Contoh Cerita Fabel

Posted on

Contoh Cerita Fabel – Beberapa hari yang lalu saya sudah membahas tentang Cerita Fabel beserta dengan hal-hal yang terkait didalam nya.

Contoh Cerita Fabel

Pada kesempatan kali ini saya akan memberikan beberapa contoh dari Cerita Fabel. Mengulang penjelasan mengenai Cerita Fabel, Cerita Fabel adalah sebuah teks yang menceritakan tentang hewan atau bentuk dari cerita fiksi yang lainnya.

Cerita Fabel biasanya menggunakan tokoh binatang yang berperan layaknya seperti manusia yang dapat berpikir, berbicara, bersikap, emosi, bahkan berinteraksi seperti manusia pada umumnya. Fabel juga biasanya diciptakan bertujuan untuk mendidik anak-anak supaya bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi, didalam kehidupan nyata dengan meniru dari betbagai tokoh binatang yang memiliki prilaku dan sifat yang baik.

Struktur Cerita Fabel

Didalam cerita Fabel terdapat beberapa struktur yang biasanya digunakan didalamnya yaitu, sebagai berikut ini :

  • Orientasi

Orientasi merupakan salah satu bagian permulaan dari sebuah cerita fabel yang berisi tentang sebuah pengenalan dari cerita tersebut seperti pengenalan tokoh-tokoh, pengenalan latar tempat dan waktu dari cerita Fabel serta pengenalan background atau tema dan lain sebagainya.

  • Komplikasi

Komplikasi merupakan bagian yang timbul suatu permasalahan dari tokoh utama yang bertentangan dengan sebuah konflik. Bagian dari komplikasi harus terdapat didalam sebuah teks  fabel, apabila didalam sebuah cerita fabel tidak terdapat komplikasi maka, masalah harus diciptakan sendiri.

  • Resolusi

Resolusi yaitu salah satu bagian teks yang berisi tentang solusi pemecahan dari suatu permasalahan yang sedang dialami dan dirasakan oleh tokoh tersebut.

  • Koda

Koda yaitu salah satu bagian yang berisi suatu perubahan yang terjadi pada setiap tokoh tersebut dan kita bisa memetik sebuah pelajaran hidup dari cerita tersebut.

Contoh Cerita Fabel

Dibawah ini beberapa Contoh dari Cerita Fabel yang dapat menghibur kita semua yaitu, sebagai berikut ini :

1. Contoh Cerita Fabel : Buaya yang Serakah

Di sebuah sungai yang ada didalam hutan hiduplah seekor Buaya yang sedang kelaparan, karena sudah tiga hari Buaya tersebut belum mendapatkan makanan, perutnya pun sudah terasa sakit sekali. Mau tidak mau hari ini dia harus mendapatkan makanan, sebab kalau tidak bisa-bisa ia akan mati karena kelaparan. Buaya itu pun segera masuk ke dalam Sungai, kemudian ia berenang secara perlahan menyusuri sungai untuk mencari mangsanya.

Kemudian Buaya itu melihat seekor bebek yang sedang berenang di sungai tersebut. Sang Bebek mengetahui bahwa dia sedang diawasi oleh Buaya, dia segera menepi ke pinggir sungai untuk menyelamatkan diri. Melihat mangsanya ingin kabur Buaya itu pun segera mengejar dan akhirnya Bebek tersebut tertangkap oleh Buaya tersebut.

Baca Juga :   Jenis Jenis Masyarakat

“Lepaskan aku Buaya, tolong jangan makan aku, dagingku sangat sedikit, mengapa kamu tidak memakan si kambing saja yang ada di dalam hutan,” ucap bebek seraya menagis ketakutan.

“Baik lah aku akan melepaskan mu, sekarang kamu antar aku ke tempat persembunyian si Kambing itu,” perintah Buaya kepada Bebek dengan menunjukkan taringnya yang sangat tajam.

Berada tak jauh dari sungai itu terdapat sebuah lapangan hijau dimana tempat Kambing tersebut untuk mencari makan, dan benar saja sesampainya di sana terdapat banyak Kambing yang sedang memakan rumput dengan lahapnya.

“Kamu Pergi sana, aku akan memangsa Kambing saja hari ini, dan aku akan kenyang hingga beberapa hari,” Ucap Buaya kepada Bebek itu sambil tertawa.

Setelah Buaya mengintai beberapa lama, akhirnya Buaya tersebut mendapatkan kesempatan untuk menangkap satu ekor anak Kambing yang sudah siap untuk di santap. “Tolong lepaskan aku, jangan makan aku, dagingku tidak banyak karena aku masih kecil, kenapa kamu tidak memakan Gajah saja yang dagingnya lebih banyak dan aku bisa mengantarkan kamu ke tempat gajah itu”. Ucap anak Kambing itu.

“Baik lah, segera kamu antarkan aku ke sana!” Kemudian tanpa menunggu lama lagi anak Kambing itu mengajak buaya untuk pergi ke tepi danau yang luas, di sana ada beberapa anak Gajah yang sudah mulai besar. Buaya tersebut langsung mengejar dan menggigit kaki salah satu anak Gajah itu. Walaupun Buaya besar, tapi kulit Gajah tersebut sangat tebal, jadi tidak bisa melukai anak Gajah tersebut.

Anak Gajah tersebut berlari dan berteriak untuk meminta tolong kepada ibunya. Buaya itu masih terus saja berusaha untuk menjatuhkan anak Gajah itu, tapi sayang dia tetap tidak bisa untuk melakukannya. Setelah mendengar teriakan anaknya, sekumpulan Gajah itu pun langsung mendatangi dan menginjak Buaya tersebut sampai dia tidak bisa bernafas. Buayapun akhirnya tidak bisa melawan, karena ukuran dari ibu Gajah itu sangat besar, ditambah lagi dia juga sangat lemas karena belum makan. Buaya itu pun kehabisan tenaga dan akhirnya mati.

2. Contoh Cerita Fabel : Semut dan Merpati

Pada suatu hari di musim panas, terdapat segerombolan semut yang sedang berjalan sambil membawa makanan yang ada di atas kepala mereka. Mereka semua terlihat sangat kompak, pemimpin mereka selalu memberikan sebuah aba-aba ketika anak buahnya harus melangkah dan berbelok. Semut-semut tersebut selalu mengikuti petunjuk dari sang pemimpin hingga mereka sampai di sarangnya.

Sesudah mereka meletakkan hasil dari bawaaannya, mereka berpisah untuk menjalankan tugas yang lainnya. Ada salah satu semut yang masih berusia muda. Ia sangat penasaran dengan dunia yang berada di luar sarangnya. Ia pun akhirnya meminta izin kepada pemimpinnya untuk pergi dan melihat-lihat dunia luar sana. Pemimpin itu pun menjawab,

Baca Juga :   Belajar Bahasa Arab Mudah

“Anakku, jika engkau ingin pergi untuk berjalan-jalan, boleh saja. Namun engkau harus berhati-hati karena di luar sana adalah dunia yang amat luas dan juga kejam” Pesan pemimpin tersebut kepada semut muda itu.

Sesudah menyiapkan bekal makanan, semut itupun pamit kepada pemimpin, “Pak pemimpin, aku akan pergi sekarang juga”. Pemimpin itu menjawab, “Hati-hati di jalan ya dan cepatlah kembali”.

Tak jauh dari sarangnya, terdapat sungai yang sangat jernih airnya. Karena ingin tahu, semut muda itupun berjalan sembari menelusuri lembah. Semut itu memanjat pohon dan juga rerumputan yang timggi berkali-kali. Ia berjalan dengan tak kenal lelah, Ia pun melihat sebuah mata air yang jernih dan mendatanginya untuk minum.

Ketika sudah dekat dengan mata air tersebut, ia merasa bingung karena letak mata airnya berada lebih tinggi dibandingkan dengan tanah tempat ia berpijak. Akhirnya semut itu mendapatkan sebuah ide dengan naik ke atas batang rumput. Saat sedikit lagi hampir berhasil, ia justru terpeleset dan jatuh ke dalam mata air tersebut.

Ketika sedang kesulitan untuk bangun, datanglah seekor merpati yang ingin menyelamatkannya. Merpati tersebut mengambil daun di pohon sampai daun itu jatuh di dekat semut muda. Dengan bersusah payah, semut muda itu akhirnya berhasil untuk naik ke atas daun. Ia pun sangat berterima kasih kepada burung merpati.

“Hai burung merpati yang cantik, terima kasih ya karena engkau telah menyelamatkanku tadi,” Kata semut muda itu. Merpati pun menjawabnhya, “Baiklah, sama sama semut. Lalu apa yang sedang kamu lakukan di sini?”

“Aku sedang berjalan-jalan untuk melihat dunia yang berada di luar sarang semutku” Jawa si semut.

Ketika mereka sedang asik bercakap-cakap, tiba-tiba ada bahaya yang sedang mengintai mereka. Terdapat seorang pemburu yang ingin menembak burung merpati itu. Menyadari hal itu, Merpati pun langsung bergegas terbang dan meninggalkan semut itu sendirian.

Menyaksikan hal tersebut, akhirnya semutpun berlari ke arah sang pemburu dan menggigit kakinya untuk menyelamatkan Merpati itu. Sang pemburu tersebut merintih kesakitan dan kehilangan jejak dari Merpati. Merpati itu berkata,”Terima kasih ya semut karena kamu sudah menyelamatkanku dari pemburu itu”.

“Sama-sama burung, kamu juga tadi sudah menyelamatkan nyawaku” jawab semut kepada merpati. Akhirnya mereka pun memutuskan untuk segera berpisah.

3. Contoh Cerita Fabel : Kancil dan Siput

Zaman dahulu, hidup lah seekor Kancil yang sangat pemarah dan juga sombong. Ia juga bahkan suka meremehkan kemampuan dari hewan yang lainnya. Pada suatu ketika sang Kancil sedang berjalan-jalan di pinggir danau. Ia tidak sengaja berjumpa dengan seekor Siput yang tampak mondar mandir saja dipinggir danau. Melihat hal tersebut, Kancil pun bertanya, “Siput, apa yang sedang kamu lakukan?”

Baca Juga :   Struktur Novel - Pengertian, Ciri, Struktur Dan Unsur - Unsurnya Lengkap

“Aku… Aku sedang memikirkan untuk mencari sumber kehidupan ” Mendengar ucapan si Siput, sang Kancil tiba-tiba marah dan berkata, “Kau jangan sok berlagak. Kau hanya sedang mondar mandir dan kau bilang sedang mencari sumber kehidupan”.

Siput itu pun berupaya untuk menjelaskan maksud dari perkataannya, akan tetapi Kancil tetap saja marah terhadap dirinya. Kancil juga mengancam akan menginjak tubuh si Siput itu. Akhirnya, Siput itu pun merasa kesal dan menantang Kancil untuk berlomba lari

Mendengar tantangan tersebut, tentu saja Kancil semakin marah kepada Siput. Akhirnya, ia meminta Siput dan hewan yang lainnya untuk berkumpul pinggir danau besok pagi. Siput pun menjawab, “Baiklah aku akan datang kesini besok pagi ”.

Siput pun memikirkan bagaimana caranya ia bisa mengalahkan si Kancil. Ditengah-tengah lamunannya, saudara si Siput datang untuk menghampiri dirinya. “Apa yang sedang kamu lakukan disini Siput?”. Tanya saudara Siput. “Aku sedang memikirkan bagaimana caranya untuk mengalahkan Kancil diperlombaan besok pagi ”, Jawab Siput.

Akhirnya, perlombaan itu pun tiba, sang Kancil dan Siput pun sudah bersiap-siap digaris Start. Kemudian salah satu hewan pun menghitung untuk memulai perlombaan tersebut, dan mereka pun mulai berlari. Disisi lain Siput sudah menyiapkan siasat dengan menyuruh keluarga siput untuk berada di sepanjang area perlombaan.

Dan akhirnya Siput lah yang menjadi pemenang nya, ya walaupun ia melakukannya dengan cara yang curang. Sejak saat itu si Kancil pun sudah tidak Sombong dan tidak menjadi Pemarah lagi.

F.A.Q

Apa yang dimaksud dengan Cerita Fabel?

Cerita Fabel adalah teks yang berisi sebuah cerita tentang hewan. Tokoh yang dipakai dalam teks tersebut juga menggunakan berbagai macam hewan yang layaknya seperti manusia.

Ciri khas yang ada didalam Cerita Fabel adalah?

Cerita Fabel biasanya menggunakan ciri bahasa yang bersifat Naratif atau secara berurutan. Dimana gaya bahasa yang dipakai biasanya berupa kalimat langsung, yang memakai bahasa informal didalam kehidupan sehari-hari.

Apa pengertian dari Komplikasi yang terdapat didalam Struktur Cerita Fabel?

Komplikasi merupakan bagian yang timbul suatu permasalahan dari tokoh utama yang bertentangan dengan sebuah konflik. Bagian dari komplikasi ini harus terdapat didalam sebuah teks Cerita Fabel.

Baca Artikel Terkait Lainnya :

Contoh Cerita Fabel Rating: 5 Diposkan Oleh: Pelajar