Pengendalian Sosial

Posted on

Pengendalian Sosial – Berikut ini rumusbilangan.com akan membahas tentang rangkuman makalah materi Pengendalian Sosial yang akan diterangkan mulai dari pengertian, jenis, fungsi, struktur, unsur, jurnal, tujuan, ciri, makalah, peran, makna, konsep, kutipan, contoh secara lengkap.

Pengendalian atau Kontrol sosial sering diartikan sebagai proses pemantauan yang dilakukan oleh kelompok kelompok lain yang mendorong individu dan kelompok untuk berperilaku sesuai dengan harapan masyarakat.

Apa Itu Pengendalian Sosial ?

Pengendalian sosial adalah segala cara dan proses yang digunakan orang tua atau kelompok masyarakat tertentu untuk membuat anggota kelompok bertindak sesuai dengan harapan kelompok masyarakat.

Hal ini penting untuk mengetahui bahwa orang menginginkan kehidupan yang aman, damai dan damai. Oleh Karen Aitu, kita membutuhkan sistem untuk mengendalikan ini. Sistem ini berguna untuk memenuhi tujuan yang ingin dicapai oleh kelompok orang tertentu sesuai dengan apa yang diharapkan (norma sosial).

Pengertian Pengendalian Menurut Para Ahli

Pengertian Pengendalian Menurut Para Ahli

Kontrol sosial sering diartikan sebagai proses pemantauan, yang dilakukan oleh kelompok kelompok lain, yang mendorong individu dan kelompok untuk berperilaku sesuai dengan harapan masyarakat.

Ada beberapa definisi yang diajukan oleh beberapa pakar tentang kontrol sosial, termasuk:

1. Horton dan Perburuan
Kontrol sosial adalah segala cara dan proses yang digunakan orang tua atau kelompok masyarakat tertentu untuk membuat anggota kelompok bertindak sesuai dengan harapan kelompok masyarakat.

2. Bruce J. Cohen
Menurut Bruce, kontrol sosial harus dipahami sebagai metode atau metodologi apa pun yang digunakan untuk mendorong seseorang dalam suatu kelompok untuk bertindak selaras dengan kehendak kelompok masyarakat.

3. Peter L. Berger
Menurut Peter, kontrol sosial adalah berbagai cara di mana masyarakat memberi perintah kepada anggota yang berbeda pendapat

4. Joseph S. Roucek
Kontrol sosial adalah istilah kolektif yang mengacu pada proses terencana di mana individu diajarkan, dibujuk atau dipaksa untuk beradaptasi dengan kebiasaan dan kehendak hidup dalam kelompok mereka.

5. Astrid Susanto
Mengekspresikan bahwa kontrol sosial adalah kontrol psikologis dan non-fisik dari seorang individu sehingga ia dapat berperilaku dan bertindak sesuai dengan penilaian kelompok di mana ia hidup.

Baca Juga :   Seni Sastra

Fungsi Dari Pengendalian Sosial

Ada beberapa fungsi kontrol sosial yang berlaku di masyarakat, yakni :

  • Kembangkan rasa takut agar seseorang tidak bertindak yang tidak mematuhi nilai-nilai yang berlaku
  • Hadiah untuk warga negara yang mematuhi nilai
  • Untuk memperkuat keyakinan masyarakat bahwa nilai-nilai ini sesuai untuk digunakan dan untuk membawa kebaikan
  • Pembuatan sistem hukum (aturan formal yang dirumuskan dengan sanksi termasuk).

Jenis – Jenis Tentang Pengendalian Sosial

Jenis - Jenis Tentang Pengendalian Sosial
Jenis Pengendalian Sosial

1. Terlihat Dari Alam Atau Sifat

Tindakan Pencegahan
Pencegahan berarti mencegah. Tindakan pencegahan adalah cara atau tindakan yang dirancang untuk mencegah individu dari melanggar standar yang berlaku.

Contoh: Orang tua menyarankan anak-anak mereka untuk tidak bolos sekolah.

Tindakan Represif Aktif
Tindakan represif aktif di sini berarti kontrol sosial yang bertujuan memulihkan harmoni yang terganggu oleh pelanggaran standar yang berlaku, dengan menghukum pelanggaran tergantung pada tingkat kesalahan.

Contoh: Sanksi skorsing untuk anak-anak yang tidak bersekolah

Tindakan Penyembuhan
Kontrol sosial penyembuhan berarti kontrol yang dilakukan untuk menjatuhkan sanksi ketika terjadi penyimpangan sosial. Ini bertujuan untuk memberikan efek jera bagi para pelaku penyimpangan.

Contoh: Seorang guru mencela siswa yang ketahuan selingkuh

2. Dari Sudut Pandang Perawatan Sosial

Tindakan Meyakinkan
Kontrol sosial, dilakukan dengan persuasi, memiliki arti kontrol dilakukan tanpa kekerasan, seperti membujuk, mengundang, membimbing dan menasihati anggota masyarakat.

Ada dua jenis kontrol yang menarik, yaitu kontrol verbal dan simbolik.
Kontrol verbal adalah kontrol yang dilakukan secara lisan tanpa bantuan, seperti bersosialisasi tentang bahaya narkoba
Kontrol simbolik berarti kontrol dilakukan dengan alat peraga seperti spanduk, poster, dll. Contoh spanduk yang melarang penggunaan narkoba

Tindakan Paksaan
Ini adalah kontrol sosial yang dilakukan dengan paksa, paksaan dalam arti memberikan sanksi berat terhadap pelanggaran, sehingga orang lain tidak berani melakukan pelanggaran berulang. Contoh sanksi terhadap PKL

3. Terlihat dari Pelakunya

Kontrol Pribadi
Kontrol yang berasal dari anggota individu kelompoknya melalui karakter atau panutannya. Kontrol ini bisa baik atau buruk tergantung pada model.

Kontrol Kelembagaan
Kontrol sosial muncul di sini karena ada lembaga atau lembaga tertentu yang mengendalikan tidak hanya anggota lembaga, tetapi juga masyarakat di sekitar lembaga.

Baca Juga :   Soal PKN Kelas 12

Contoh: sekolah asrama yang mengatur kehidupan siswa. Kehadiran pesantres ini juga mempengaruhi kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Kontrol Resmi
Ini adalah cek yang dilakukan oleh lembaga resmi negara, yang diabadikan dalam undang-undang dengan sanksi yang jelas, tegas dan tertulis.

Misalnya: polisi, kejaksaan dan sebagainya

Kontrol Tidak Resmi
Yakni, penguasaan lembaga atau orang yang tidak resmi, bersamaan dengan sanksi yang tidak resmi dan belum ditulis pula. Namun, sanksi dapat memiliki efek jera pada pelaku.

Contoh: Seorang pemimpin gereja yang menjadi panutan

Format – Format Pengendalian Sosial

Bentuk atau Forman Pengendalian Sosial

Ada berbagai bentuk kontrol sosial yang dilakukan oleh anggota tertentu dari kelompok mereka, tergantung pada entitas atau kebiasaan kelompok masyarakat.

Berikut ini beberapa contoh bentuk kontrol sosial yang ada:

Teguran
Referensi biasanya dibuat oleh sekelompok orang di komunitas atau individu ke seseorang atau sekelompok orang yang tidak mematuhi nilai-nilai yang berlaku di komunitas. Referensi dibuat secara lisan dan tulisan dan berguna sebagai kritik terhadap tindakan agar tidak diulang.

Pendidikan
Memberikan pendidikan kepada individu atau kelompok orang berguna bagi orang tersebut untuk memahami, memahami dan dapat menerapkan apa yang telah menjadi nilai dalam masyarakat.

Gosip
Gosip adalah objek kontrol sosial yang bentuknya tidak pasti sesuai dengan fakta yang sebenarnya terjadi. Gosip biasanya diedarkan dari orang ke orang melalui mulut ke mulut sehingga orang yang sedang gosip tahu bahwa kelompok mereka telah berbicara tentang dia.

Sanksi atau hukuman
Sanksi atau hukuman dijatuhkan pada orang atau kelompok orang yang telah melanggar aturan nilai yang digunakan dalam masyarakat. Sanksi dan hukuman ini dapat mencegah pelanggaran karena bersifat langsung.

Agama
Doktrin agama tentu memberi kita cinta dan mengajar kita apa yang perlu kita lakukan untuk hidup sosial dan apa yang perlu kita hindari dalam kehidupan. Karena itu, seseorang atau sekelompok orang dapat mengambil kendali sosial melalui pendekatan keagamaan.

Easternism
Ostrasisme adalah penghilangan orang dalam kelompok orang terhadap pelaku pelanggaran nilai sosial dengan terus membiarkan mereka melakukan kegiatan seperti biasa, tetapi orang-orang di sekitarnya tidak akan berbicara dengannya, bahkan tidak saling menyalahkan. .

Intimidasi
Intimidasi adalah kontrol sosial yang diberikan kepada orang-orang secara paksa yang tidak bertindak sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Sebagai aturan, intimidasi ini dilakukan oleh badan hukum.

Baca Juga :   Pengertian Lelang

Tujuan Pengendalian Sosial

Tujuan Pengendalian Sosial

Dalam masyarakat, ada empat pola kontrol sosial yang biasanya dilakukan:

1. Kontrol Individu atas Individu
Kontrol ini dilakukan oleh seseorang terhadap orang lain. Orang yang melanggar nilai diawasi dalam kaitannya dengan nilai-nilai ini.
Contoh: Seorang ayah menasihati anaknya

2. Pengawasan Individu Terhadap Orang
Kontrol individu atas grup dilakukan oleh seseorang terhadap grup sehingga grup bergerak sesuai dengan keinginan orang tersebut.
Contoh: guru kelas yang mengatur siswa kelas

3. Kontrol Kelompok Anggota
Kontrol ini dilakukan oleh kelompok anggota kelompok untuk bertindak dan berperilaku sesuai dengan tujuan kelompok.
Misalnya: Kepala departemen menasihati bawahannya

4. Kontrol Grup Terhadap Grup
Kontrol ini didasarkan pada nama grup grup lain.
Contoh: KPK yang memantau dan menindak orang atau kelompok yang melakukan tindak pidana korupsi

Lembaga Yang Menangani Pengendalian Sosial

Lembaga Yang Menangani Pengendalian Sosial

Perlu dicatat bahwa lembaga-lembaga yang mengajukan perlindungan sosial bukan hanya polisi, tetapi ada banyak lembaga lain yang akan mendukung hal ini. Lembaga-lembaga ini adalah:

Polisi
Dilayani untuk kehidupan ketertiban dalam kehidupan manusia. Jika ada orang atau kelompok yang mengajukan keberatan dan keberatan, polisi memiliki hak untuk menuntut dan menjatuhkan sanksi yang disiapkan secara resmi.

Lembaga Adat
Pemimpin biasa memainkan peran penting dalam kehidupan masyarakat adat. Peran ini mempromosikan dan mengendalikan perilaku dan gaya hidup masyarakat sehingga sesuai dengan praktik saat ini

Pengadilan
Pengadilan mengikuti langkah-langkah yang diambil oleh polisi. Setelah pihak pengadilan dan pihak-pihak yang melanggar perintah diproses, pihak tersebut akan dibawa ke pengadilan untuk diadili

Tokoh Agama
Para pemimpin agama adalah lembaga kontrol sosial yang beroperasi di koridor agama. Mereka memberi saran dan mempromosikan komunitas mereka agar tidak meninggalkan pintu agama komunitas.

Pemimpin Komunitas
Tokoh masyarakat memainkan peran utama dalam kehidupan masyarakat. Karakter ini ditunjuk dan dianggap sebagai orang yang memiliki minat besar dalam memiliki teladan, kemampuannya, dan sifat-sifat tertentu yang ia miliki.

Demikian Pembahasan Materi Kita Kali ini Mengenai Pengendalian Sosial. Jangan Lupa Tetap Bersama Kami Di RumusBilangan.com. Semoga Bermanfaat dan dapat menambah wawasan kita. Terimakasih.

Baca Juga :

Pengendalian Sosial Rating: 5 Diposkan Oleh: Pelajar