Peredaran Darah Besar

Posted on

Peredaran Darah Besar- Fungsi, Urutan, Gambar, Urutan Sistem, Skema, Dll- Hallo sahabat pembaca yang budiman, bagaimana kabarnya? Semoga kita semua selalu dalam lindungan dari Allah swt. Pada kesempatan yang berbahagia kali ini, penulis akan berbagi ilmu tentang Sistem Peredaran Darah Besar yang meliputi pengertian, Fungsi, Urutan dan lain – lain.

Dalam ilmu biologi, sistem peredaran darah itu dibagi menjadi dua macam, yaitu sistem peredaran darah besar dan sistem peredaran darah kecil. Dari dua macam sistem tersebut sehingga darah dalam tubuh dapat mengalir dan bekerja sebagaimana fungsinya.

Itulah sekilas tentang peredaran darah. Untuk mengetahui tentang sistem peredaran darah secara lengkap, mari langsung saja kita simak uraian pembahasannya dibawah berikut ini!

Jenis – Jenis Peredaran Darah Manusia

Sebuah sistem peredaran darah dalam tubuh manusia, terdiri atas 2 jenis sistem, yaitu : sistem peredaran darah kecil dan sistem peredaran darah besar.

Sistem Peredaran Darah Kecil

Sistem peredaran darah kecil adalah sebuah sistem peredaran darah yang terjadi ketika darah yang berasal dari arah bilik kanan jantung yang kemudian menuju ke arah paru – paru dengan melewati bagian arteri pulmonalis lalu kemudian kembali keserambi bagian kiri jantung yang melewati pembuluh vena pulmonalis.

Sistem Peredaran Darah Besar

Sistem peredaran darah besar ialah sebuah sistem yang terjadi pada saat proses peredaran darah yang datang berasal dari bilik sebelah kiri jantung menuju keseluruh bagian tubuh melalui aorta lalu akhirnya kembali lagi keserambi sebelah kanan jantung melalui pembuluh vena kava

Berdasarkan keterangan tentang sistem peredaran darah manusia yang memiliki dua sistem. Maka, manusia disebut sebagai makhluk yang memiliki peredaran darah ganda.

Baca Juga :   Soal Tema 2 Kelas 5

Sistem pada Peredaran Darah Besar

Proses sistem peredaran darah besar adalah bermula dari jantung bagian bilik sebelah kiri yang mengeluarkan darah yang mengadung oksigen untuk diberikan kepada oarta. Selanjutnya aorta akan mengalirkan darah tersebut kepada arteri bagian atas dan pada arteri bagian bawah. Pada proses ini jantung tersebut akan memompa lebih kuat untuk memberikan sebuah tekanan yang lebih pada darah, tekanan ini juga dibantu oleh denyutan – denyutan otot arteri yang terjadi pada sepanjang dalam perjalanan darah di saluran ini. Lalu kemudian darah di distribusikan dengan oksigen kedalam organ – organ dalam tubuh dengan baik, maka darah tersebut akan mulai memasuki bagian arteriol untuk menuju ke bagian pembuluh kapiler.

Pada saat pembuluh kapiler darah yang mengandung banyak oksigen ini akan bertukar dengan darah yang mengandung karbondioksida, yang selanjutnya darah masuk ke saluran venul dan akan mengalir pada vena.

Vena yang terletak pada bagian bawah dan vena yang terletak pada bagian atas maka akan bertemu di vena cava untuk memasuki serambi kanan dan melanjutkan ke perjalanan menuju bilik kanan dengan melewati katup trikuspid.

Kemudian pada karbon dioksida yang berasal dari sel menyebar dalam darah. Hal ini merupakan pertukaran gas yang berlangsung dengan menggunakan sebuah bantuan yang berasal kapiler kecil yang mengelilingi suatu sel di dalam tubuh manusia.

Skema urutan peredaran besar yaitu : Jantung dari sebelah bilik kiri, kemudian aorta -> pembuluh nadi -> pembuluh kapiler -> pembuluh balik -> jantung dari sebelah serambi kanan.

Kelainan atau Kangguan yang Ada pada Sistem Peredaran Darah

Sebuah kelainan dan gangguan pada sebuah sistem peredaran darah bisa terjadi akibat ditimbulkan dari pewarisan sifatyaitu : keturunan, rusaknya sebuah alat peredaran darah yang di akibatkan oleh kecelakaan atau akibat dari makanan yang dikonsumsi oleh banyak yang mengandung lemak dan zat kapur. Zat makanan tersebut bisa menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah atau berkurangnya tentang elastisitas otot jantung dalam mekanisme pompa dan isap.

Baca Juga :   Resensi Buku Non Fiksi

Dan berikut ini adalah beberapa kelainan atau gangguan yang ada pada sistem peredaran darah antara lain yaitu:

  1. Anemia atau kurang darah. Kelainan ini bisa terjadi disebabkan kurangnya kadar Hb atau kurangnya jumlah eritrosit dalam darah.
  2. Farises yaitu sebuah pelebaran pada pembuluh darah di bagian betis.
  3. Hemoroid atau Ambeyen ialah sebuah pelebaran pembuluh darah yang terjadi pada sekitar dubur atau anus.
  4. Arteriosklerosis ialah sebuah pengerasan pembuluh nadi disebabkan oleh timbunan atau endapat dari kapur.
  5. Atherosklerosis ialah sebuah pengerasan pembuluh nadi yang terjadi di karenakan oleh endapan lemak.
  6.  Embolus ialah terjadi penyumbatan pada pembuluh darah karena benda yang bergerak.
  7. Trombus yaitu sesuatu tersumbatnya pembuluh darah disebabkan oleh benda yang tidak bergerak.
  8. Hemofilia yaitu kelainan pada darah yang sukar membeku karena afaktor hereditas atau keturunan.
  9. Leukimia atau kanker darah ialah bertambahnya suatu leukosit yang secara tak terkendali.
  10. Penyakit kuning pada bayi atau Eritroblastosis fetalis yaitu saat rusaknya sebuah eritrosit pada bayi atau janin yang di akibatkan oleh aglutinasi yang berasal dari antibodi ibu, misalnya : apabila ibu bergolongan darah Rh dan embrionya adalah Rh+.
    Penyakit ini bisa terjadi pada sebuah kandungan yang kedua, apabila kandungan yang pertama embrio juga bergolongan darah Rh+.
  11. Penyakit jantung koroner atau PJK, ialah sebuah penyempitan pada bagian arterikoronaria yang berfungsi mengangkut O2 ke jantung.
  12. Talasemia ialah sebuah penyakit anemia yang diakibatkan atas rusaknya suatu gen pembentuk hemoglobin yang bersifat menurun.

Itulah beberapa jenis kelainan atau gangguan yang terjadi pada sistem peredaran darah pada manusia.

Jenis – Jenis Pembuluh Darah pada Manusia

Terdapat 3 jenis pembuluh darah pada tubuh manusia. Yang mana ke tiga macam pembuluh ini memiliki peranan masing – masing. Ketiga jenis pembuluh tersebut diantaranya adalah : pembuluh darah arteri, pembuluh darah vena, dan pembuluh darah kapiler.

Berikut penjelasannya :

Baca Juga :   Kata Kerja Bahasa Arab (فعل)

Pembuluh darah arteri

Pembuluh darah Arteri mempunyai peran dalam proses pengangkutan darah bersih dari jantung menuju ke seluruh tubuh, kecuali pada bagian arteri pulmonalis. Arteri pulmonalis memiliki peran membawa darah kotor yang memerlukan oksigenasi.

Pembuluh darah arteri memiliki sebuah dinding yang tebal dan elastis. Tentu saja pembuluh darah arteri ini meninggalkan jantung. Tekanan darahnya sangat kuat apabila dibandingkan dengan tekanan yang dimiliki oleh pembuluh darah vena. Pembuluh arteri ini memiliki tempat yang biasanya terletak pada bagian dalam permukaan tubuh dan memiliki satu pangkal atau aorta.

Pembuluh darah vena

Pembuluh darah vena ini juga sering kita sebut sebagai pembuluh darah balik. Hal itu disebabkan pembuluh darah vena bertugas membawa darah kotor atau miskin oksigen menuju kembali ke jantung, kecuali pada bagian vena pulmonalis yang bertugas membawa darah bersih menuju ke jantung.

Vena memiliki klep di sepanjang pembuluh darahnya. Banyaknya klep tersebut pada vena ini akan berhubungan dengan tugas vena yang membawa darah yang arah gerakannya adalah melawan gaya berat. Klep – klep itu bertugas untuk menjaga agar pembuluh darah yang mengalir ke jantung tidak jatuh kembali menuju ke arah sebaliknya.

Pembuluh darah kapiler

Pembuluh darah kapiler adalah pembuluh darah yang sangat kecil tempat arteri berakhirnya. Pembuluh darah ini memiliki fungsi sebagai distributor zat – zat penting kepada jaringan yang memungkinkan berjalannya berbagai proses di dalam tubuh manusia.

Fungsi Peredaran Darah Pada Tubuh

  1. Mengedarkan Okesigen dari Jantung Keseluruh tubuh
  2. Mengangkut Nutrisi melalui darah
  3. Mengangkut dan Membawakan Hormon
  4. Mengangkut kandungan sistem kekebalan pada tubuh
  5. Mengatur temperatur Suhu pada tubuh

Demikianlah pembahasan makalah tentang Pembuluh Darah Besar. Semoga bermanfaat ya ….

Baca juga :