Awan Adalah

Posted on

Awan Adalah – Berikut ini rumusbilangan.com akan membahas tentang rangkuman makalah materi Awan yang akan diterangkan mulai dari pengertian, jenis, fungsi, struktur, unsur, jurnal, tujuan, ciri, makalah, peran, makna, konsep, kutipan, contoh secara lengkap.

Setiap uap air yang terkandung di udara berubah saat proses kondensasi (densifikasi) berubah menjadi awan pembentuk air.

Apa Itu Awan ?

Awan adalah massa yang terlihat terbentuk dari tetesan air atau kristal beku di daerah atmosfer di atas permukaan bumi atau planet lain. Awan terbentuk oleh kondensasi atau kondensasi uap air yang terkandung di udara setelah telah melebihi keadaan saturasi.

Fungsi Dari Awan

  • Awan dapat menghasilkan hujan, hewan-hewan ini sendiri muncul dari proses siklus air di awan. Hujan yang terbentuk memiliki banyak keuntungan bagi manusia dan bumi. Beberapa manfaat hujan adalah pemupukan tanaman, pasokan air, sumber daya, peningkatan kualitas udara, dll.
  • Awan dapat menghilangkan cuaca panas dan memberikan kesejukan.
  • Awan juga melindungi kita dari radiasi UV langsung.
  • Dengan bantuan awan, manusia dapat memperkirakan arah angin, sehingga dapat berfungsi sebagai indikator untuk prakiraan cuaca dan iklim.

Motode Pembentukan Awan

Seperti yang telah disebutkan, awan uap kondensasi di udara membentuk titik air. Proses pembentukan air melewati beberapa siklus sebagai berikut:

Saat udara semakin panas, massa uap menguap ke atmosfer, memungkinkannya mencapai tingkat kelembaban yang tepat di ketinggian tertentu. Semakin tinggi kisaran, semakin rendah tekanan udara, semakin rendah gesekan antara molekul dan semakin rendah suhu (lebih dingin). Dari ketinggian tertentu, uap air ini mengembun di bawah pengaruh suhu yang lebih dingin dan kelembaban ke titik air (kompresi).

Seiring waktu, semakin banyak uap air yang masuk dan membentuk lebih banyak awan. Dari ketinggian tertentu, akumulasi uap air ini menjadi titik air karena suhu yang lebih rendah. Sekarang titik air, yang lebih berat dari uap air, akan jatuh karena tarikan gravitasi bumi. Kami menyebut tetesan air hujan ini.

Baca Juga :   Struktur Leukosit

Tidak semua awan berubah menjadi hujan. Bisa jadi awan memenuhi udara panah sebelum hujan dan menjadi uap air, yang menghilang atau tertiup ke arah lain.

Jenis dan Klasifikasi dari Awan

Jenis dan Klasifikasi dari Awan
Klasifikasi Awan

Berdasarkan Ketinggiannya

Pada tahun 1894, Komisi Cuaca Internasional mengelompokkan awan menurut ketinggiannya menjadi empat kelompok utama, yaitu:

1. Kelompok Red Cloud
Awan tinggi adalah sekelompok awan, biasanya terletak pada ketinggian 6 hingga 18 km di atas permukaan bumi di daerah beriklim tropis, di daerah beriklim pada ketinggian 5 hingga 13 km di atas permukaan bumi dan pada ketinggian 3 hingga 8 km di atas permukaan bumi di wilayah tersebut adalah kutub.
Awan dalam grup ini meliputi:

  • Awan Sirrus (Ci)
    Awan sirrus biasanya memiliki struktur seperti serat halus yang berbentuk seperti bulu burung. Diatur seperti pita melengkung yang sepertinya bertemu pada satu atau dua titik horizon. Awan sirrus biasanya tidak menyebabkan hujan. Warna awan ini biasanya putih dan ujungnya tidak jernih.
  • Sirostratus Clouds (Ci – St)
    Awan Sirostratus adalah awan halus berwarna putih bersih yang menutupi seluruh langit atau wilayah tertentu di area tertentu. Dalam bentuk kelambu putih atau tikar abstrak. Awan ini dapat menyebabkan fenomena halo yang mengelilingi matahari, biasanya fenomena ini terjadi di musim kemarau. Kehadiran awan-awan ini kemungkinan besar mengindikasikan hujan.
  • Sirokumulus cloud (Ci – Cu)
    Awan Sirocumulus adalah sekelompok awan tinggi dalam bentuk lingkaran kecil atau serpihan putih yang terletak pada garis atau gugusan. Awan sirokumulus yang dibundel memberikan gambar seperti gelombang.

2. Grup cloud Sedang
Awan Sekelompok awan, biasanya pada ketinggian 2-8 km di atas permukaan bumi di daerah dengan iklim tropis, di daerah beriklim pada ketinggian 2-7 km di atas permukaan bumi dan pada ketinggian 2-4 km di atas Bumi Permukaan bumi di wilayah tersebut dapat ditemukan batang. Awan dalam grup ini meliputi:

  • Awan Altocumulus (A – Cu)
    Awan Altocumulus adalah awan kecil dalam jumlah besar. Warna Altocumulus bisa abu-abu atau putih. Bentuk awan ini seperti sekelompok bola yang sangat dekat satu sama lain. Biasanya awan ini muncul saat senja. Awan Altocumulus terbentuk dari tetesan air yang berubah menjadi kristal pada suhu sekitar 10 derajat Celcius.
  • Awan Altostratus (A – St)
    Awan Altostratus adalah awan yang berbentuk seperti struktur daun berserat. Warnanya abu-abu biru atau abu-abu. Awan ini biasanya menutupi hampir seluruh langit pada ketinggian 2-7 km. Awan ini biasanya menyebabkan hujan ringan. Biasanya ditemukan saat senja dan malam hari dan menghilang ketika matahari terbit pagi-pagi.
Baca Juga :   Struktur Trombosit

3. Grup Cloud Rendah
Kelompok awan rendah biasanya ditemukan kurang dari 3 km dari permukaan bumi di hampir semua wilayah, baik itu daerah beriklim tropis, sedang, atau kutub.
Awan dalam grup ini meliputi:

  • Awan Stratocumulus (St-Cu)
    Awan Stratocumulus adalah kelompok awan rendah yang berbentuk seperti sekelompok bola, yang menutupi hampir seluruh langit. Awan Stratocumulus adalah awan dengan lapisan tipis yang tidak dapat menghasilkan hujan. Warna awan ini biasanya abu-abu atau putih dan dapat diamati pada malam hari atau saat senja, ketika atmosfer berada dalam kondisi stabil.
  • Awan Stratus (St)
    Awan ini terbentuk di daerah yang sangat rendah dan awan ini juga sangat luas. Lapisan awan stratus menyebar seperti kabut berlapis di seluruh langit di suatu daerah. Perkembangan awan stratus biasanya mengikuti angin di atmosfer tempat asalnya. Awan ini dapat berkembang menjadi awan Nimbostratus yang dapat menghasilkan cuaca buruk dan hujan lebat.
  • Awan Nimbostratus (Ni-St)
    Awan Nimbostratus adalah awan tidak beraturan dengan tepian yang kasar. Warna awan ini putih pekat dan penyebarannya cukup lebar. Hujan, yang terdiri dari awan Nimbostratus, biasanya panjang dan stabil. Kehadiran awan-awan ini dapat mencegah masuknya sinar matahari, keberadaan awan Nimbostratus dapat digunakan sebagai tanda cuaca buruk.

4. Awan dengan Pengembangan Vertikal
Awan ini biasanya berada di ketinggian 500 – 1500 meter di atas permukaan bumi. Awan yang terkandung dalam grup cloud dengan pengembangan vertikal adalah

  • Cumulus Cloud (Cu)
    Awan cumulus adalah awan tebal yang cukup tinggi. Awan cumulus berbentuk seperti bola kapas putih atau abu-abu muda. Biasanya, ketinggian awan ini bisa mencapai 1 km.
  • Awan cumulonimbus (Cu-Ni)
    Awan Cumulonimbus biasanya berwarna putih gelap. Sering ditemukan pada ketinggian 1 km di atas permukaan bumi. Karena termasuk dalam kelompok awan yang berevolusi secara vertikal, puncak awan ini berada di ketinggian lebih dari 3.500 kaki. Awan ini dapat menyebabkan hujan lebat dan sangat terkait dengan petir, tornado, dan badai.
Baca Juga :   Hukum Kekekalan Energi

Didasarkan Bentuknya

Jika dari bentuknya awan dapat dibagi menjadi tiga kelompok utama:

Cloud Cumulus, adalah cloud yang membuat basis yang kental menjadi horizontal secara merata.
Awan Stratus adalah awan tipis yang begitu luas sehingga menutupi langit secara merata.
Awan sirrus adalah serat lembut seperti bulu ayam dan tidak menyebabkan hujan.

Demikian Pembahasan Materi Kita Kali ini Mengenai Awan Adalah. Jangan Lupa Tetap Bersama Kami Di RumusBilangan.com. Semoga Bermanfaat dan dapat menambah wawasan kita. Terimakasih.

Baca Juga :

Awan Adalah Rating: 5 Diposkan Oleh: Pelajar