Syair Arab Tentang Ilmu

Posted on

Syair Arab Tentang Ilmu – Hallo sahabat, pada kesempatan kali ini kita akan membahas makalah tentang materi Syair yakni tentang Ilmu. Sahabat, syair merupakan salah satu sumber belajar untuk menambah kemampuan berbahasa Arab. Sebab dapat menambah perbendaharaan hafalan kosakata bahasa Arab kita. Serta syair juga dapat memudahkan suatu perkataan untuk cepat mudah diterima dan dipahami.

Bangsa Arab dari zaman jahiliah memang sudah pandai membuat syair. Bahkan diantara mereka juga banyak yang ahli sastra. Oleh karena itu, tidak heran jika banyak dari sana terlahir orang – orang hebat ahli syair dan sastra seperti salah satunya yaitu : Penyair Alfarazdaq.

Untuk itu, mari langsung saja kita simak ulasan tentang syair bahasa Arab bab Ilmu dibawah berikut ini !

Hikmah Syair Dalam Kehidupan

Pada dasarnya, syair ternyata dapat melembutkan hati seseorang, hal ini dikarenakan syair merupakan gudang penyimpanan peradaban bangsa Arab serta catatan pengalaman hidup mereka yang penuh dengan hikmah dan kebijaksanaan.

Saydina Umar bin Khathab –radhiallahu ‘anhu– beliau pun pernah menganjurkan para orang tua untuk mengajarkan syair ke anak-anak mereka dengan perkatannya sebagai berikut :

Warowwuuhum maa yajmulu minassyi’ri = وَرَوُّوْهُمْ مَا يَجْمُلُ مِنَ الشِّعْرِ

Artinya : “Riwayatkanlah kepada mereka (anak-anak kalian) syair-syair yang indah.” [Al-Kaamil fil Lughah wal Adab: 1/211]

Dari ucapan beliau diatas dapat kita pahami bahwa, jika tidak ada manfaat yang besar dalam syair, tentu beliau sahabat Umar bin Khathab tidak akan menganjurkannya.

Syair Bukanlah Perkataan Sembarang Orang

Pada dasarnya, tidak semua orang bisa menjadi seorang penyair. Oleh karena itu, syair dapat dikatakan bukanlah perkataan sembarang orang.

Baca Juga :   Soal Tema 6 Kelas 3

Bangsa Arab dahulu sering mengadakan pesta besar-besaran ketika lahir seorang anak dari suku mereka yang memiliki bakat dan kemampuan merangkai bait-bait syair.

Syair – Syair Bahasa Arab

Sebelum kita masuk ke inti pembahasan, kita akan mencoba melihat beberapa syair pada zaman jahiliyah oleh seorang penyair yang bernama Zuhair bin Abi Sulma dan merupakan penyair ahli hikmah. Di antara syair – syairnya yaitu :

وَمَنْ هَابَ أَسْبَابَ المَنَايَا يَنَلْنَهُ # وَإِنْ يَرْقَ أَسْبَابَ السَّمَاءِ بِسُلَّمِ

Artinya : “Siapa yang takut akan sebab-sebab kematian, semua itu akan mendapatinya…Walaupun ia berupaya (menghindar dengan) menaiki tangga menuju langit…

Kemudian syair oleh seorang penyair yang bernama Al-Mutanabbi. Beliau adalah penyair yang lahir di zaman dinasti Abbasiyah dan berikut ini diantara syair – syair hikmahnya yaitu :

أَعَزُّ مَكَانٍ فِى الدُّنْيَا سَرْجُ سَابِحٍ # وَخَيْرُ جَلِيْسٍ فِى الزَّمَانِ كِتَابُ

Artinya : “Tempat paling mulia di dunia adalah pelana kuda pembalap…Dan sebaik-baik teman duduk sepanjang masa adalah buku…

Dan

إِذَا أَنْتَ أَكْرَمْتَ الكَرِيْمَ مَلَكْتَهُ # وَإِنْ أَنْتَ أَكْرَمْتَ اللَّئِيْمَ تَمَرَّدَا

Artinya : “Jika kau muliakan orang baik, niscaya engkau dapat menguasainya…
Namun jika kau muliakan orang buruk, niscaya dia akan melunjak (lancang)…

Syair Bahasa Arab Tentang Ilmu

Berikut ini adalah syair bahasa Arab yang kita ambil dari seorang penyusun yaitu : Abul Qasim Ahmad bin Umar bin Abdullah bin Ushfur –rahimahullahu– [Jaami’ul ‘Ulumi Wal Hikam 1/2019] :

مَعَ الْعِلْمِ فَاسْلُكْ حَيْثُ مَا سَلَكَ الْعِلْمُ # وَعَنْهُ فَكَاشِفْ كُلَّ مَنْ عِنْدَهُ فَهْمُ

Artinya : “Bersama ilmu, tempuhlah jalan yang telah ditempuh oleh ilmu…Dan tentangnya, belajarlah dari setiap orang yang memiliki pemahaman…

Baca Juga :   Bahasa Arab Buku

فَفِيهِ جِلَاءٌ لِلْقُلُوبِ مِنَ الْعَمَى # وَعَوْنٌ عَلَى الدِّينِ الَّذِي أَمْرُهُ حَتْمُ

Artinya : ” Dalam ilmu terdapat penyingkap hati dari kebutaan (kebodohan)…Dan pertolongan terhadap agama yang (seitap) urusannya adalah pasti…

فَإِنِّي رَأَيْتُ الْجَهْلَ يُزْرِي بِأَهْلِهِ # وَذُو الْعِلْمِ فِي الْأَقْوَامِ يَرْفَعُهُ الْعِلْمُ

Artinya : ” Sungguh aku melihat bahwa orang bodoh akan hina dan rendah…Adapun ilmu akan akan meninggikan derajat ahlinya di antara manusia…

يُعَدُّ كَبِيرَ الْقَوْمِ وَهْوَ صَغِيرُهُمْ # وَيَنْفَذُ مِنْهُ فِيهِمُ الْقَوْلُ وَالْحُكْمُ

Artinya : ” (Dengan ilmu) orang akan dianggap dewasa walaupun masih belia…Dan bahkan (segala) perkataan dan putusannya akan diterima mereka…

وَأَيُّ رَجَاءٍ فِي امْرِئٍ شَابَ رَأْسُهُ # وَأَفْنَى سِنِيِّهِ وَهْوَ مُسْتَعْجِمٌ فَدِمُ

Artinya : ” Apa yang diharapkan dari orang yang telah beruban rambutnya…Yang telah menghabiskan umurnya dalam keadaan bodoh dan pandir…

يَرُوحُ وَيَغْدُو الدَّهْرَ صَاحِبَ بِطْنَةٍ # تَرَكَّبَ فِي أَحْضَانِهَا اللَّحْمُ وَالشَّحْمُ

Artinya : “Si pemilik perut buncit melewatkan masa dan waktunya…Dengan seonggok daging dan lemak tersusun di tubuhnya…

إِذَا سُئِلَ الْمِسْكِينُ عَنْ أَمْرِ دِينِهِ *** بَدَتْ رُحَضَاءُ الْعِيِّ فِي وِجْهِهِ تَسْمُو

Artinya : ” Jika si miskin ditanya tentang urusan agamnya…Tampak tanda-tanda kebodohan di wajahnya tersimpul …”

وَهَلْ أَبْصَرَتْ عَيْنَاكَ أَقْبَحَ مَنْظَرٍ # مِنْ أَشْيَبَ لَا عِلْمٌ لَدَيْهِ وَلَا حُلْمُ

Artinya : ” Apakah kedua matamu pernah melihat pemandangan yang lebih buruk …Daripada orang beruban yang tidak memiliki ilmu lagi kesabaran ….”

هِيَ السُّوءَةُ السَّوْءَاءُ فَاحْذَرْ شَمَاتَهَا # فَأَوَّلُهَا خِزْيٌ وَآخِرُهَا ذَمُّ

Artinya : ” Dialah keburukan terburuk, maka hindarilah dampak buruknya…Yang mana permulaannya kenistaan dan berakhir dengan kehinaan …”

فَخَالِطْ رُوَاةَ الْعِلْمِ وَاصْحَبْ خِيَارَهُمْ # فَصُحْبَتُهُمْ زَيْنٌ وَخُلْطَتُهُمْ غَنْمُ

Artinya : ” Bergaulah dengan pembawa ilmu dan pilihlah teman terbaik dari mereka…Karena bersahabat dan bergaul dengan mereka adalah keindahan sekaligus harta berharga...”

Baca Juga :   Karakteristik dan Keunikan Bahasa Arab

 وَلَا تَعْدُوَنْ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ فَإِنَّهُمْ # نُجُومٌ إِذَا مَا غَابَ نَجْمٌ بَدَا نَجْمُ

Artinya : ” Janganlah sekali-kali kedua matamu berpaling dari mereka sesungguhnya…Mereka adalah bintang-bintang, jika satu terbenam akan muncul bintang lain…

فَوَاللَّهِ لَوْلَا الْعِلْمُ مِمَّا اتَّضَحَ الْهُدَى # وَلَا لَاحَ مِنْ غَيْبِ الْأُمُورِ لَنَا رَسْمُ

Artinya : “Demi Allah kalaulah bukan karena ilmu, petunjuk tidak akan tampak jelas…Dan tidak akan terlihat pula oleh kami gambaran dari perkara-perkara gaib…

Demikianlah makalah tentang bahasa Arab tentang syair dan artinya. Semoga bermanfaat ….