambil kelenjar mamae dari domba betina lainnya.
  2. Mengeluarkan inti sel (nukleus) yaitu sel telur yang haploid.
  3. Memasukkan sel kelenjar mamae ke dalam sel telur yang tidak memiliki yakni : nukleus.
  4. Sel telur dikembalikan ke uterus domba induknya semulayaitu : domba donor sel telur.
  5. Sel telur yang mengandung sel kelenjar mamae dimasukkan ke dalam uterus domba, kemudian domba tersebut akan hamil dan melahirkan anak hasil dari apa yang dinamakan kloning.

Perhatikan Gambar :

3.  Makhluk Hidup Transgenik

Makhluk hidup transgenik memiliki sebutan lain yaitu : GMOs (Genetically Modified Organism) yang merupakan hasil dari rekayasa genetika.

Produk – Produk yang dihasil seperti :

  1. Produk Insulin
  2. Menciptakan bibit unggul
  3. Hibridisasi
  4. Iseminasi BUatan
  5. Bayi Tabung

Perbedaan Bioteknologi Konvensional Dan Modern

Berikut ini adalah perbedaan – perbedaan antara Bioteknologi Konvensional dan Bioteknologi Modern, yaitu :

  1. Bioteknologi yang masuk dalam kategori konvensional hanya dapat menghasilkan barang atau produk dengan hasil yang lebih sedikit daripada hasil dari bioteknolig modern.
  2. Bioteknologi yang konvensional tidak dapat memodifikasi agen biologis. Sedangakn berbeda dengan modern yang sering melakukan modifikasi terhadap agen biologis yang dipakai.
  3. Bioteknologi terbaru atau modern seringkali berkaitan dengan tahap analisis DNA, rekombinasi gen serta gen sedangkan bioteknologi konvensional tidak.
  4. Bioteknologi modern membutuhkan biaya yang lebih besar daripada bioteknologi konvensional.
  5. Konvensional menggunakan peralatan dan teknologi sederhana dan murah serta mudah didapat. Sedangkan yang bioeknologi modern memakai perlengkapan dan teknologi yang canggih.
  6. Bioteknologi terbaru atau modern baru diperkenalkan mulai sejak tahun 1917. Sementara konvensional sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu bahkan sebelum pencetusan nama bioteknologi.
  7. Bio teknologi konvensional tidak bisa mengatasi masalah yang berkaitan dengan kesesuaian genetik. Sedangkan bioteknologi terbaru sudah bisa mengatasi kesesuaian genetik.
Baca Juga :   Ascomycota

Baca : Kingdom Monera – Definisi, Ciri, Ruang Lingkup dan Manfaatnya

Demikianlah pembahasan makalah tentang Perbedaan Bioteknologi Konvensional dengan Bioteknologi Modern. Semoga bermanfaat …