Kalor

Posted on

Kalor – Berikut ini rumusbilangan.com akan membahas tentang rangkuman makalah materi Pengertian Kalor yang akan diterangkan mulai dari pengertian, jenis, fungsi, struktur, unsur, jurnal, tujuan, ciri, makalah, peran, makna, konsep, kutipan, contoh secara lengkap.

Unit internasional yang digunakan untuk panas adalah Joule (J), tetapi juga biasa digunakan dalam satuan kalori (kal). Simbol untuk panas adalah Q (huruf kapital). Alat ukur untuk mengukur nilai kalor disebut kalorimeter.

Apa Itu Kalor ?

Kalor atau Panas adalah jenis energi yang dapat diserap atau dilepaskan oleh suatu objek. Energi panas ini dapat berpindah dari satu objek ke objek lain atau mengalir karena dapat diambil atau dilepaskan. Penyebab perpindahan panas adalah perbedaan suhu pada objek.

Misalnya, ketika kita mencampur air dingin dengan air panas, kita mendapatkan air hangat. Nah, di sini perpindahan panas terjadi di dalam air. Fisika panas adalah skala skalar karena tidak memiliki arah dan skala turunan karena nilainya dapat diperoleh tanpa pengukuran langsung tetapi menggunakan nilai set utama.

Teori Dari Kalor

Prinsip hitam
Prinsip Hitam adalah teori yang digunakan dalam termodinamika. Teori ini diperkenalkan oleh Joseph Black. Suara prinsip hitam adalah sebagai berikut:
Ketika dua zat dicampur, jumlah panas yang dilepaskan dari suatu zat yang memiliki suhu lebih tinggi sama dengan jumlah panas yang diterima dari suatu zat yang memiliki suhu lebih rendah.

Teori Benjamin Thompson
Panas dapat diciptakan oleh gesekan antar benda. Teori ini diperkenalkan oleh para ilmuwan dari AS bernama Benjamin Thompson. Bukti sederhana dari teori ini adalah bahwa Anda merasa hangat oleh energi panas dari proses tersebut saat Anda menggosokkan kedua telapak tangan selama beberapa waktu.

Baca Juga :   Struktur Sistem Pencernaan

Teori Robert Mayer
Panas adalah bentuk energi. Energi di sini adalah kemampuan untuk membiarkan sesuatu terjadi atau jenis kekuatan yang dimiliki benda untuk menjalankan bisnis tertentu. Energi ini dapat dipindahkan dan bentuknya diubah, tetapi tidak dihancurkan atau dihasilkan.

Teori James Prescott
Kesetaraan antara unit panas dan unit energi disebut panas mekanis. Artinya, karena panas adalah bentuk energi, satuan panas sama dengan satuan energi, yaitu joule (J) atau kalori (Cal). Panas dapat meningkatkan suhu suatu zat dan mengubah bentuknya. Objek yang menerima panas suhu naik, sedangkan objek yang melepaskan panas suhu menurun.

Rumus Kalor

Mari kita bahas Rumus Kalor dalam hal menaikan atau menurunkan energi panas atau kalor lihat dibawah ini pembahasan nya dan contoh soal nya :

Rumus Kalor

Rumus untuk mengubah formula jumlah panas yang digunakan untuk pembentukan suatu zat.

Q=M.L

Penjelasan :

Q = jumlah output panas atau masukan (Joule)
M = massa atau berat suatu zat (kg)
L = panas laten atau panas fusi (joule / kg)

Rumus Menghitung Energi Panas Uap

Rumus Menghitung Energi Panas Uap

Rumus Menghitung Kapasitas Energi Panas atau Kalor

Rumus Menghitung Kapasitas Energi Panas atau Kalor

Contoh Soal Tentang Menghitung Kalor

Lihat gambar di bawah ini dan hitung jumlah panas yang dibutuhkan untuk mengubah 500 gram es pada titik A dalam C jika jenis esnya adalah 2.100 J / kg ºC dan panas dari lelehan es adalah 336.000 J / kg

Contoh Soal Tentang Menghitung Kalor

Jawaban :

Diketahui :

Contoh Soal Tentang Menghitung Kalor
Contoh Soal Tentang Menghitung Kalor

Gerakan Kalori (panas)

Seperti yang kami jelaskan di atas, panas adalah bentuk energi yang dapat berpindah dari satu objek ke objek lainnya. Perpindahan panas ini sekarang umumnya dapat dilakukan dengan tiga cara:

Perpindahan Panas Melalui Saluran

Konduksi adalah perpindahan panas melalui konduktor tanpa transfer partikel dari konduktor. Zat konduktif dalam transfer panas dengan konduksi panas biasanya merupakan benda padat. Misalnya, jika Anda memanaskan satu logam dan kemudian menempelkan logam ke logam lain, maka logam lainnya menjadi panas, tetapi tidak ada bagian logam pertama yang menyambungkan bagian logam kedua melalui satu logam ke logam lainnya tanpa harus melepas keduanya secara permanen. partikel. Tidak semua benda adalah konduktor panas yang baik. Objek yang dapat menghantarkan panas dengan baik disebut sebagai konduktor, mis. Seperti logam, besi, emas, dll. Sedangkan benda yang tidak bisa mengeluarkan panas dengan baik, disebut sebagai isolator, untuk. Seperti kayu, plastik, karet, dll.

Baca Juga :   Litosfer Adalah

Perpindahan Panas Konvektif

Konveksi adalah perpindahan panas atau panas dari suatu zat yang disertai dengan pergerakan konstituen partikel dari zat tersebut. Perpindahan panas konveksi hanya terjadi melalui zat antara yang mengalir, seperti yang biasanya terjadi dalam zat cair atau gas. Secara umum, ada dua jenis perpindahan panas secara konveksi:

A. Konveksi Alami
Konveksi alami terjadi tanpa pengaruh faktor eksternal. Konveksi alami terjadi karena perbedaan kepadatan benda yang dipanaskan. Pada prinsipnya, benda-benda yang dipanaskan atau dipanaskan bergerak lebih cepat dan traksi antara partikel-partikel melemah, menyebabkan kerapatan berubah. Ini adalah dasar untuk perpindahan panas dalam konveksi alami. Misalnya, jika Anda memanaskan air, kelompok air yang pertama-tama mengubah suhu (menjadi lebih panas) adalah air yang ada di dekat api. Kemudian kelompok air yang berada di dekat api mengubah kepadatannya dan kemudian bergerak menjauh dari api. Ketika dingin mendekati api, proses ini berlanjut sampai semua air memiliki suhu yang sama.

B. Konveksi paksa / konveksi buatan
Konveksi buatan adalah konveksi yang terjadi karena pengaruh faktor eksternal (misalnya tekanan) ketika proses perpindahan panas terjadi. Sehingga aliran panas ke lokasi yang diinginkan juga mencakup faktor-faktor lain, misalnya, kipas angin disediakan, yang membawa udara dingin ke tempat yang panas.

Perpindahan Panas Oleh Radiasi

Perpindahan panas dengan radiasi adalah perpindahan panas di mana zat antara tertentu tidak digunakan. Berbeda dengan konduksi panas dan konveksi, kedua benda tidak harus menyentuh radiasi untuk menghasilkan panas atau melepaskan satu sama lain. Ini bisa terjadi karena panas dilepaskan dari sumber panas ke segala arah sehingga benda-benda di sekitarnya menerima panas. Sebagai contoh, ketika kita duduk di dekat api unggun, panasnya api menyebar ke segala arah dan kita tidak harus menyentuh api untuk merasakan panasnya.

Baca Juga :   Konfigurasi Elektron - Pengertian, Rumus, Sejarah, Cara Menentukan

Demikian Pembahasan Materi Kita Kali ini Mengenai Kalor. Jangan Lupa Tetap Bersama Kami Di RumusBilangan.com. Semoga Bermanfaat dan dapat menambah wawasan kita. Terimakasih.

Baca Juga :

Kalor Rating: 5 Diposkan Oleh: Pelajar