Pewarisan Sifat Pada Manusia

Posted on

Pewarisan Sifat Pada Manusia – Berikut ini rumusbilangan.com akan membahas tentang rangkuman makalah materi Pewarisan Sifat Pada Manusia yang akan diterangkan mulai dari pengertian, jenis, fungsi, struktur, unsur, jurnal, tujuan, ciri, makalah, peran, makna, konsep, kutipan, contoh secara lengkap.

Manusia memiliki kemampuan untuk mewariskan sifat-sifat kepada keturunannya. Karena kemampuan ini manusia, hewan dan tumbuhan memiliki karakteristik yang berbeda. Penurunan fitur ini disebut sebagai warisan, juga disebut warisan.

Apa itu Sifat Pada Manusia ?

Warisan atau keturunan adalah penurunan sifat orang tua versus keturunan mereka (anak-anak). Fitur bawaan ini dapat berupa apa saja. Misalnya, warna kulit berpindah dari satu orangtua ke anak mereka, atau ukuran yang diturunkan dari orangtua ke anak mereka. Studi tentang pewarisan disebut genetika. Warisan ini dikendalikan oleh materi genetik, yaitu gen dan kromosom.

Genetis Kromosom

Genetis Kromosom
Genetis Kromosom

Kromosom adalah bahan genetik dalam bentuk filamen halus (kromatin) yang bertindak sebagai pembawa informasi genetik untuk keturunannya. Kromosom hanya dapat dilihat di bawah mikroskop ketika pembelahan sel terjadi. Saat dilihat dengan mikroskop, kromosom tampak menebal, mempersingkat, dan menyerap warna.

Pada manusia, kromosom dibagi menjadi dua bagian, yaitu:
Autosom
Autosom, atau kromosom, mengatur karakteristik tubuh. Ada 22 pasang kromosom tubuh (autosom) atau 44 di antaranya. Kromosom tubuh pada individu pria dan wanita memiliki sifat dan bentuk yang sama.

Allosome
Kromosom seks pada pria dan wanita memiliki sifat dan bentuk yang berbeda. Pada pria, simbol untuk kromosom seks (gonosome) adalah XY.

Kromosom berada dalam sel-sel tubuh dan dipasangkan disebut kromosom diploid (atau 2n). Sementara itu, akibat hasil pembelahan meiosis, kromosom yang ada dalam sel seks tidak berpasangan, disebut kromosom haploid (atau ditulis dengan n).

Struktur Kromosom
Kromosom terdiri dari dua bagian, yaitu kepala kromosom (juga dikenal sebagai sentromer) dan lengan kromosom (juga dikenal sebagai lokus). Di sentromer tidak ada gen, sedangkan di lengan atau tempat, yang juga merupakan tubuh pada kromosom, gen hadir.

Baca Juga :   100 Mufrodats Bahasa Arab (Isim dan Fi'il)

Bentuk Kromosom
Kromosom memiliki bentuk yang berbeda. Ada 4 jenis kromosom berdasarkan posisi sentromer, yaitu metasentrik, submetrikentrik, akrosentrik, dan telosentris.

Komposisi Gen

Zat kimia yang terkandung dalam kromosom, yang memengaruhi atau menentukan sifat atau karakteristik setiap makhluk hidup, disebut gen.
Gen memiliki fungsi yang berbeda, termasuk:

  • Mengatur perkembangan dan metabolisme manusia;
  • Meneruskan informasi genetik dari orang tua kepada keturunannya;
  • Mengandung partikel terpisah dalam kromosom.

Gen terletak di lokus kromosom. Setiap kromosom mengandung ribuan gen. Setiap kromosom manusia mengandung setidaknya ± 100.000 gen. Gen yang berada di lokus kromosom yang berpasangan atau dengan bentuk, warna, jumlah, ukuran, atau jenis yang sama disebut alel.

Gen sering dilambangkan dengan huruf besar atau kecil. Di mana huruf kapital untuk gen yang “dominan”, misalnya, M (merah). Dan huruf kecil untuk gen yang “resesif,” misalnya, m (putih). Gen selalu berpasangan, misalnya MM, mm atau mm. Gen yang memiliki alel yang sama dengan MM atau mm disebut homozigot. Sedangkan gen dengan alel berbeda seperti Mm disebut heterozigot.

Komposisi gen yang digunakan untuk menentukan sifat atau karakteristik seseorang disebut genotipe. Genotipe yang menyebabkan fenotipe. Secara umum, genotipe adalah fitur makhluk hidup yang tidak terlihat atau terlihat oleh indera mata.

Sebagai contoh, gen merah dilambangkan dengan MM, gen buah bulat dilambangkan dengan BB. Simbol MM dan BB disebut genotipe. Dalam hubungan terbalik dengan genotipe, fenotip adalah fitur dalam makhluk hidup yang dilihat atau dilihat oleh indera mata. Misalnya, bunga merah, tinggi, rambut keriting, buah bundar dan buah keriput.

Persilangan Dari Pewarisan Sifat

Hukum Mendel I
Warisan ini pertama kali diangkat oleh Gregor Johann Mendel (1858-1866), bapak genetika. Gregor Johann Mendel melakukan percobaan pada kacang polong (Pisum sativum). Mendel memilih kacang polong sebagai bahan percobaan karena berbagai alasan:

  • Mudah berkembang biak dan menyeberang
  • Banyak keturunan punya
  • Memiliki siklus hidup yang pendek

Berdasarkan hasil percobaan ini, Mendel menulis beberapa hipotesis, yaitu:

  • Sifat organisme atau individu dikendalikan oleh faktor keturunan (baik pria dan wanita).
  • Setiap pasangan faktor keturunan menunjukkan alternatif satu sama lain, seperti tinggi atau rendah, bulat atau rendah dan sebagainya.
  • Ketika faktor-faktor ini hadir di pabrik, faktor resesif ditutupi oleh faktor dominan.
  • Pada saat pembagian meiosis, alel akan bebas untuk dipisahkan.
  • Individu murni memiliki pasangan fitur yang sama yang dominan atau resesif.
Baca Juga :   Contoh Soal HOTS SD

Menurut hasil eksperimen dan hipotesis Mendel, Mendel mengusulkan hukum yang mengatakan: “Pada saat pembentukan gamet, ada pemisahan alternatif gen atau variasi gen, juga disebut alel bebas.” Hukum ini dikenal sebagai Hukum Mendel I. Hukum Mendel I juga dikenal sebagai Hukum Pemisahan Bebas. Hukum Mendel I menyatakan bahwa gen akan terpisah secara bebas dalam perjalanan gametogenesis.

Monohibrid Persimpangan

Monohibrid crossing (mono berarti persimpangan, hibrida berarti persimpangan) adalah persilangan antara dua individu dengan sifat yang berbeda.
Misalnya: persilangan antara tanaman kacang polong murni dengan biji kuning dan kacang polong dengan biji hijau. Di mana kacang polong dengan biji kuning mendominasi sebagai kacang polong dengan biji hijau.

Dari hasil percobaan Mendel dalam melintasi kacang polong dengan sifat lain, diperoleh 7 spesies dengan sifat berbeda, dengan hasil keturunan pertama (F1) yang menunjukkan karakteristik yang sama dengan salah satu induknya.

Antara Persimpangan
Intercrossing (Intercrossing berarti sifat individu, yang merupakan kombinasi dari dua orang tua). Persimpangan ini dilakukan oleh eksperimen Mendel di bunga jam empat (Mirabilis jalapa). Mendel menyilangkan bunga jam empat dengan warna merah dan putih dan menghasilkan keturunan F1, yang mewakili kombinasi dari dua orang tua, yaitu dalam bentuk pink.

Persimpangan Hibrida
Dihibrid cross (dalam arti dua, hybrid berarti crossing) adalah persilangan antara dua individu dengan dua karakteristik berbeda.

Contohnya adalah persilangan antara tanaman kacang bulat kuning dan tanaman kacang hijau hancur. Di mana benih bulat mendominasi benih Kisut dan biji kuning mendominasi benih hijau.

Variabel Pewarisan Sifat Pada Manusia

  • Warisan adalah warisan atau warisan dari orang tua kepada anak-anaknya (anak-anak).
  • Genetika adalah studi tentang keturunan.
  • Gen adalah zat kimia yang terjadi pada kromosom dan menentukan sifat atau karakter makhluk hidup.
  • Kromosom adalah benang halus yang mentransmisikan informasi genetik ke keturunannya.
  • Diploid adalah kromosom yang terletak di dalam sel dan sepasang sel.
  • Haploid adalah kromosom yang terletak di sel reproduksi dan tidak berpasangan karena pembelahan meiosis.
  • Centromere adalah bagian kepala pada kromosom yang tidak mengandung gen.
  • Lokus adalah bagian dari lengan pada kromosom yang berisi gen fitur.
  • Alel adalah gen yang terletak di situs kromosom dan dipasangkan dan memiliki jumlah, warna, bentuk, jenis dan ukuran yang sama.
  • Dominan adalah salah satu karakteristik individu yang dapat menutupi sifat individu lain.
  • Resesif adalah kebalikan dari sifat dominan, yaitu sifat individu, yang tidak terlihat karena ditutupi oleh munculnya sifat individu dominan lain.
  • Homozigot adalah gen yang memiliki alel atau alel yang sama, mis. B. MM, mm, BB, bb, dll.
  • Heterozigot adalah gen yang memiliki alel yang tidak sama atau gen non-alel, seperti Mm, Bb, dll.
  • Genotipe adalah ciri makhluk hidup yang tidak terlihat oleh indera mata. Misalnya, genus bunga merah dilambangkan dengan MM.
  • Fenotip adalah salah satu fitur pada makhluk hidup yang dilihat atau dilihat oleh indera mata, misalnya, sifat bunga merah.
  • Monohibrid adalah persilangan antara dua individu dengan sifat yang berbeda. Misalnya, biji kacang bundar disilangkan dengan biji kacang keriput.
  • Dihibrid adalah persilangan antara dua individu dengan dua karakteristik berbeda. Misalnya, kacang polong kuning bulat disilangkan dengan kacang hijau kusut.
  • Menengah adalah karakteristik dari seorang individu yang penampilannya merupakan kombinasi dari kedua orang tuanya.
  • P (Induk) adalah orang tua atau orang tua.
  • F1 adalah Fililal pertama atau anak pertama.
  • F2 adalah anak kedua atau anak kedua.
Baca Juga :   Proses Metamorfosis Kecoa

Demikian Pembahasan Materi Kita Kali ini Mengenai Pewarisan Sifat Pada Manusia. Jangan Lupa Tetap Bersama Kami Di RumusBilangan.com. Semoga Bermanfaat dan dapat menambah wawasan kita. Terimakasih.

Baca Juga :

Pewarisan Sifat Pada Manusia Rating: 5 Diposkan Oleh: Pelajar