Biodata Bahasa Arab Penyair Alfarazdaq

Posted on

Biodata Bahasa Arab Penyair Alfarazdaq – Siapakah Al Farzdaq itu? Al Farazdaq beliau adalah seorang penyair hebat dan merupakan salah satu guru yang berpengaruh dari ulama ahli Ilmu Nahwu dalam bahasa Arab yang bernama Ibnu Abi Ishaq Al-Hadhrami, Rahimahullah. Al Farazdaq hidup dimasa sahabat Syaidina Ali bin Abi Thalib, ra. dan juga pernah melantunkan syair untuk syaidinia Ali bin Thalib ra. tersebut.

Lalu bagaiman kisah selengkapnya?

Pada kesempatan kali ini penulis akan memaparkan tentang kisah atau biografi dari penyair hebat yang bernama Al Farzdaq tersebut. Untuk itu mari kita simak terus pembahasannya dibawah berikut ini !

Tahun Kelahiran dan Nama Lengkap

Alfarazdaq memiliki nama asli yaitu Hammam dan kunyah-nya yang bernama Abu Firas, lahir sekitar pada tahun 38H. Adapun nama lengkapnya adalah Hammam bin Ghalib bin Sha’sha’ah bin Najiyah bin Iqal bin Muhammad bin Sufyan bin Mujasyi’ bin Darim dari kabilah At-TamimiDalam versi Arab, nama lengkapnya adalah :

همام بن غالب بن صعصعة بن ناجية بن عقال بن محمد بن سفيان بن مجاشع بن دارم

Beliau memiliki kakek yang bernama Sha’sha’ah bin Najiyah yang merupakan seorang pemuka kaum dan tokoh yang terpandang di zaman Jahiliyyah. Dikisahkan kakeknya Al farazdaq tersebut bahwa ia pernah membeli atau menyelematkan 30 maw-uudah yaitu : bayi perempuan yang baru lahir dan hendak dikubur hidup-hidup oleh orang tuanya.

Alfarazdaq merupakan nama julukan yang diberikan oleh orang-orang kepadanya. Julukan tersebut diberikan karena sebab ketebalan wajah yang dimilikinya.

Baca : Kata – Kata Mutiara Bahasa Arab (محفوظات)

Baca Juga :   Bahasa Arab Sholat

Seorang Penyair Hebat

Alfarazdaq adalah seorang penyair hebat yang beragama Islam dan memiliki pengaruh yang tinggi terhadap ilmu bahasa. Bahkan pernah ada yang mensejajarkannya dengan Zuhair bin Abi Sulma, yaitu seorang penyair Jahiliyyah kelas nomor wahid dimasanya.

Dalam hal ini, Alfarazdaq sendiri pernah mengatakan yaitu:
Penyair Islam ada 4 orang, yaitu saya, Jarir, Al-Akhthal dan Ka’ab Al-‘Aysqari”.

Apabila disebut nama Alfarazdaq, maka secara otomatis akan muncul dua nama penyair lain, yaitu Jarir dan Al-Akhthal. Mengapa demikian?

Sebab, mereka sering terlibat “peperangan” antar sesama, saling menyerang satu sama lain dengan bait-bait syairnya, namun konteksnya dalam bentuk hinaan, mencela dan merendahkan. 

Sehingga kisah perseteruan mereka sudah tidak asing lagi bagi pelajar sastra Arab. Alfarazdaq termasuk pemuka suku yang berwibawa, disegani dan dihormati di kabilahnya. Ia selalu melindungi orang-orang yang meminta pertolongan dengan perantara makam ayahnya tersebut.

Alfarazdaq ini juga bisa dikategorikan sebagai golongan tabiin, karena ia mendapati beberapa sahabat Nabi Muhammad –shallallahu ‘alaihi wa sallam–.

Disebutkan dalam sebuah riwayat, bahwa Alfarazdaq pernah bertemu dengan sahabat Abu Hurairah –radhiallahu ‘anhu– sebagaimana yang ia kisahkan sendiri.

Alfarazdaq berkata: “Aku bertemu dengan Abu Hurairah di Syam, dan dia bertanya kepadaku: “Kamu Alfarazdaq?”, aku jawab: “Iya”. Dia bertanya kembali: “Kamu adalah penyair?”, aku jawab: “Iya”. Lalu dia berkata: “Jika kamu masih hidup, kamu akan mendapati suatu kaum yang mengatakan kepadamu: “Tidak ada taubat bagimu”. Bagaimanapun kondisinya, jangan pernah sekali-kali kamu memutus harapanmu dari Allah.”

Serta disebutkan pula, bahwa Alfarazdaq sempat memberikan saran dan masukan kepada Husain bin Ali bin Abi Thalib –radhiallahu ‘anhuma– ketika hendak pergi ke Kufah (Iraq) dan sebelum beliau terbunuh. Dia mengabarkan bahwa hati penduduk Kufah bersamamu, namun pedang mereka bersama Bani Umayyah.

Baca Juga :   Kunci Jawaban Tema 4 Kelas 6

Baca : Maqolah Bahasa Arab

Karya Syair-Syair Alfarazdaq

Dahulu Husain bin Ali bin Abi Thalib –radhiallahu ‘anhuma– pernah thawaf di Ka’bah, dan dia ingin memegang Hajar Aswad, maka jama’ah yang sedang thawaf membuka jalan baginya.

Lalu kejadian itu dilihat oleh Alfarazdaq bin Ghalib, lalu ada seseorang yang bertanya kepadanya, siapa dia?

Maka Alfarazdaq pun menjawab dengan bait syair – syairnya :

هَذَا الَّذِي تَعْرِفُ الْبَطْحَاءُ وَطْأَتَهُ …وَالْبَيْتُ يَعْرِفُهُ وَالْحِلُّ وَالْحَرَمُهَذَا ابْنُ خَيْرِ عِبَادِ اللَّهِ كُلِّهِمُ …هَذَا التَّقِيُّ النَّقِيُّ الطَّاهِرُ الْعَلَمُ

Artinya : “Ini adalah orang yang Bathaa (lembah kota Mekah) mengenal pijakan(kaki)-nya..Dan Baitullah pun mengenalnya, begitu pula tempat halal dan haram (pun kenal)..Ini adalah putra (cucu) sebaik-baik hamba (Nabi Muhammad) secara keseluruhan..Ini adalah orang yang bertakwa, bersih, suci dan tokoh yang terkenal..”

Suatu hari, dikabarkan bahwa Alfarazdaq pernah menjenguk seseorang yang sakit dan dia meminta dipanggilkan tabib atau dokter. Lalu Alfarazdaq tidak mengajaknya berbicara, kecuali hanya mengucapkan 2 bait syair sebagai berikut :

يَا طَالِبَ الطِّبِّ مِنْ دَاءٍ تُخَوَّفُهُ …إِنَّ الطَّبِيبَ الَّذِي أَبْلاكَ بِالدَّاءِهُوَ الطَّبِيبُ الَّذِي يُرْجَى لِعَافِيَةٍ … لا مَنْ يَذُوفُ لَكَ التِّرْيَاقَ بِالْمَاءِ

Artinay : “Wahai pengharap pengobatan dokter dari penyakit yang ia takuti..Sesungguhnya tabib (yang benar) itu, Dialah yang mengujimu dengan penyakit..
Tabib yang dari-Nya diharapkan kesembuhan..Bukan tabib yang mengobatimu dengan khamr bercampur air..

Wafatnya Alfarazdaq

Dikisahkan bahwa pada suatu saat Alfarazdaq sedang menghadiri pemakaman seorang Tabiin yang bernama Abu Raja Al-Utharidi dan dipemakaman tersebut hadir pula saat itu Al-Hasan bin Abu Al-Hasan. Ketika Abu Raja selesai dimakamkan dan Alfarazdaq saat itu sedang duduk di tepi kubur, Al-Hasan berkata kepadanya: “Apa yang telah engkau siapkan untuk seperti hari ini (kematianmu)?”, Alfarazdaq menjawab: “Persaksianku bahwa tidak ada ilah (sembahan) yang berhak disembah melainkan Allah, sejak 70 tahun yang lalu.”

Baca Juga :   Soal UN SD Matematika

Penyair Alfarazdaq pun akhirnya wafat pada tahun 110H. Dan sepeninggalnya, putranya yang bernama Labathah bercerita, bahwa ia melihat ayahnya di dalam mimpi, dan bertanya kepadanya : “Apa yang Allah perbuat denganmu?”, dia menjawab: “Yang telah menyelamatkanku adalah perkataanku ketika menjawab pertanyaan Al-Hasan saat pemakaman.”

Semoga Allah memberikan rahmatnya kepada Alfarazdaq atas apa yang telah ia berikan bagi Islam dan kaum muslimin. Dan semoga Allah memasukkannya ke dalam surga-Nya yang luas, aamiin yaa rabbal-‘aalamiin.

Demikianlah penjelasan tentang biografi dari seorang penyair Islam yang hebat bernama Alfarazdaq. Semoga bermanfaat untuk menambah pengetahuan kita …..