Klasifikasi Virus

Posted on

Klasifikasi Virus – Berikut ini rumusbilangan.com akan membahas tentang rangkuman makalah materi Klasifikasi Virus yang akan diterangkan mulai dari pengertian, jenis, fungsi, struktur, unsur, jurnal, tujuan, ciri, makalah, peran, makna, konsep, kutipan, contoh secara lengkap.

Kata virus berasal dari kata Latin virion, yang berarti racun. Status virus sering kontroversial, apakah itu makhluk hidup.

Apa Itu Virus ?

Virus adalah parasit (makhluk hidup yang hidupnya tergantung pada makhluk lain) dalam ukuran mikroskopis (tidak terlihat oleh mata) yang menginfeksi sel-sel organisme biologis.

Virus memiliki sifat-sifat makhluk hidup karena mereka memiliki DNA dan dapat bereproduksi, sedangkan mereka disebut benda mati karena mereka tidak memiliki sel dan dapat dikristalisasi.

Mungkin solusi terbaik untuk masalah ini adalah mengidentifikasi virus sebagai makhluk peralihan yang bukan bagian dari kelompok makhluk hidup dan tidak dapat dikatakan sepenuhnya mati. Virus itu wajib, yaitu virus hanya bisa hidup di dalam sel inang, tidak bertahan hidup di luar sel.

Struktur Virus

Struktur Virus

Virus ini memiliki ukuran tubuh yang sangat kecil. Ukuran virus berkisar antara 25 hingga 300 nm (1 nm = 10 hingga 9 m), sehingga virus hanya dapat dilihat di bawah mikroskop elektron. Virus tidak memiliki sitoplasma dan organel sehingga tidak dapat dimetabolisme. Virus bukan sel (aseluler), komponen tubuh dari virus ini disebut virion. Virus dapat berkembang biak di tubuh inang hanya sebagai parasit. Meskipun ada banyak bentuk virus, struktur tubuh yang sama umumnya ada:

Cangkang protein (kapsid) adalah cangkang yang melindungi bahan nuklir dari virus dan memberikan virus bentuk tubuhnya. Pada virus sederhana, cangkang protein hanya membentuk satu tubuh yang terlihat seperti strain, tetapi virus yang lebih kompleks juga membentuk bagian kepala dan ekor. Kapsul disusun dalam subunit protein yang lebih kecil, biasanya disebut sebagai kapsomer.

Bahan nuklir (asam nukleat), asam nukleat hadir di sini dalam bentuk RNA atau DNA yang membawa informasi genetik. Bahan nuklir hanya mengandung satu komponen, hanya RNA atau DNA. Kombinasi cangkang protein dan bahan nuklir sering disebut sebagai nukleoplasida.

Ciri Ciri Tubuh Virus

Dibawah ini ciri dari virus :

  • Virus tidak memiliki sel (seluler).
  • Virus dapat mengkristal sendiri dan berkembang biak hanya di tubuh inang mereka.
  • Secara umum, tubuh virus terdiri dari selubung protein (kapsid) dan bahan nuklir (asam nukleat).
Baca Juga :   Kesetimbangan Kimia

Sistem Reproduksi Dari Virus

Klasifikasi dari tubuh Virus.png
Reproduksi Virus

Salah satu ciri makhluk hidup yang memiliki virus adalah ia dapat bereproduksi atau bereproduksi. Proses reproduksi, yang biasa disebut sebagai replikasi virus ini, hanya dapat dilakukan di dalam tubuh hewan lain. Untuk melakukan proses replikasi, virus memerlukan RNA atau DNA hewan lain atau inangnya. Ada dua jenis proses replikasi yang dapat terjadi dengan virus, yaitu Siklus Lytic dan Siklus Lisogenik. Penjelasan berikut:

Siklus litik

Siklus lisis terjadi ketika pertahanan sel inang tubuh dapat berkurang oleh serangan virus. Pada siklus ini, virus dapat dengan cepat mengambil alih sel inang sehingga replikasi berjalan dengan lancar tanpa menunggu.

Berikut ini adalah tahapan dalam siklus lisis:

Fase adhesi / adaptasi
Pada tahap ini, virus (virion) berikatan dengan organisme hidup dari sel yang terinfeksi. Bagian ini menempel pada dinding sel, yang memiliki reseptor protein tertentu sehingga mereka dapat mengenali virus. Mekanisme ini didasarkan pada prinsip kunci dan kunci, yaitu kompatibilitas antara sel host dan virus. Setelah menempel, virus melepaskan enzim untuk menghancurkan membran sel.

Tahap penetrasi / injeksi (injeksi)
Setelah membran sel inang yang terinfeksi dihancurkan, virus menyuntikkan bahan nuklirnya (asam nukleat) dalam bentuk RNA atau DNA ke dalam sitoplasma sel inang. Pergerakan bahan nuklir ini didorong oleh kontraksi kapsid virus, artinya kapsid virus tidak masuk ke dalam sel tetapi terus berada di luar sel.

Tahap replikasi / eklifase dan sintesis
Pada tahap ini, komponen DNA dari virus berikatan dengan sel inang, dan karena kekuatan serangan virus lebih kuat dari pertahanan sel inang, DNA virus dapat menghancurkan DNA sel inang. Enzim destruktif dari virus menghancurkan komponen DNA sel inang, sehingga menghentikan proses mensintesis DNA sel inang. Kemudian, bahan nuklir (asam nukleat) dari virus yang masuk menggantikan posisi DNA sel inang, yang sudah tidak berdaya. Dengan demikian, DNA virus dapat mengontrol aktivitas sel-sel ini. Pada tahap ini, virus terus mereplikasi sintesis asam nukleat dan protein yang digunakan sebagai kapsul kapsid.
Artikel Terkait: DNA: Definisi, Sifat, Struktur, Replikasi
d. fase pematangan
Hasil sintesis dalam bentuk asam nukleat dan protein yang terpisah kemudian dirakit menjadi virion baru yang matang dan utuh.

Baca Juga :   Jenis Jenis Banjir

Fase pelepasan (lisis)
Virus yang baru terbentuk menghasilkan enzim lisozim yang menghancurkan dinding sel. Kemudian virus baru (virion) meninggalkan sel inang dan menginfeksi sel-sel di sekitarnya. Sel-sel kiri rusak dan mati, sehingga mereka tidak lagi berguna.

Siklus lisogenik

Siklus lisogenik terjadi ketika sistem pertahanan sel inang lebih kuat daripada serangan virus, sehingga sel inang mampu menjaga kesehatannya. Jika sel virus tidak mati dalam keadaan ini atau keluar dari sel inang, ia menunggu sampai sistem pertahanan lemah, dan kemudian menyerang lagi sesuai dengan tahapan siklus lisis. Selama proses ini, komponen virus yang memasuki sel berikatan dengan kromosom sel inang, sehingga keturunannya juga memiliki komponen ini ketika sel inang membelah. Berikut ini adalah tahapan dalam siklus lisogenik:

Fase adhesi / adaptasi
Pada tahap ini, virus (virion) berikatan dengan organisme hidup dari sel yang terinfeksi. Bagian ini menempel pada dinding sel, yang memiliki reseptor protein tertentu sehingga mereka dapat mengenali virus. Mekanisme ini didasarkan pada prinsip kunci dan kunci, yaitu kompatibilitas antara sel host dan virus. Setelah menempel, virus melepaskan enzim untuk menghancurkan membran sel.

Tahap penetrasi / injeksi (injeksi)
Setelah membran sel inang yang terinfeksi dihancurkan, virus menyuntikkan bahan nuklirnya (asam nukleat) dalam bentuk RNA atau DNA ke dalam sitoplasma sel inang. Pergerakan bahan nuklir ini didorong oleh kontraksi kapsid virus, artinya kapsid virus tidak masuk ke dalam sel tetapi terus berada di luar sel.

Fase merger
Pada fase ini, fusi bahan nuklir (asam nukleat) dari virus dengan komponen DNA pada kromosom sel inang terjadi. Karena kekuatan pertahanan sel inang lebih kuat daripada virus, virus tidak dapat secara langsung menghancurkan sel inang. DNA virus yang berintegrasi ke dalam DNA sel inang disebut profage.

Tahap pembelahan / pembelahan
Ketika sel inang membelah, komponen virus yang telah diintegrasikan dengan komponen DNA sel inang juga membelah, sehingga proses pemisahan juga menciptakan sel-sel baru dengan Profage di dalamnya. Proses pembelahan sel dapat berlangsung beberapa generasi dan terus menghasilkan sel baru.

Siklus lisogenik meluas secara klinis hanya ke tahap pembelahan. Ketika pertahanan sel inang melemah, virus memasuki siklus siklik dan dengan cepat menghancurkan sel inang.

Klasifikasi Dari Virus

Klasifikasi Virus

1. Berdasarkan Komite Internasional untuk Taksonomi Virus (ICTV) tahun 1966
Taksonomi virus terdiri dari empat tahap:
– Pesanan
– Keluarga
– Marga
– Jenis

Baca Juga :   Vesica Urinaria

Contoh: Virus Ebola: order = Mononegavirales à family = Filoviridae à genus = Filovirus à spesies = virus Ebola-Zaire.

2. Berdasarkan asam nukleatnya
Ribovirus, virus yang bahan nuklirnya (asam nukleat) adalah RNA.
Contoh anggota ribovirus adalah virus Rhabdo (penyebab rabies).
Deoxyribovirus, virus yang bahan nuklirnya (asam nukleat) adalah DNA.
Contohnya adalah poxvirus (penyebab cacar).

3. Berdasarkan jenis host
Bacteriovage adalah virus yang sel inangnya adalah bakteri. Virus ini biasanya memiliki bahan nuklir dalam bentuk DNA, misalnya virus t4, yang menyerang bakteri E. coli.
Virus mikroorganisme eukariotik adalah virus yang menyerang organisme eukariotik. Sebagian besar memiliki bahan nuklir dalam bentuk RNA.

Contohnya adalah virus yang menyerang protista dan jamur.

Virus tanaman, yaitu virus yang merupakan sel inang, adalah tanaman. Sebagian besar memiliki bahan nuklir dalam bentuk RNA. Contohnya adalah virus mosaik tembakau, virus yang menyerang tembakau.
Virus hewan, virus yang sel inangnya adalah binatang atau sel manusia. Virus hewan dapat mencakup bahan nuklir DNA atau RNA.

Contohnya adalah virus Rhabdo (rabies) pada anjing, yang juga dapat menyerang manusia.

Manfaat Dari Virus

Manfaat Virus

A. Virus dapat digunakan sebagai vaksin
Vaksin adalah patogen Itu telah disesuaikan menjadi lebih lemah dan kurang efektif. Tujuannya agar tubuh membentuk antibodi khusus, sehingga tubuh yang dalam serangan patogen sejati langsung mengatasi hal ini dan tidak dapat menyebabkan penyakit.

B. Virus sebagai antitoksik
Modifikasi genetik virus dapat menyebabkan antitoksik, yang cocok untuk penyembuhan berbagai penyakit.

C. Virus dapat menyerang bakteri patogen
Sebagaimana dijelaskan dalam poin klasifikasi virus, ada virus di mana sel inang adalah bakteri. Jika virus dapat menyerang bakteri patogen yang menyebabkan berbagai penyakit pada tumbuhan, hewan atau manusia, virus ini menawarkan keuntungan besar.

Bahaya Dari Virus

Sebagian besar bahaya virus karena penyebab banyak penyakit adalah virus. Baik hewan, tumbuhan dan manusia memiliki penyakit yang disebabkan oleh virus.
Sebagai contoh, pada manusia penyakit yang paling umum, influenza disebabkan oleh orthomyxovirus.

Demikian Pembahasan Materi Kita Kali ini Mengenai Klasifikasi Virus. Jangan Lupa Tetap Bersama Kami Di RumusBilangan.com. Semoga Bermanfaat dan dapat menambah wawasan kita. Terimakasih.

Baca Juga :

Klasifikasi Virus Rating: 5 Diposkan Oleh: Pelajar