Teori Atom Rutherford

Posted on

Teori Atom Rutherford- Dasar, bunyi, Model, Kelebihan & Kekurangannya- Hallo sahabat pembaca yang budiman, pada kesempatan yang berbahagia kali ini kita akan membahas makalah mengenai Teori Atom Rutherford yakni mulai dari Dasar, bunyi, Model, serta kelebihan dan kekurannya lengkap.

Untuk itu, mari langsung saja kita simak uraian materinya dibawah berikut ini!

Teori Atom Rutherford

Sekitar pada tahun 1911an, Rutherford telah menyangkal kebenaran dari teori atom Thomson yang mana mengatakan bahwa sebuah atom ialah memiliki muatan positif, dan juga disekelilingnya terdapat sebuah elektron yang bermuatan negatif layaknya sepeerti roti kismis. Pada teori atom Rutherford ini telah mengatakan bahwa sebuah atom memiliki suatu inti yang merupakan sebuah pusat massa yang mana selanjutnya dinamakan dengan nukleus, dengan dikelilinginya sebuah awan elektron yang bermuatan negatif.

Hasil dari penelitian Rutherford ini sekaligus dapat menggantikan suatu model atom Thomson, Rutherford dapat mengajukakan sebuah model atom yang mana menyatakan bahwa suatu atom tersusun dari sebuah inti yang mana bermuatan positif dan dikelilingi oleh beberapa elektron-elektron yang mana bermuatan negatif, seperti pada planet ini mengelilingi matahari.

Massa suatu atom terpusat pada sebuha inti dan sebagian besar pada volum atom ialah merupakan ruang hampa atau kosong. Sebab, atom ialah bersifat netral, maka untuk jumlah muatan positifnya dalam inti (proton) haruslah sama juga dengan jumlah pada elektronnya.

Tak berselang beberapa lama Rutherford kemudian mengajukan sebuah model atomnya, dan ternyata terdapat beberapa kelemahannya. Model dari atom Rutherford ini bersifat tak stabil sebab bertentangan dengan sebuah hukum fisika yang klasik Maxwell.

Dan berdasarkan pada hukum tersebut, apabila ada partikel yang bermuatan (elektron) untuk mengelilingi inti atom yang mana mempunyai suatu muatan yang berlawanan arau proton, maka elektron itu akan mempunyai percepatan dan memancarkan suatu energi yang berupa gelombang elektromagnetik, dengan yang demikian, maka lama – kelamaan elektron akan bisa kehilangan energinya itu.

Baca Juga :   Pengertian Intensitas Cahaya

Dan akibatnya, jari-jari pada lintasan ini semakin kecil, sehingga suatu saat nanti elektron akan menjadi bergabung ke inti atom. Padahal pada kenyataannya ini, atom itu bersifat stabil hingga pada elektron tak bergabung lagi dengan suatu inti atom.

Dasar Teori Atom Rutherford

Pada teori atom Rutherford yang didasarkan pada suatu eksperimen penembakan inti atom suatu lempengan emas dengan sebuah partikel alfa yang mana lebih dikenal dengan sebuah percobaan Geiger-Marsden. Daripada saat itu, Rutherford lalu menyusun sebuah desain rancangan percobaan suatu penembakan atom emas dari partikel alfa yang mana dapat dipancarkan oleh suatu unsur radioaktif. Dan ternyata, sinar dari radioaktf tersebut ada yang bisa dipantulkan, lalu dibelokkan, dan selanjutnya diteruskan. Perhatikanlah pada gambar percobaan dari Rutherford berikut ini:

Pada eksperimen penembakan inti dalam atom lempengan emas ini dengan suatu partikel alfa yang mana dikenal dengan istilah percobaan Geiger-Marsden. Rutherford sendiri menjelaskan bahwa apabila partikel alfa ini mengenai sebuah inti atom, maka yang terjadi adalah penuumbukan yang dapat mengakibatkan pembelokan atau seuatu pemantulan pada partikel alfa.

Hal ini disebabkan sebab massa dan muatan dari atom terpusat pada suatu inti (nukleus). Rutherford ini menyarankan bahwa suatu muatan inti atom dapat sebanding dengan sebuah massa atom dalam satuan suatu massa atom. Pada partikel alfa yang mana mengenai awan elektron tak  dibelokkan ataupun dipantulkan.

Bunyi pada Teori Atom Rutherford

Kemudian Rutherford melakukan sebuah penelitian mengenia hamburan sinar α (alpha) pada sebuah lempeng emas. Hasilnya dari pengamatan tersebut ialah dikembangkannya dalam hipotesis yaitu : model atom Rutherford:

  1. Pada sebagian besar dari suatu atom ialah suatu permukaan yang kosong atau yang hampa.
  2. Atom mempunyai sebuah atom yag mana bermuatan positif dan merupakan dari pusatnya atom.
  3. Elektron dapat bergerak dengan mengelilingi sebuah inti dengan kecepatan yang cukup sangat tinggi sekali.
  4. Sebagian besar dari partikel α ini dapat lewat tanpa mengalami sebuah pembelokkan atau penghambatan. Pada sebagian kecil ini dibelokkan, dan lalu sedikit sekali yang dapat dipantulkannya.
  5. Sebuah awan elektron tak dapat mempengaruhi penyebaran suatu partikel alfa.
Baca Juga :   Kalor

Model Teori Atom Rutherford

Rutherford telah mempresentasikan sebuah model fisik struktur dari subatomiknya, sebagai suatu interpretasi atas suatu hasil percobaan yang maan tak bisa diduga tersebut. Dia membangun sebuah model atom yang mana mirip dengan sebuah sistem tata surya. Didalam presentasinya itu, atom dapat disusun dari suatu pusat pada massa (kemudian bisa disebut sebagai nukleus, walaupun pada Rutherford ini tak memakai sebuah istilah “nukleus” didalam makalahnya, yang ada dikelilingi oleh sebuah awan yang bisa diduga dan merupakan dari elektron yang cukup berputar.

Dibawah ini terdapat beberapa indikator suatu kunci didalam hipotesis model atom Rutherford, yang diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Pada awan elektron tidak akan mempengaruhi hamburan pada partikel alfa.
  2. Banyaknya dari muatan positif atom ini terkonsentrasikan pada sebuah volume yang kecil terletak pada pusat atom, yang selanjutnya sering dikenal sebagai istilah nukleus. Besarnya dalam muatan ini sebanding dengan sebuah massa atom tersebut, massa pada sisanya kemudian ktia ketahui banyak dipengaruhi oleh sebuah neutron. Pusat suatu massa dan muatan terkonsentrasi itu berpengaruh dalam usaha memantulnya baik partikel alfa taaupun pada beta.
  3. Pada massa atom-atom berat seperti conoh : emas kebanyakan akan terkonsentrasi pada sebuah wilayah pusat muatan, sebab perhitungannya menunjukkan bahwa pada kawasan ini tak dipantulkan atau tak bergerak oleh adanya suatu partikel alfa dengan berkecepatan tinggi, yang mempunyai sebuah momentum yang mana sangat tinggi jika dibandingkan dengan sebuah elektron, namun tak mewakili pada keseluruhan atom dan beratnya tersebut.
  4. Pada atom ini sendiri mempunyai sebuah diameter 100.000 (105) kali yang lebih besar dari diameter sebuah nukleus. Pada penggambaran itu bisa kita andaikan seperti pada saat meletakkan sebuah butir pasir pada tengah lapangan sepak bola yang luas.
Baca Juga :   Macam Macam Unsur Kimia

Kelebihan Model Atom Rutherford

Beberapa kelebihan dari model atom Rutherford ini adalah sebagai berikut :

  1. Cukup mudah untuk dipahami guna menjelaskan sebuah struktur atom yang cukup rumit
  2. bisa menjelaskan sebuah bentuk lintasan pada elektron yang mana mengelilingi sebuah inti atom
  3. Bisa menggambarkan suatu gerak elektron pada disekitar intinya

Kekurangan Model Atom Rutherford

Beberapa kekurangan dari model atom Rutherford ini adalah sebagai berikut :

  1. Dengan menurut sebuah hukum fisika klasik, pada elektron yang bergerak untuk mengelilingi inti memancarkan sebuah energi didalam bentuk gelombang suatu elektromagnetik. Akibatnya ialah lama-kelamaan elektron ini akan menjadi kehabisan energi dan pada akhirnya akan menempel pada sebuah inti.
  2. Model dari atom rutherford ini yaitu belum mampu untuk menjelaskan tentang dimana letak sebuah elektron dan cara dalam rotasinya terhadap sebuah inti atom.
  3. Elektron ini dapat memancarkan sebuah energi ketika bergerak, sehingga pada energi atom ini dapat menjadi tidak stabil lagi.
  4. Tak bisa menjelaskan tentang spektrum garis pada sebauh atom hidrogen yang disimbolkan dengan huruf (H).

Demikianlah pembahasan makalah pada artikel ini yakni mengenai Teori Atom Rutherford- Dasar, bunyi, Model, Kelebihan dan Kekurangannya lengkap. Semoga dapat bermanfaat untuk kita semua ….

Baca juga :