Pengertian Magma

Posted on

Pengertian Magma – Berikut ini rumusbilangan.com akan membahas tentang rangkuman makalah materi Pengertian Magma yang akan diterangkan mulai dari pengertian, jenis, fungsi, struktur, unsur, jurnal, tujuan, ciri, makalah, peran, makna, konsep, kutipan, contoh secara lengkap.

Magma dapat mengalami perubahan dalam lanskap baru yang berbeda. Perubahan ini dapat dilakukan secara fisik atau kimia sesuai dengan lingkungan di mana ia bergerak selama pergerakannya. Magma, yang berasal dari gunung berapi, disebut lava.

Apa Itu Magma ?

Magma adalah batu cair atau semi-cair yang ada di ruang magma atau dapur di bawah kerak. Magma adalah cairan dinamis (bisa bergerak) dengan suhu 700 – 1300 derajat Celcius.

Pengertian Magma

Proses Terjadi Magma

Magma diciptakan oleh kebetulan dua lempeng litosfer. Interaksi antara pelat-pelat ini menyebabkan gesekan, yang mengarah pada peningkatan suhu dan juga peningkatan tekanan di area tersebut. Gesekan ini kemudian juga menyebabkan air dari sedimen laut. Karena peningkatan suhu, tekanan dan pencairan cairan, magma terbentuk.

Karena suhunya sangat tinggi, magma dapat melelehkan komponen di sekitarnya. Berikut ini bisa disebabkan oleh magma:

Dekompresi Meleleh
Peleburan dekompresi adalah peleburan material dalam mantel karena panas material naik karena konveksi panas. Menurut hukum fisika, tekanan berbanding lurus dengan titik lebur. Dengan dekompresi (penurunan tekanan) melelehkan lapisan material padat, karena titik leleh berkurang.

Peleburan dekompresi sering terjadi di daerah yang berbeda di mana lempeng tektonik terpisah sehingga magma yang mendasarinya bergerak untuk mengisi ruang kosong yang diciptakan oleh pemisahan dan membeku untuk membentuk lapisan baru kerak bumi.

Baca Juga :   Struktur Esofagus

Perpindahan Panas
Ketika panas magma membentuk kerak dingin, panas dipindahkan ke lingkungan, sehingga batu juga meleleh menjadi magma.

Agen Aliran Leleh
Peleburan fluks terjadi ketika air dan karbon dioksida ditambahkan ke batu. Akibatnya, kedua senyawa ini melelehkan batu dan menghasilkan magma baru.

Jenis – Jenis Magma

Berdasarkan kandungan SiO 2 (silikat dioksida) ada tiga jenis magma, yaitu:

  • Basalt magma adalah magma dengan konten SiO2 sekitar 45 – 55%, konten Fe dan Mg yang tinggi dan konten K dan N yang rendah.
  • Magma andesit adalah magma dengan kandungan SiO2 sekitar 55-65%, di sebelah kanan Fe, Mg, Ca, Na, dan medium K.
  • Magma Riolytic adalah magma dengan konten SiO2 sekitar 65 hingga 75%, konten Ge-Mg dan Ca yang rendah dan konten K dan Na yang tinggi.

Sistem Pergerakan Magma

Seperti yang kami jelaskan di atas, magma adalah batuan cair atau semi-padat yang dinamis (mampu bergerak). Secara umum, ada dua gerakan magma, yaitu:

Intrusi Magma
Penetrasi magma adalah proses pemecahan magma melalui celah atau rongga di lapisan permukaan litosfer, tetapi tidak mencapai permukaan bumi. Penetrasi magma biasanya karena peningkatan tekanan dari gas penyusun itu sendiri.

  • Penetrasi dangkal (ambang atau pelat penetrasi), adalah magma menyusup di antara dua lapisan batuan, horisontal dan sejajar dengan lapisan batu.
  • Lakolit adalah magma yang menembus lapisan atas bumi. Bentuknya seperti lensa cembung atau pancake.
  • Gang (Korok) adalah hasil intrusi batu magma yang menembus dan membeku di antara keriput (Korok).
  • Diathermis adalah lubang (pipa) antara dapur magma dan kawah gunung berapi. Bentuknya seperti silinder memanjang.
  • Secara terperinci, Magma Intrusion akan menghasilkan bentuk yang berbeda, yaitu:
Baca Juga :   Proses Terbentuknya Laut

Magma Ekstrusi
Ekstrusi magma adalah pelepasan magma dari perut bumi ke permukaan bumi. Ekstrusi magma adalah proses yang biasa kita sebut letusan gunung berapi. Proses ini dapat terjadi karena retak, retak atau lubang yang mengarah ke permukaan bumi, serta karena peningkatan komponen gas magma. Ekstrusi magma dapat dilakukan di darat atau di laut.

Ekstrusi magma dapat dibagi menjadi beberapa jenis:

  • Ekstrusi linier
    Ekstrusi linier terjadi ketika magma bocor melalui retakan atau patah yang berkembang menjadi serangkaian gunung berapi. Misalnya Volcano Male di Islandia dan seri gunung berapi di Jawa Tengah dan Timur.
  • Ekstrusi area tersebut
    Ekstrusi Area terjadi ketika lokasi magma berada di dekat permukaan bumi, menyebabkan magma meleleh di beberapa tempat di area tertentu. Misalnya, Taman Nasional Yellowstone di Amerika Serikat, yang luasnya 10.000 km2.
  • Ekstrusi sentral
    Ekstrusi sentral terjadi ketika magma bocor melalui lubang (saluran magma) dan membentuk pegunungan yang terpisah. Misalnya, gunung Krakatau, Vesucius dan lainnya.

Pusat Keberadaan Magma

Tempat pertemuan magma adalah ruang magma atau dapur. Karmar magma terletak jauh di bawah permukaan bumi. Ruang magma ini terdiri dari banyak lapisan magma dengan kepadatan berbeda.

Magma dengan kepadatan terendah naik, sedangkan magma tertinggi tenggelam ke dasar kolam. Dalam jutaan tahun, ruang magma dapat membeku menjadi batuan beku yang sangat besar. Ketika magma meninggalkan dapur, letusan gunung berapi terjadi. Biasanya kamar magma memiliki lebih dari satu gunung berapi.

Demikian Pembahasan Materi Kita Kali ini Mengenai Materi Pengertian Magma. Jangan Lupa Tetap Bersama Kami Di RumusBilangan.com. Semoga Bermanfaat dan dapat menambah wawasan kita. Terimakasih.

Baca Juga :

Pengertian Magma Rating: 5 Diposkan Oleh: Pelajar